Sukses

Agar Anak Suka Buah, Ini Strateginya

Jangan frustrasi dulu jika anak tidak suka buah. Agar anak suka buah, banyak cara menarik yang bisa dilakukan. Baca kiat-kiat ini agar anak suka buah!

Selama bertahun-tahun kita mengetahui bahwa konsumsi buah sangat penting untuk tubuh. Buah mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Para ahli gizi dan dokter menganjurkan konsumsi buah untuk mencukupi nutrisi vitamin dan mineral anak. Namun, tantangan terberat sebagai orangtua adalah menyikapi anak yang tidak suka buah dan bagaimana strategi agar anak suka buah.

Selain vitamin dan mineral, buah juga mengandung serat yang diperlukan tubuh untuk mencegah agar tidak terjadi sembelit. Sembelit memang kerap terjadi pada anak. Tapi sebenarnya, secara alamiah anak akan mengikuti perilaku makan orangtuanya. Perhatikan pola makan Anda, apakah dalam sehari-hari Anda juga sudah memberikan contoh makan buah kepada anak?

Penelitian oleh Borah-Giddens & Falciglia menemukan bahwa pilihan makanan orangtua terkait dengan preferensi makanan anak-anak mereka. Misalnya, keluarga Anda jarang atau malah tidak pernah memakan buah stroberi kemudian Anda menyediakan buah tersebut khusus untuk anak; apabila Anda berada pada posisinya, kira-kira apakah akan tertarik? Kita sebagai dewasa agaknya pun sulit mencoba buah baru yang belum pernah kita coba sebelumnya. Apabila ada pilihan buah lain yang lebih familier, tentu kita akan memilih buah tersebut bukan?

Kira-kira, adakah yang dapat dilakukan agar anak lebih menyukai buah? Untuk membantu anak agar suka buah, berikut kiat-kiatnya:

  1. Makan buah sesuai musimnya

Kalau sedang musim mangga, sediakan mangga di rumah. Kalau sedang musim kelengkeng, sediakanlah di rumah. Buah yang sesuai musimnya, biasanya akan lebih enak dan harganya lebih ekonomis. Menyediakan buah untuk icip-icip akan lebih baik bila yang memiliki rasa enak supaya anak tidak kapok untuk mencoba lagi.

  1. Sediakan dengan menu yang mudah dimakan

Untuk anak yang baru mulai belajar makan, jangan berikan buah dalam bentuk utuh tanpa dipotong kecil-kecil, atau buah keras tanpa dilembutkan terlebih dahulu. Sediakan makanan yang mudah dimakan dan rasanya enak. Jangan sampai membuat anak kapok untuk mencoba.

  1. Tidak muluk-muluk

Kebutuhan serat Anda dan anak tentu saja berbeda. Jangan harapkan anak makan dengan porsi yang sama dengan Anda. Anda bisa melihat kebutuhan serat anak dengan mencermati kotoran BAB-nya. Apabila tidak keras, artinya kebutuhan seratnya terpenuhi.

  1. Libatkan anak dalam memilih buah

Ajaklah anak berbelanja buah. Walaupun masih bayi, membuat anak terbiasa melihat buah yang Anda beli, lama kelamaan akan meningkatkan keinginannya untuk mencoba buah tersebut.

  1. Bersabar dan terus mencoba

Anda sudah membawa kebiasaan makan buah di rumah untuk seluruh anggota keluarga, namun anak belum juga menunjukkan perubahan? Penelitian menyebutkan, seorang anak baru mau makan makanan baru setelah mengenal makanan tersebut setidaknya sebanyak 10-15 kali. Jadi, jangan putus asa, ya!

0 Komentar

Belum ada komentar