Sukses

Memuji Si Kecil Boleh, Asal Tidak Berlebihan

Jangan sampai pujian yang Bunda dan Ayah berikan malah berakibat negatif bagi Si Kecil.

KlikDokter.com – Setiap orangtua memiliki tipe pola pengasuhan yang berbeda terhadap anak. Ada orangtua yang sering memuji anaknya, namun ada pula orangtua yang “pelit” memberikan pujian.

Bagi sebagian orangtua, banyak memuji anak dianggap memberi dampak positif karena diharapkan dapat membentuk anak menjadi lebih percaya diri. Namun hati-hati, terlalu banyak memuji anak bukannya berdampak baik, malah sebaliknya.

Pakar berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak atau terlalu mudah mendapat pujian berisiko tumbuh menjadi anak yang takut mencoba hal baru, karena ia takut gagal. Anak takut tidak bisa kembali lagi ke situasi di mana ia berhasil dan mendapat pujian dari orangtuanya. Anak lebih tertuju kepada kesuksesan dan perayaan semata, dibandingkan dengan kepuasan atas sesuatu yang telah berhasil diraihnya.

Namun sebaliknya, orangtua yang terlalu irit dalam memberikan pujian juga memberikan dampak yang kurang baik pada anak. Anak akan merasa dirinya tidak cukup baik, atau merasa bahwa ia tidak peduli kepadanya.

Jika demikian, kapan dan bagaimana cara yang tepat dalam memuji anak? Pakar pendidikan anak mengatakan bahwa kualitas dari suatu pujian lebih penting daripada kuantitasnya. Berikut adalah cara-cara yang bisa diterapkan dalam memberikan pujian kepada anak:

Berikan Pujian dengan Tulus

Si Kecil dapat mengetahui apabila Bunda dan Ayah memberikan pujian tidak dengan tulus hati. Jika hal ini terjadi, Si Kecil akan kehilangan kepercayaan sehingga lain waktu ia akan kesulitan untuk mempercayai ucapan positif yang keluar dari mulut Bunda dan Ayah, meskipun Bunda dan Ayah mungkin benar-benar tulus kali itu.

Fokus Kepada Usaha, Bukan Hasil

Berikan pujian atas usaha dan kerja keras Si Kecil, bukan menitikberatkan kepada hasil apa yang diraihnya.

Berikan Pujian yang Spesifik

Memberi pujian dengan spesifik akan membantu Si Kecil mengenali bakat atau sisi positif dari dirinya. Dibanding memberikan pujian seperti ini: “Kamu adalah pemain piano yang hebat”, lebih baik Bunda dan Ayah mengatakan “Kamu dapat memainkan lagu yang sulit dengan tepat, dengan penjiwaan yang baik pula”.

Jangan dalam Bentuk Uang

Apabila Bunda dan Ayah terbiasa mengiming-imingi Si Kecil dengan hadiah uang, ia lama-lama akan belajar untuk termotivasi karena uang semata, bukan karena kesuksesan atau hal positif di balik keberhasilan tersebut. Lain halnya jika Bunda dan Ayah memberi hadiah dalam bentuk es krim atau makan malam di restoran favoritnya.

Gunakan Bahasa Tubuh

Selain pujian verbal, berikan pula senyuman, tepukan di bahu, atau pelukan hangat kepada Si Kecil. Hal tersebut akan lebih berdampak langsung terhadap dirinya.

Hindari Sarkasme dalam Pujian

Hindari pujian yang mengandung sindiran seperti: “Wah hebat, akhirnya kamu berhasil makan sendiri tanpa harus membuat kotor lantai dan bajumu” atau “Akhirnya kamu bisa mengendarai sepeda tanpa harus jatuh lagi ke selokan”, dan sebagainya. Sebaliknya, puji pencapaian Si Kecil dengan nada mendorong seperti: “Wah hebat, kamu sudah bias makan sendiri. Lanjutkan setiap hari ya, Sayang!”

0 Komentar

Belum ada komentar