Sukses

Alergi pada Anak dan Dampak Psikologisnya

Alergi dapat mengganggu kondisi psikologis anak dan turut mempengaruhi tumbuh kembangnya. Bagaimana cara menangani hal tersebut?

KlikDokter.com - Alergi pada anak dengan segala gejalanya memiliki beberapa komplikasi. Selain komplikasi dalam hal fisik, alergi pada anak juga bisa menyebabkan masalah mental dan perilaku.

Alergi dapat memicu perubahan perilaku ke arah dua kutub yang berlawanan. Kutub yang pertama adalah kelompok anak yang selalu kelelahan dan depresi, sedangkan kutub lainnya adalah anak yang cenderung hiperkinetik (banyak bergerak) dan hipereksitasi (mudah terstimulasi). Pada kelompok yang pertama anak cenderung diam dan murung, sedangkan pada kelompok yang kedua anak menjadi sering menangis, mudah marah, berteriak, dan kadang memukul.

Secara umum, baik kutub depresi maupun eksitasi, keduanya dapat menyebabkan anak menjadi irritable dan lebih sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan, misalnya di sekolah.

Alergi juga mengakibatkan gangguan konsentrasi dan memori. Pada anak yang lebih kecil, anak tampak cepat bosan saat bermain dan cenderung tidak memperhatikan ketika diajari sesuatu. Anak tidak kerasan bertahan dalam suatu aktivitas atau berada di dalam suatu ruangan tertutup. Pada anak usia sekolah, anak tidak dapat menyelesaikan pekerjaan atau tugas sekolahnya dengan baik. Hal ini menyebabkan prestasi di sekolah menjadi kurang memuaskan.

Selain itu, anak yang alergi cenderung mengalami gangguan tidur, yaitu sulit untuk tidur, gelisah saat tidur, atau sering terbangun saat tidur malam hari. Sementara, penggunaan obat antialergi yang menimbulkan kantuk juga dapat menurunkan kualitas hidup, karena anak tidak dapat beraktivitas dengan maksimal. Kualitas hidup anak termasuk kemampuan belajar, kemampuan bergaul dengan teman sebaya, kecemasan, dan relasi dengan keluarga. Selain itu, komplikasi jangka panjang alergi juga  memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (attention deficit and hyperactivity disorder) dan autisme.

Selanjutnya, apa yang dapat dilakukan untuk menghindari komplikasi-komplikasi tersebut?

Apabila anak memiliki alergi, maka penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah timbulnya komplikasi. Ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Kenali gejala dini alergi, kemudian segera identifikasi alergen apa yang menimbulkan gejala alergi tersebut
  2. Sebisa mungkin lindungi anak dari kontak dengan alergen tersebut

Menjalankan pengobatan yang diberikan dari dokter spesialis anak. Penggunaan obat-obatan untuk meredakan gejala alergi akan meminimalisasi komplikasi yang mungkin terjadi dan meningkatkan kualitas hidup anak Anda

0 Komentar

Belum ada komentar