Sukses

Bahaya Kegemukan yang Mungkin Anda Belum Tahu

Banyak yang sudah tahu bahaya kegemukan mengancam kesehatan. Karena tubuh gemuk, cenderung memiliki lebar pinggang terlalu besar, dan konsekuensinya ternyata tak jauh berbahaya.

Slim & Fit

KlikDokter.com - Setiap perubahan pada tubuh bisa menjadi petunjuk atau peringatan untuk kita agar lebih peduli dan menjaga kesehatan tubuh. Sama halnya soal bahaya kegemukan, berat badan berlebih dan perut buncit bisa menimbulkan banyak masalah, tidak hanya menyebabkan menurunnya rasa percaya diri namun juga masalah kesehatan. Menurut The Journal of the American College of Cardiology, lingkar pinggang lebih akurat untuk mengukur risiko masalah kesehatan dibandingkan dengan indeks massa tubuh menyoal bahaya kegemukan.

Berapa lingkar pinggang yang normal? Lingkar pinggang normal untuk orang asia adalah:

  • Laki-laki: < 90 cm
  • Perempuan: < 80 cm

Sebelum berbicara mengenai bahaya kegemukan, kita perlu tahu dulu apa sebenarnya yang terdapat di balik besarnya lingkar pinggang, yakni dua jenis lemak tubuh, lemak viseral dan lemak subkutan.

Lemak tubuh terdiri dari dua jenis, yaitu lemak viseral dan subkutan. Lemak subkutan adalah lemak yang terdapat di bawah kulit. Sedangkan lemak viseral terdapat di dalam perut dan mengelilingi organ-organ vital seperti hati, jantung, dan ginjal.

Lemak viseral yang berlebihan (obesitas sentral) menyebabkan pelepasan protein dan hormon yang dapat memicu respons inflamasi (peradangan), merusak endotel pembuluh darah, dan menyebabkan resistensi insulin. Artinya, bahaya kegemukan adalah semakin besar lingkar perut maka Anda semakin berisiko terkena berbagai penyakit di bawah ini:

  • Diabetes melitus

Bahaya kegemukan membawa risiko penyakit diabetes melitus tipe 2 pada laki-laki dengan lingkar pinggang > 90 cm meningkat 3 kali lebih besar, sedangkan pada perempuan 6 kali lebih besar. Hal ini terutama disebabkan oleh resistensi insulin akibat penumpukan lemak di perut.

  • Hipertensi

Bahaya kegemukan lainnya adalah hipertensi. Hipertensi pada pasien dengan obesitas sentral disebabkan oleh aktivasi sistem saraf simpatis dan pelepasan molekul oleh sel lemak hipertrofi, keduanya akan memicu pembentukan angiotensin II dan aldosterone yang berujung pada hipertensi.

  • Dislipidemia

Dislipidemia adalah salah satu konsekuensi dari lainnya. Dislipidemia merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol, LDL, atau trigliserida dalam darah. Mereka yang memiliki perut buncit biasanya mengalami dislipidemia.

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

Menurut penelitian INTERHEART, risiko serangan jantung akibat obesitas sentral sama besarnya dengan merokok. Selain itu, juga memberikan risiko penyakit stroke juga meningkat 2-3 kali lebih besar.

  • Kanker

Bahaya kegemukan lainnya adalah kanker. Semakin besar lingkar pinggang, semakin tinggi pula risiko terkena kanker kolorektal, pankreas, payudara, dan uterus.

  • Kematian

Bahaya kegemukan juga berdampak pada kematian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh The European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC), risiko kematian pada pasien dengan lingkar perut di atas normal meningkat dua kali lebih besar.

1 Komentar