Sukses

Adakah Hubungan Antara Diabetes dan Osteoporosis?

Masyarakat berpendapat bahwa penyakit diabetes mellitus sangat erat kaitannya dengan osteoporosis. Bagaimana pandangan dunia medis mengenai hal ini?

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit kencing manis atau diabetes mellitus. Penyakit yang umumnya diketahui hanya menyerang usia lanjut, kini juga menyerang usia anak-anak, remaja, dan dewasa.

Diabetes mellitus merupakan penyakit golongan noninfeksi. Menurut data tahun 2015 yang dibuat oleh Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI), Indonesia memiliki 9,1 juta orang penderita diabetes mellitus. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa.

Di kalangan masyarakat, rumor beredar bahwa penyakit diabetes mellitus erat kaitannya dengan osteoporosis. Lalu bagaimana pandangan dunia medis mengenai hal ini?

Diabetes Mellitus dan Osteoporosis

Hubugan antara diabetes mellitus –baik tipe-1 ataupun tipe-2– dengan osteoporosis masih belum diketahui secara pasti. Menurut jurnal, diabetes mellitus tipe-1 yang terjadi pada anak-anak memang dapat menyebabkan pengurangan massa densitas tulang. Beberapa ahli menduga bahwa hal ini disebabkan karena pada masa anak-anak, masih terjadi perkembangan massa densitas tulang.

Jika proses tersebut terganggu akibat adanya diabetes tipe-1, maka akan terjadi keterlambatan proses perkembangan massa densitas tulang yang akan meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari. Selain itu, kejadian osteoporosis tersebut diduga karena diabetes tipe-1 bisa menyebabkan gangguan penglihatan dan saraf (neuropati) –yang mana hal tersebutlah yang membuat risiko patah tulang semakin meningkat.

Sedangkan pada kasus diabetes mellitus tipe-2, meningkatnya risiko osteoporosis dikaitkan dengan pola makan dan kebiasaan hidup yang kurang baik.

Beberapa studi histologi dan eksperimental pada tulang manusia membuktikan proses pembentukan tulang yang menurun merupakan salah satu mekanisme utama yang menyebabkan massa tulang berkurang pada penderita diabetes. Mikroangiopati (gangguan pembuluh darah kecil)pada jaringan tulang diduga sebagai penyebab utama osteoporosis akibat diabetes. Namun temuan terbaru menunjukkan bahwa hormon leptin juga terlibat dalam regulasi fungsi osteoblas (sel pembentuk tulang) dan massa tulang pada diabetes mellitus tipe-2.

Kesimpulannya, hubungan antara diabetes mellitus dan osteoporosis masih belum diketahui secara pastihingga saat ini karena masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

(NB)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar