Sukses

Beri Ini Agar Anak Tak Mudah Sakit

Daya tahan tubuh yang kuat akan melindungi anak dari penyakit serta membuatnya lebih energik. Karena itu, pilih komponen gizi yang tepat untuknya sejak dini.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Namun pada beberapa kondisi khusus saat bayi tidak dapat memperoleh ASI, maka susu formula merupakan alternatif yang dapat diberikan.

Susu formula dinamakan demikian karena pembuatannya di seluruh dunia wajib mengikuti sebuah ‘formula’ yang disebut codex alimentarius. Codex alimentarius mengatur segala hal mengenai syarat susu formula; mulai dari komposisi, proses pembuatan, syarat kebersihan, hingga pengemasan dan pemasangan label.

Komposisi susu formula terdiri dari bahan esensial (harus ada di dalam susu formula) dan bahan optional (boleh ada, tetapi tidak wajib). Bahan optional merupakan bahan yang secara alami terkandung di dalam ASI yang sudah terbukti manfaatnya dan sudah diuji keamanannya bagi bayi. Nukleotida merupakan salah satu contoh bahan optional Beberapa produsen susu formula bahkan tak hanya menambahkan nukleotida, tapi juga laktoferin yang memiliki komposisi bermanfaat untuk bayi.

Nukleotida dan laktoferin merupakan suatu protein yang secara alami terkandung dalam ASI. Keduanya dimasukkan ke dalam komposisi susu formula, karena diketahui memiliki peran dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Banyak penelitian yang mendukung pernyataan tersebut dan menunjukkan bahwa pemberian susu formula yang diperkaya dengan nukleotida dapat meningkatkan respon pembentukan antibodi tubuh pascaimunisasi. Karena manfaat dan keamanannya sudah tidak diragukan, maka zat ini dimasukkan ke dalam codex alimentarius.

Sedangkan laktoferin memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antivirus, bahkan antijamur. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa pada subyek yang mendapat suplementasi laktoferin terdapat peningkatan aktivitas sel-sel imun maupun kadar zat-zat tertentu yang terlibat dalam sistem imunitas tubuh. 

0 Komentar

Belum ada komentar