Sukses

Kebanyakan Makan Telur Sebabkan Bisul, Mitos atau Fakta?

Di Indonesia, mitos bahwa makan telur dapat memicu tumbuhnya bisul telah menjadi warisan turun-temurun. Bagaimana kebenarannya?

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah mendengar nasehat untuk tidak terlalu sering makan telur agar tidak kedatangan ‘tamu’ bernama bisul. Atau jangan- jangan Anda termasuk salah seorang yang memegang keyakinan ini?

Sebagian masyarakat Indonesia memang sering menuding telur sebagai penyebab munculnya bisul, khususnya pada anak- anak. Adakah hubungannya dengan alergi telur?

Gejala alergi telur pada anak dapat berupa rasa gatal pada kulit, hidung berair, batuk, sesak, mual, dan muntah. Apabila menunjukkan gejala tersebut pasca mengonsumsi telur, besar kemungkinan anak Anda memang alergi telur.

Alergi telur sendiri terjadi karena reaksi imun tubuh yang dicetuskan oleh protein yang terdapat pada putih telur. Tubuh menganggap protein sebagai zat asing, sehingga memicu tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akhirnya menimbulkan reaksi alergi.

Lalu bagaimana dengan bisul? Bisul biasanya disebabkan karena adanya infeksi bakteri pada kulit. Infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri staphylococcus akibat kurangnya perhatian terhadap higienitas tubuh dan kebersihan kulit.

Jadi tidak ada hubungan antara bisul dengan telur. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir jika anak Anda banyak mengonsumsi telur. Terapkan pola hidup bersih dan teratur dapat terhindar dari masalah infeksi kulit –termasuk bisul.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar