Sukses

Teknik Mengajarkan Baca Tulis pada Anak

Selain di sekolah, keterampilan baca tulis bisa Anda ajarkan pada anak di rumah. Baca langkah-langkahnya di sini!

Orangtua memiliki tanggung jawab untuk membantu anak belajar membaca dan menulis. Kedua hal ini merupakan keterampilan dasar yang memengaruhi performa anak di sekolah dan membantu mereka menempuh karier yang baik saat dewasa. Di bawah ini adalah langkah-langkah praktis dalam mengajarkan baca tulis pada anak.

Mengajarkan membaca

Sebagian besar anak belajar membaca dengan baik antara usia 4 dan 8 tahun. Namun pengenalan membaca dapat dilakukan sejak lahir. Teknik mengajarkan membaca pada anak dapat melalui beberapa langkah berikut:

Langkah 1 

Bacakan cerita setiap hari. Jumlah buku yang dibaca dan lama membaca tergantung dari anak Anda. Ketika sudah lebih besar dan bisa berkonsentrasi, sediakan kurang lebih 20 menit sehari untuk membaca bersama.

Langkah 2 

Bertanyalah pada anak sebelum, selama, dan setelah membaca. Ini akan mendorongnya untuk berinteraksi dengan buku dan meningkatkan kemampuan untuk memahami bacaan.

Langkah 3 

Nyanyikan lagu alfabet bersama anak sesering mungkin.

Langkah 4    

Tunjukkan kartu pintar alfabet dan tanyakan huruf apa yang muncul. Jika ia tidak bisa menyebutkannya, beritahukan jawaban yang benar agar ia mulai mengasosiasikan huruf dengan bentuk tertulisnya.

Langkah 5 

Buat atau beli kartu pintar dengan gambar pada satu sisi dan kata yang menjelaskan gambar tersebut pada sisi lain. Tunjukkan dan minta anak menyebutkan deskripsi gambar tersebut. Balikkan kartu dan sebutkan kata yang menjelaskan gambar tersebut.

Langkah 6 

Tuliskan kata pada selembar kertas. Bacakan dan minta anak mengulanginya. Minta anak sebutkan satu per satu suku kata awal, tengah, dan akhir. Hal ini akan membuatnya mengerti bahwa huruf vokal dapat mewakili berbagai variasi suara.

Langkah 7

Bacakan buku yang sesuai dengan usianya dan minta anak menyebutkan kata-kata di dalamnya. Usahakan anak membaca tanpa bantuan. Secara bertahap, gunakan buku yang lebih kompleks seiring pertambahan usia anak. Berikut adalah rekomendasi jenis dan tipe buku sesuai usia:

  • 0-1 tahun: lagu-lagu nina-bobo, board book bergambar, buku kain dengan berbagai tekstur, buku lagu.
  • 1-3 tahun: buku bersajak/berima, buku lagu, board book cerita pendek.
  • 3-5 tahun: buku alfabet, buku lagu, buku bergambar, buku bersajak.
  • 5 tahun ke atas: buku cerita bergambar (lebih kompleks), ensiklopedia anak, buku lagu.

Langkah 8 

Biarkan anak melihat Anda membaca. Walaupun anak sudah tertarik pada buku sejak usia dini, ketertarikannya akan cepat berkurang jika tidak ada role model dalam membaca. Bila Anda bukan tipe yang suka membaca, usahakan anak melihat Anda membaca walaupun hanya untuk beberapa menit setiap hari.

Mengajarkan menulis

Langkah 1 

Tunjukkan cara memegang pensil yang benar lalu minta anak melakukannya.

Langkah 2 

Buat gambar pada selembar kertas, misalnya: lingkaran, tanda silang, garis diagonal/horizontal, vertikal, dan sebagainya. Minta anak melakukan hal yang sama di samping gambar yang sudah ada.

Langkah 3 

Tuliskan sebuah huruf dalam bentuk blok kapital. Minta anak mengikuti jejak huruf tersebut, kemudian dorong anak untuk menulis huruf yang sama. Ulangi proses ini dengan huruf kecil. Apabila ia melakukan kesalahan, segera beritahu dengan cara yang dapat dimengerti olehnya. Anak akan lebih cepat mengerti jika segera dikoreksi.

Langkah 4 

Tulis sebuah kalimat atau paragraf dengan huruf besar/huruf kecil dan tanda baca yang tepat. Minta anak mengikuti jejak tulisan Anda dan dorong dirinya untuk menuliskan kalimat atau paragraf yang sama.

Langkah 5 

Bertanyalah dan minta anak menuliskan jawabannya pada selembar kertas. Bila ada kesalahan, beritahu dan biarkan anak yang memperbaiki tulisannya.

Langkah 6 

Beri pujian maupun ‘hadiah’ lainnya ketika anak berhasil menulis dengan benar.     

Mengajarkan baca tulis pada anak dapat dimulai sejak dini. Namun ingat, anak membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar untuk bisa membaca dan menulis. Nikmati prosesnya dan biarkan anak yang mengatur kecepatan belajarnya.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar