Sukses

Perlukah Anak Vaksinasi Flu?

Dengan pemberian imunisasi, kekebalan tubuh anak pun akan meningkat sehingga ia selalu sehat dan aktif. Salah satu jenis imunisasi yang penting untuk anak adalah imunisasi influenza.

Imunisasi merupakan salah satu aspek penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Imunisasi berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap suatu kuman penyakit. Dengan pemberian imunisasi, kekebalan tubuh anak akan mampu melawan jenis kuman tertentu penyebab penyakit. Salah satu jenis imunisasi yang penting untuk anak adalah imunisasi influenza.

Apa itu influenza?

Influenza adalah penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara dan percikan ludah dari seseorang yang sudah terinfeksi virus influenza. Walaupun umumnya infeksi virus influenza menyebabkan gejala ringan, penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi serius yang dapat terjadi pada infeksi virus influenza adalah penemonia dan penyakit kronis lainnya, hingga dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana cara kerja vaksin influenza?

Vaksin influenza berisi virus influenza yang dilemahkan. Virus influenza yang disuntikkan ke dalam tubuh akan merangsang tubuh untuk melakukan perlawanan dan mengeluarkan zat antibodi khusus untuk melawan infeksi virus influenza. Antibodi khusus ini kemudian tersimpan sehingga jika nanti seseorang terinfeksi dengan virus influenza kembali, antibodi ini akan bekerja untuk melawan virus influenza sehingga tidak menyebabkan komplikasi atau kematian.

Kapan harus memberikan imunisasi influenza untuk anak?

Di Indonesia, imunisasi influenza tidak termasuk dalam imunisasi pokok. Namun demikian, imunisasi influenza sangat dianjurkan pada anak usia lebih dari 6 bulan dan pada orang dewasa yang berisiko tinggi. Imunisasi influenza diberikan melalui suntikan pada otot paha pada bayi atau pada otot lengan atas pada anak dan dewasa. Pada anak yang mendapat imunisasi influenza pertama kali di bawah usia 9 tahun, diperlukan dosis ulangan dengan jarak 4 minggu dari imunisasi influenza yang pertama. Kemudian, imunisasi influenza diulang satu kali setiap tahunnya.

Apakah vaksin influenza memiliki efek samping?

Vaksin influenza bersifat aman. Kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang dapat terjadi berupa nyeri, bengkak, kemerahan di tempat suntikan, pilek, muntah, nyeri perut, nyeri otot dan demam. Gejala lain yang sangat jarang terjdi adalah reaksi alergi dan sindrom Guillain-Barré.

Adakah aturan-aturan tertentu untuk imunisasi influenza?

Imunisasi influenza tidak boleh diberikan pada anak yang pernah mengalami reaksi alergi terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya. Vaksin ini juga tidak boleh diberikan pada anak yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat atau anak yang pernah menderita sindrom Guillain-Barré (penyakit yang menyebabkan kelumpuhan anggota gerak).

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan manfaat yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kerugiannya, lakukanlah imunisasi influenza kepada anak Anda secara rutin. Dengan demikian, Anda dapat membantu anak Anda agar tidak terserang penyakit influenza secara berulang-ulang. 

0 Komentar

Belum ada komentar