Sukses

Mengetahui Minat dan Bakat Si Kecil Sejak Dini

Apa saja langkah-langkah yang dapat Bunda/Ayah lakukan untuk mengenali minat dan bakat Si Kecil?

Morinaga Platinum

Semakin banyak Si Kecil diberi kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan, biasanya akan mempermudah Bunda/Ayah dalam mengenali minat dan bakatnya. Bunda/Ayah juga bisa membuat daftar kecerdasan apa saja yang sudah diberikan rangsangan atau sebuah jurnal perkembangan anak untuk melakukan pengamatan. Namun, observasi terhadap kegiatannya sehari-hari juga bisa Bunda/Ayah coba.  

Cara Mengenali Minat dan Bakat Si Kecil

Setiap anak memiliki minat dan bakatnya masing-masing, oleh karena itu sangatlah penting bagi Bunda/Ayah untuk melakukan observasi setiap hari. Bunda/Ayah bisa menerapkan beberapa cara ini:

  • Perhatikan Saat Si Kecil Bermain

Apakah Si Kecil lebih suka bermain bersama dalam kelompok atau sendirian, apakah Si Kecil suka berlarian atau duduk diam? Barang manakah yang menjadi favoritnya? Apakah boneka, telepon genggam, atau sepeda?

  • Berikan Si Kecil Pilihan

Jika Bunda/Ayah ingin mengajaknya untuk les alat musik, berikan Si Kecil pilihan alat musik apa yang ingin ia mainkan. Apakah piano, gitar, drum, atau malah ia lebih tertarik menyanyi? Jika ia belum dapat menentukan pilihan, Bunda/Ayah dapat memilihkan terlebih dulu untuknya. Namun jika ia tidak menyukainya, berikanlah alternatif lain yang mungkin lebih ia sukai.

  • Jangan Paksakan Kehendak Bunda/Ayah

Jangan memaksakan impian Bunda/Ayah yang dulu tidak tercapai kepada Si Kecil jika ia tidak menyukainya. Sebaliknya, dorong dan berikan semangat agar Si Kecil dapat mengasah bakatnya sesuai dengan kemampuan dan minat.

  • Mendukung Secara Penuh

Jika Si Kecil senang menggambar, dukunglah ia dengan memberikan peralatan menggambar yang berkualitas baik. Jika perlu, ajaklah ia untuk les menggambar. Si Kecil juga dapat diikut sertakan ke dalam lomba menggambar untuk mengasah rasa percaya dirinya.

Delapan Tipe Kecerdasan Si Kecil

Selama ini Bunda/Ayah telah mengetahui tentang tiga kecerdasan dasar, yaitu kecerdasan visual, auditori, dan kinestetik. Namun, dunia pendidikan telah mengalami perkembangan pesat dengan ditemukannya teori tentang kecerdasan majemuk oleh Profesor Howard Gardner dari Universitas Harvard.

Menurut Profesor Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan sesuatu. Beliau mengembangkan konsep delapan kecerdasan majemuk. Kecerdasan anak tersebut adalah:

  • Kecerdasan Kinestetik

Si Kecil yang memiliki kecerdasan ini umumnya menonjol dalam bidang olahraga dan aktivitas fisik lainnya, seperti menari, mengendarai sepeda, mobil, menjaga keseimbangan tubuh, dan lain-lain. Biasanya ia tidak menyukai pekerjaan yang monoton di balik meja.

Stimulasi: Bunda/Ayah dapat mengajak Si Kecil untuk berolahraga beberapa kali setiap minggu atau melakukan permainan yang membuatnya bergerak aktif, seperti polisi maling, galah asin, dan lain-lain.

  • Kecerdasan Linguistik

Si Kecil dengan kecerdasan ini biasanya senang mengoceh, dapat berbicara lebih awal, dan memiliki perbendaharaan kata yang lebih lengkap dari anak-anak seumurannya – hal ini dapat menjadi tanda bahwa ia akan berprestasi di sekolah kelak. Si Kecil akan sukses pada profesi yang membutuhkan kemampuan persuasif seperti hukum dan jurnalistik.

Stimulasi: Bunda/Ayah dapat mengajak Si Kecil untuk belajar bahasa asing, membelikan buku bergambar menarik, dan lain-lain.

  • Kecerdasan Logika-Matematik

Jika Si Kecil adalah orang yang rapi dan teratur, bisa jadi ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu berpikir secara analitis dan memperhatikan detail. Anak seperti ini umumnya berbakat di bidang matematika dan sains.

Stimulasi: Bunda/Ayah dapat mengajak Si Kecil bermain teka-teki yang mengasyikkan atau permainan yang mampu melatih kemampuan matematikanya.

  • Kecerdasan Visual Spasial

Apabila Si Kecil senang mengutak-atik segala sesuatu, hal tersebut merupakan pertanda bahwa ia memiliki kemampuan visual spasial yang baik. Kelak ia dapat memilih jalur teknik atau arsitek.

Stimulasi: Bunda/Ayah dapat mengajak Si Kecil bermain lego atau balok di mana ia dapat mempelajari serta membangun berbagai macam bentuk.

  • Kecerdasan Interpersonal

Si Kecil dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan berkomunikasi dan sosial yang efektif, memiliki banyak teman, dan senang bekerja dalam tim. Segala jenis pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain pastilah membutuhkan kecerdasan ini, terutama figur publik, pemimpin, guru, konselor, dan lain-lain.

Stimulasi: Pastikan Si Kecil banyak bertemu dengan saudara atau teman sebayanya, agar ia dapat melatih kemampuannya dalam berinteraksi.

  • Kecerdasan Intrapersonal

Si Kecil yang memiliki kecerdasan ini umumnya lebih nyaman bekerja sendiri, terkadang membutuhkan waktu untuk menyendiri dari orang banyak, mawas diri, memiliki kreativitas, serta kebijaksanaan. Pekerjaan yang menuntut kecerdasan intrapersonal antara lain wirausaha, konselor, terapis, dan lain-lain. 

Stimulasi: Jalin komunikasi yang efektif, baik verbal maupun nonverbal, agar Si Kecil merasa disayangi dan percaya diri.

  • Kecerdasan Naturalis

Si Kecil dengan tipe kecerdasan ini sangat tertarik dan menghargai segala sesuatu yang berhubungan dengan alam, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, lingkungan, cuaca, dan lain-lain. Ia bisa menjadi ilmuwan atau ahli konservasi alam.

Stimulasi: Ajaklah Si Kecil melakukan kegiatan di luar ruangan serta mengoleksi benda-benda yang berhubungan dengan alam seperti daun, serangga, kulit kerang, dan lain-lain.

  • Kecerdasan Musikal

Tipe kecerdasan ini menekankan pada kemampuan untuk mengenali nada, vibrasi, bunyi, dan ketukan. Si Kecil yang menonjol dalam bidang ini menyukai musik dan suara-suara alam, seperti bunyi serangga, suara air, bunyi hujan, dan lain-lain.

Stimulasi: Bunda/Ayah dapat mendengarkan musik, menyanyi, dan menari bersama Si Kecil.

Namun jika Bunda/Ayah belum dapat menemukan bakat Si Kecil, jangan kecil hati. Mungkin saja Anda tidak melihatnya. Tanyakan seputar kegiatan, kebiasan, dan sifat Si Kecil kepada orang-orang yang sehari-hari berkontak dengannya. Misalnya guru di sekolah, pengasuh, atau kakek-neneknya.

0 Komentar

Belum ada komentar