Sukses

Pasir Ternyata Bisa Bikin Anak Alergi

Hampir semua zat dapat menyebabkan alergi pada anak-anak, tak terkecuali pasir. Bagaimana gejalanya dan cara mengatasinya?

Alergi adalah suatu mekanisme sistem kekebalan tubuh yang bereaksi dengan tidak semestinya. Fungsi dari sistem kekebalan tubuh adalah untuk menyerang semua kuman dan zat yang dapat menyebabkan gangguan dan penyakit pada tubuh. Namun pada reaksi alergi, sistem imunitas tersebut malah menyerang zat yang seharusnya tidak membahayakan. Serangan sel kekebalan tersebut menyebabkan peradangan, yang pada akhirnya menimbulkan reaksi dan gejala alergi.

Hampir semua zat dapat menyebabkan alergi. Namun yang paling sering adalah makanan, seperti susu sapi, makanan laut (ikan, udang), telur, dan kacang. Selain itu, zat hirup seperti debu, tungau, bulu hewan, dan serbuk sari bunga pun sering menyebabkan alergi.

Gejala alergi dapat bermanifestasi pada tiga sistem tubuh, yakni pencernaan, pernapasan, dan kulit. Pada pencernaan dapat timbul gejala berupa mual, muntah, kembung, nyeri perut, dan diare. Sementara itu pada pernapasan, gejalanya adalah batuk, pilek, hidung tersumbat, hidung meler, atau sesak napas. Pada kulit, gejalanya dapat berupa ruam merah yang gatal, biduran, serta bengkak pada mata dan bibir.

Alergi Pasir

Meskipun terhitung sangat jarang, ternyata pasir dapat pula menyebabkan alergi. Pernahkah Anda membawa anak bermain pasir di pantai, lalu timbul ruam-ruam merah yang gatal pada sekujur tubuhnya yang berkontak dengan pasir?

Jika hal itu terjadi, maka kemungkinan anak Anda memiliki alergi terhadap pasir. Alergi terhadap pasir dapat berupa alergi terhadap komponen pasir itu sendiri, ataupun zat atau benda yang kebetulan terkandung dalam pasir tersebut – misalnya cacing, debu, kotoran, serangga, dan sebagainya.

Gejala alergi pasir dapat berupa ruam-ruam merah yang gatal atau pedih dan terasa panas, atau biduran. Apabila anak mengalami hal tersebut, segera bersihkan kulitnya dari pasir yang menempel. Oleskan bedak kocok atau gel yang mengandung kalamin. Jika tersedia, Anda dapat memberikannya sirup antialergi. Apabila gejala tidak juga berkurang dalam beberapa jam setelah memberikan pengobatan tersebut (bahkan bertambah banyak), segera bawa anak ke dokter.

Jika anak telah dipastikan memiliki alergi terhadap pasir, pastikan agar ia tidak berkontak lagi dengan pasir. Namun, ini tergantung dari derajat ringan atau parah alerginya. Jika alerginya ringan, mungkin berkontak dengan sedikit pasir tidak terlalu masalah baginya. Tetapi jika alerginya berat, sebutir pasir saja dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit anak.

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar