Sukses

Tes Tusuk Kulit untuk Pastikan Alergi pada Anak

Pernah dengar tentang tes tusuk kulit? Ini adalah cara untuk memastikan penyebab alergi pada anak. Simak di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tes tusuk kulit adalah suatu metode yang dapat membantu Anda untuk mengetahui apa saja yang memicu reaksi alergi pada anak. Pernah mendengarnya?
Pemeriksaan ini merupakan metode tes yang dianjurkan untuk mendapatkan diagnosis alergi tipe 1. Hal ini terkait immunoglobulin-E pada pasien dengan keluhan rhinitis alergi, asma, urtikaria atau biduran, dan bila ada kecurigaan pada alergi makanan atau obat.

Tes tusuk kulit biasanya dipilih karena bersifat rendah invasif, relatif murah, hasilnya bisa dapat dinilai segera. Risikonya pun lebih minimal dibandingkan tes lainnya. Sebuah penelitian di India tahun 2013 menyebutkan bahwa tes tusuk alergi dapat mendiagnosis hingga 86,4% penderita asma alergi dan 67,5% rhinitis alergi.

Pada prosedurnya, tes tusuk kulit menggunakan berbagai sampel alergen, yang biasanya berbeda di tiap negara. Di Indonesia, beberapa jenis alergen yang digunakan adalah serpihan kulit jagung, debu, tungau, atau bulu binatang.

Saat tes dilakukan, Anda akan diminta untuk menghentikan pengobatan antihistamin setidaknya 2 minggu sebelum tes dilakukan. Saat hari pemeriksaan tiba, tangan bagian dalam akan dibersihkan dan ditandai areanya.

Ekstrak alergen akan diteteskan pada area yang sudah ditandai, beserta dengan larutan kontrol positif dan negatif sebagai pembanding. Setelah proses di atas dilakukan, ujung jarum akan ditusukkan pada kulit bagian tengah tetesan ekstrak alergen hingga menembus lapisan epidermis tanpa menimbulkan perdarahan.

Hasil tes kemudian akan dilihat 15 - 20 menit setelahnya. Cara dengan menilai ukuran bentol yang muncul dan membandingkannya dengan bentol pada larutan kontrol.

Dengan adanya metode tes tusuk kulit, mengetahui alergi pada anak akan jadi lebih mudah. Jadi, jika Anda mencurigai adanya alergi pada anak, tidak ada salahnya mendiskusikan pilihan tes ini dengan dokter spesialis anak.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar