Sukses

Yuk, Ajak Anak Lebih Sehat dengan Permainan Tradisional

Ajak Anak Lebih Sehat dengan Permainan Tradisional. Keberadaan permainan tradisional yang sering kita mainkan di masa kecil saat ini sudah jarang ditemui di perkotaan. Permainan-permainan seperti meloncat di tanah yang bergambar yang biasa disebut petak j

Oleh: dr. Sophia B. Hage

Klikdokter.com - Keberadaan permainan tradisional yang sering kita mainkan di masa kecil saat ini sudah jarang ditemui di perkotaan. Permainan-permainan seperti meloncat di tanah yang bergambar yang biasa disebut petak jungkit atau main jingkat, bentengan (tak benteng), petak umpet dan gobak sodor sudah mulai asing kita dengar.

Padahal, permainan tradisional ini merupakan aktivitas sosial yang menyenangkan, melatih fungsi kognitif dan juga membakar kalori. Tidak ada salahnya kita mulai kembali memasyarakatkan permainan tradisional Indonesia tersebut dengan mengajarkan anak kita bagaimana bermain permainan-permainan tersebut sambil membakar kalori dengan cara yang menyenangkan.

  1. Tak benteng merupakan permainan yang cukup populer saat kita masih kecil. Aktivitas ini merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus sarana bersosialisasi yang cukup baik dengan teman sepermainan. Satu sesi tak benteng dapat berdurasi pendek ataupun panjang tergantung dari jumlah peserta dan kecepatan permainan. Selain itu, satu sesi tak benteng dapat melibatkan aktivitas lari yang cukup banyak ataupun jarang, tergantung dari tipe permainan yang dilakukan. Karena variasi yang cukup banyak ini, maka jumlah kalori yang dibakar juga sangat bervariasi. Apabila kita termasuk peserta yang cukup aktif berlarian, maka kalori yang kita bakar dapat mencapai 150 kcal setiap 30 menit. Akan tetapi, bila kita lebih banyak menjaga benteng dan tidak berlarian, maka kalori yang kita bakar sekitar 50 kcal setiap 30 menit.

  2. Gobak sodor atau juga dikenal dengan galasin, merupakan permainan tradisional beregu yang cukup aktif. Permainan tradisional ini bukan hanya melatih koordinasi motorik, tetapi juga ketahanan otot dan kelincahan. Melewati tangan lawan dan melanjutkan ke rintangan berikutnya tentunya akan membutuhkan kalori. Bukan hanya itu, pemain yang posisinya menjaga supaya lawan tidak ada yang lewat rintangannya juga akan membakar kalori yang tidak sedikit. Bermain gobak sodor selama 15 menit dapat menghabiskan kalori sebanyak 85 hingga 170 kcal, tergantung dari intensitas permainannya.

  3. Permainan petak jungkit atau main jingkat juga merupakan permainan tradisional yang cukup aktif karena melibatkan gerakan meloncat-loncat di tanah yang digambari serangkaian kotak. Secara intensitas memang tidak terlalu berat apabila dibandingkan permainan yang melibatkan aktivitas berlari, tetapi tetap membakar kalori. Aktivitas ini dapat menghabiskan energi sebanyak 65 kcal dalam 15 menit.

  4. Lompat tali juga merupakan permainan tradisional yang cukup mengkonsumsi kalori, apalagi bila bermain hingga posisi tali yang cukup tinggi. Permainan ini memang lebih terkenal di kalangan  wanita, tetapi variasi lompat tali dengan menggunakan lompat tali individual juga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan. Bermain lompat tali selama 15 menit dapat menghabiskan kalori hingga 180 kcal.

Jumlah kalori di atas adalah hitungan kalori berdasarkan berat badan 60 kg. Apabila seseorang berat badannya lebih rendah dari 60 kg maka jumlah kalori yang dihasilkan akan lebih kecil, sedangkan apabila seseorang berat badannya lebih besar dari 60 kg, jumlah kalori yang dihasilkan akan lebih besar.

Selain menjaga kesehatan anak dengan cara mendampingi anak bermain, hal yang terpenting untuk senantiasa diingat adalah aspek kebersihannya. Sekalipun lingkungan yang dirasa sudah cukup bersih dan kondusif untuk keberlangsungan permainan anak, ajarkanlah untuk senantiasa mencuci kebersihan tubuh dengan mencuci tangan dan mandi setelah beraktivitas.

Untuk mendukung aktivitas si kecil, Anda dapat memberikan dukungan asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Nutrisi dan vitamin yang diperlukannya dapat dicukupi melalui pemberian menu makan kesehariannya. Namun jika Anda berniat untuk memberikan multivitamin untuk si kecil, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. (Baca: Memilih Multivitamin Terbaik untuk Anak)

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](SH)

 

0 Komentar

Belum ada komentar