Sukses

Hamil 2 Bulan, Apa Saja Pantangannya?

Hamil bulan ke-2 merupakan salah satu periode yang vital selama masa kehamilan. Lalu, apa saja pantangan yang perlu dilakukan untuk ibu hamil 2 bulan?

Memasuki usia kehamilan bulan kedua, ibu hamil akan mulai banyak mengalami perubahan mulai dari selera makan, mood, bahkan sudah ada yang merasakan perubahan fisik. Selain itu, pada bulan kedua kehamilan embrio telah menjadi janin dengan anggota tubuh yang mulai terlihat, yang artinya janin mengalami perkembangan organ-organ tubuh yang sangat vital seperti:

  • Plasenta mulai berkembang, membentuk struktur bernama vili korionik yang membantu melekatkan plasenta ke dinding rahim.
  • Jantung sudah memompa dengan kuat dan berirama teratur (dalam kata lain, detak jantung sudah mulai bekerja dan terdeteksi saat USG).
  • Pembentukan telinga luar sudah sempurna.
  • Tubuh sudah terbagi menjadi komponen paha, kaki, tangan, lengan, dan bahu.
  • Organ reproduksinya mulai terbentuk.
  • Tulang dan tulang rawan juga sudah terbentuk.
  • Jari tangan dan kaki sudah terbentuk.
  • Mata dan hidung sudah terbentuk sehingga tampilan wajah mulai terlihat.
  • Rongga mulut sudah terbentuk.
  • Organ paru-paru dan pankreas sudah terbentuk.

Karena hampir seluruh organ vital terbentuk saat kehamilan memasuki bulan kedua, maka ibu hamil disarankan untuk selalu menjaga asupan makanan ke dalam tubuh serta menghindari beberapa hal berikut ini:

Mengonsumsi telur setengah matang

Telur yang disajikan setengah matang bisa jadi membuat bakteri belum sepenuhnya mati, sehingga dapat membahayakan ibu maupun janin. Jika Anda ingin mengonsumsi telur, pastikan telur sudah benar-benar matang.

Mengonsumsi makanan mentah

Beberapa makanan mentah seperti steak tidak matang atau sashimi dapat mengandung bakteri listeria, virus, atau bahkan cacing yang dapat membahayakan perkembangan janin.

Mengonsumsi makanan yang tidak dipasteurisasi

Pasteurisasi merupakan sebuah proses untuk memasukkan bahan makanan atau minuman tertentu ke dalam suhu tinggi. Proses ini tidak akan merusak nutrisi makanan atau minuman, tapi sangat baik untuk membunuh semua jenis bakteri dan kuman pada makanan kemasan.

Contoh makanan pasteurisasi adalah susu, keju, dan makanan kaleng. Jika makanan tidak dipasteurisasi, maka bisa menyebabkan gangguan penyakit pada janin. Jadi sebaiknya lihat keterangan pada kemasan makanan atau minuman yang Anda hendak konsumsi.

Mengonsumsi makanan yang mengandung merkuri

Beberapa jenis ikan diketahui mengandung banyak merkuri, suatu kandungan yang sangat dilarang untuk ibu hamil. Merkuri biasanya dijumpai pada makerel, hiu, todak, dan juga terdapat pada kerang. Merkuri dapat menjadi karsinogen yang bisa menyebabkan kanker bagi janin dan ibu hamil. Makanan laut yang tetap boleh dikonsumsi ibu hamil adalah tuna, salmon, dan udang.

Melakukan mandi sauna

Selama kehamilan, sebaiknya Anda mengurangi frekuensi mandi sauna. Suhu yang panas dapat membuat cairan di dalam tubuh keluar secara berlebihan, sehingga memicu terjadinya dehidrasi yang tentunya akan membahayakan janin.

Melakukan kontak fisik secara berlebihan dengan hewan peliharaan

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, sebaiknya kurangi kontak fisik selama masa kehamilan. Hewan peliharaan seperti kucing atau anjing dapat membahayakan janin jika kotorannya yang mengandung virus toksoplasma masuk ke dalam tubuh. Risiko paling besar dari infeksi virus toksoplasma adalah keguguran atau cacat janin.

Melanjutkan kebiasaan merokok

Aktivitas merokok – aktif maupun pasif – sangat dilarang untuk berbagai macam usia kehamilan. Zat nikotin yang terisap secara langsung pada paru-paru akan menyebabkan janin mengalami gangguan. Biasanya janin yang dilahirkan dari ibu perokok aktif maupun pasif memiliki berat badan yang rendah serta rentan terhadap penyakit. Karena itu, beritahukan kepada orang-orang di sekitar Anda yang memiliki kebiasaan merokok untuk tidak melakukan aktivitas merokok di lingkungan rumah Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar