Sukses

Serba-serbi Migrain dengan Aura

Migrain dengan aura merupakan suatu kondisi yang wajib Anda ketahui. Berikut info medis dari dr. Kartika Mayasari.

KlikDokter.com - Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat yang seringkali berhubungan dengan gejala-gejala sistem saraf otonom. Kata “migrain” berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “rasa sakit di salah satu sisi kepala.”

Tanda terjadinya migrain berupa sakit kepala unilateral (hanya pada separuh bagian kepala), berdenyut-denyut, dan berlangsung selama 2 hingga 72 jam. Gejala-gejala yang turut menyertai mingrain antara lain mual, muntah, fotofobia (semakin sensitif terhadap cahaya), fonofobia (semakin sensitif terhadap suara) dan rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktivitas fisik.

Sekitar sepertiga penderita sakit kepala migrain dengan aura mengalami semacam gangguan visual, indra, bicara, atau gerak/motorik yang menjadi pertanda bahwa sakit kepala tersebut akan segera muncul.

Migrain dengan aura (classic migraine) memiliki empat fase yang mungkin terjadi sebelum munculnya migrain, antara lain:

  1. Prodromal (gejala awal) terjadi beberapa jam atau beberapa hari sebelum sakit kepala menyerang
  2. Aura yang muncul tepat sebelum serangan sakit kepala
  3. Fase rasa sakit atau disebut dengan fase sakit kepala
  4. Postdromal atau efek yang dialami setelah serangan migrain berakhir

Aura adalah fenomena neurologi fokus yang muncul sebelum atau selama sakit kepala terjadi. Gejala tersebut muncul selama lebih dari beberapa menit dan biasanya berakhir kurang dari 60 menit. Gejala-gejala tersebut dapat bersifat visual, sensorik ataupun motorik. 

Migrain dengan Aura biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Migrain dengan Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura yang lain adalah munculnya rasa geli atau rasa kesemutan di tangan.

Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak atau wajah, ataupun merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, bahkan merasa bingung. Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala sekaligus, tetapi gejala ini tidak timbul secara bersamaan, melainkan secara bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Namun terkadang, gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

0 Komentar

Belum ada komentar