Sukses

Waspada Kegemukan, Tangkal Kolesterol dari Sekarang

Waspada kegemukan, waspada kolesterol tinggi menyerang. Sebenarnya, mengapa kegemukan dan kolesterol merupakan dua hal yang saling berhubungan? Berikut ulasannya.

Kegemukan memang menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan bahwa sekitar seperlima dari total penduduk Indonesia mengalami kegemukan atau bahkan tergolong obesitas.

Survey pada beberapa kota besar di Indonesia malah menemukan jumlah yang lebih banyak lagi, yakni mencapai 25-30% penduduk Indonesia yang mengalami kegemukan, bahkan obesitas.

Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke; dua penyakit yang berada di peringkat teratas pembunuh nomor satu.

Kegemukan dan obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami penumpukan lemak berlebihan yang dapat mengganggu kesehatannya.

Kegemukan dan obesitas biasa diklasifikasikan dengan parameter Indeks Massa Tubuh (IMT). Bila nilai Indeks Massa Tubuh seseorang berjumlah sama dengan atau lebih dari 25 maka orang tersebut digolongkan kegemukan. Sedangkan, jika Indeks Massa Tubuh seseorang sama dengan atau lebih dari 30 maka orang tersebut digolongkan obesitas.

Obesitas tidak hanya diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun juga dari lingkar pinggang. Menurut klasifikasi WHO (World Health Organization), parameter lingkar pinggang memiliki perbedaan pada beberapa daerah di dunia. Hal ini terkait dengan perbedaan postur tubuh rata-rata penduduk di daerah tertentu di dunia.

Orang Eropa misalnya, dengan rata-rata postur tubuh yang lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan orang Asia, tentu rata-rata lingkar pinggang orang Eropa berukuran lebih besar daripada kebanyakan orang Asia.

Di Indonesia, seseorang akan digolongkan obesitas apabila lingkar pinggangnya lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan.

Perlu Anda ketahui, kondisi obesitas sentral – yang diklasifikasikan menurut lingkar pinggang – ternyata lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan lemak berlebih di daerah perut tersebut aktif mengeluarkan hormon dan zat yang berperan dalam mekanisme penyakit jantung koroner.

Selain itu, orang yang memiliki lingkar pinggang berukuran di atas normal ternyata juga lebih terancam risiko kematian akibat serangan jantung dibandingkan dengan orang yang lingkar perutnya dalam batas normal.

Salah satu mekanisme yang dianggap berhubungan dengan penyakit jantung adalah kegemukan atau obesitas. Kegemukan atau obesitas cenderung membuat seseorang berisiko tinggi untuk memiliki kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) yang tinggi. Sebaliknya, kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) pada orang yang kegemukan atau obesitas akan cenderung lebih rendah

Oleh karena itu, mulai sekarang rajinlah untuk berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat sehingga Anda dapat terhindar dari kegemukan atau obesitas dan memiliki lingkar pinggang yang normal guna menghindari beberapa risiko yang dapat terjadi, seperti yang telah disebutkan di atas.

0 Komentar

Belum ada komentar