Sukses

Kiat Mengolah Daging untuk Penderita Darah Tinggi

Penderita darah tinggi wajib memperhatikan asupan nutrisinya dengan baik, terutama jika Anda termasuk orang yang menyukai daging-dagingan.

H2 Health & Happiness

Bagi Anda yang menderita darah tinggi atau hipertensi, mau makan apa pun rasanya serba salah terlebih jika Anda pencinta daging. Mulai dari dokter hingga pasangan Anda menasehati untuk menguranginya.

Sebetulnya tak hanya pola makan yang dapat berpotensi meningkatkan tekanan darah Anda, tetapi juga merokok, obesitas, malas berolahraga hingga stres.

Benarkah daging merah dapat meningkatkan tekanan darah tinggi?

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di British Medical Journal menyebutkan bahwa daging merah berpotensi untuk meningkatkan tekanan darah Anda.

Penelitian lain yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa tak hanya daging merah yang berisiko meningkatkan tekanan darah tetapi juga daging lainnya, walaupun daging merah memang menyumbang risiko yang lebih tinggi.

Bersumber pada artikel yang dilansir oleh JAMA Internal Medicine tahun 2014, penderita darah tinggi dianjurkan untuk melakukan diet vegetarian.

Mengapa ayam dan ikan "lebih baik" dibandingkan dengan daging merah?

Daging merah seperti daging sapi, babi dan kambing mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam dan ikan. Kolesterol dan lemak jenuh dapat meningkatkan tekanan darah Anda serta menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu, lemak tak jenuh yang terkandung di dalam ikan seperti salmon memiliki manfaat bagi tubuh. Asam lemak omega-3 tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Bagaimana mengolah daging yang baik untuk penderita darah tinggi?

Saat akan makan daging, sisihkan lemak yang terlihat oleh Anda. Sedangkan saat memasaknya, hindari tambahan lemak (seperti ketika Anda menggoreng daging tersebut atau digulai dengan santan) dan sebaiknya dimasak dengan cara dipanggang, dikukus atau direbus.

Untuk menambah rasa, dibandingkan dengan menambahkan garam atau saus yang tinggi sodium seperti kecap asin atau saus barbecue, Anda bisa menggunakan perasan jeruk lemon.

Selain daging, apa saja yang perlu dihindari bagi penderita darah tinggi?

Jika Anda memiliki darah tinggi, ada beberapa makanan yang harus Anda hindari selain daging. Berikut di antaranya:

  • Garam
    Garam dan sodium merupakan musuh yang utama bagi penderita darah tinggi dan penyakit jantung. The Dietary Guidelines for Americans menganjurkan agar penderita darah tinggi membatasi konsumsi sodium harian kurang dari 1.500 mg.
  • Daging yang diolah

Tak hanya daging merah, daging olahan seperti daging yang dikeringkan atau sosis dapat mengandung kadar sodium hingga 600 mg atau lebih. Daging jenis ini mengandung kadar sodium yang tinggi karena pada umumnya "diawetkan" dengan garam.

  • Makanan kalengan

Sama halnya seperti daging olahan, makanan kalengan seperti sup kalengan atau kaldu ternyata juga mengandung kadar sodium yang tinggi.

  • Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans

Penderita darah tinggi sebaiknya menghindari konsumsi lemak jenuh dan lemak trans. Lemak ini dapat ditemui pada makanan yang serba digoreng, kulit ayam, produk susu dan mentega. Seperti dilansir oleh Centers for Disease Control and Prevention, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL Anda. Kadar LDL yang tinggi dapat "memperburuk" tekanan darah Anda.

  • Kopi
    Jika Anda menderita darah tinggi, siap-siap mengucapkan selamat tinggal pada kebiasaan minum kopi Anda. Satu gelas kopi yang rutin Anda minum setiap pagi dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Batasi konsumsi kopi harian Anda jika tak ingin tekanan darah melonjak.
  • Alkohol
    Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Tak hanya itu, alkohol juga dapat mencegah obat darah tinggi Anda bekerja dengan efektif.

0 Komentar

Belum ada komentar