Sukses

Kenali Bakat Si Kecil Lewat “MI Play Plan”

Kecerdasan seorang anak tidak hanya dinilai dari IQ. Stimulasi yang menyelaraskan faktor biologis dan faktor pengasuhan juga sama pentingnya.

KlikDokter.com – Saat ini, anak Indonesia masih menghadapi situasi yang menantang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 3,7% anak lahir dari ibu yang semasa hamil mengalami anemia, 10% anak terlahir dengan berat badan lahir rendah, dan hanya 30% anak yang terlindungi dengan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Tidak mengherankan apabila Indonesia mengalami situasi ganda, di mana anak yang mengalami kurang gizi masih tinggi, begitu pula dengan anak yang bertubuh pendek.

Menilik kondisi tersebut, maka upaya menyelaraskan faktor biologis (nature) dan faktor pengasuhan orangtua (nurture) sangatlah penting untuk masa depan anak Anda. Dan nilai IQ pada anak bukan merupakan segala-segalanya.

“Awalnya, ‘kecerdasan’ memang hanya dikonotasikan dengan nilai IQ. Namun, Dr. Howard Gardner, pakar psikologi dari Universitas Harvard, memperkenalkan teori kecerdasan baru bernama Multiple Intelligence atau Kecerdasan Majemuk. Ia mengakui adanya berbagai kecerdasan lain yang dimiliki oleh anak,” ujar Dr. Rose Mini, M. Psi, selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, saat ditemui pada acara peluncuran Morinaga Platinum Moricare+ Prodiges di Lotte Avenue, Jakarta, Kamis (19/11).

Pada acara peluncuran tersebut, Morinaga mempersembahkan MoriCare+ Prodiges yang merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi. Kerja sama yang dilakukan dengan Morinaga Research Center Japan ini turut mendukung kecerdasan multitalenta (brain care), pertahanan tubuh ganda (body defense), tumbuh kembang optimal (body growth), serta kebutuhan nutrisi anak.

Selain itu, MoriCare+ Prodiges menghadirkan sebuah modul digital berjudul Multiple Intelligence Play Plan atau MI Play Plan. “Modul Multiple Intelligence Play Plan atau MI Play Plan diharapkan bisa membantu orangtua dalam mengenali kecerdasan anak dan memberikan stimulasi yang tepat,” jelas Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids dari Kalbe Nutritionals.

Modul tersebut mencakup stimulasi untuk 8 tipe kecerdasan, yakni Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan Visual Spasial, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logika Matematik, dan Kecerdasan Kinestetik. Modul ini dapat diakses dengan mudah dan terdiri dari 3 langkah:

Langkah 1: Identifikasi. Berfungsi mengenali jenis kecerdasan yang dominan dan yang kurang dominan, guna menentukan stimulasi spesifik yang akan dibutuhkan anak.

Langkah 2: Stimulasi. Langkah kedua ini penting untuk bisa mendeteksi potensi talenta. Talenta bisa teridentifikasi dengan memberikan stimulasi yang spesifik, yang sesuai dengan tipe kecerdasan dan usia anak. Stimulasi yang tersedia berupa agenda bermain dan ragam ide permainan.

Langkah 3: Evaluasi. Tahap ini bermanfaat untuk mempertajam kecerdasan lainnya yang masih kurang dominan.

Ketiga langkah di atas telah disusun untuk membantu dan mempermudah para orangtua, terutama bagi mereka yang bekerja. Dengan cara ini, orangtua bisa merencanakan aktivitas main yang bermanfaat untuk pengembangan kecerdasan anak.

0 Komentar

Belum ada komentar