Sukses

Bagaimana Jika Si Kecil Kurang Berat Badan?

Waspadalah jika Si Kecil kekurangan berat badan dan segera cari tahu penyebabnya!

KlikDokter.com - Semasa pertumbuhan, Si Kecil memerlukan nutrisi yang adekuat tepat & seimbang agar dapat tumbuh dengan optimal. Dalam 6 bulan pertama kehidupan, nutrisi yang terbaik untuknya adalah ASI eksklusif. Setelah menginjak usia 6 bulan, ASI eksklusif tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat, sehingga ia perlu diberikan MPASI secara bertahap.

Pertumbuhan Si Kecil dapat dipantau dengan melakukan penimbangan berat badan, pengukuran panjang tubuh dan lingkar kepala, lalu membandingkan hasilnya dengan kurva pertumbuhan bayi. Menurut rekomendasi IDAI, sebelum bayi berusia 12 bulan, pemantauan tersebut dapat dilakukan 1 bulan sekali. Pada usia 12 bulan hingga 5 tahun, pemantauan dapat dilakukan setiap 3 bulan.

Untuk referensi peningkatan berat badan bayi, National Center for Health Statistics menyebutkan bahwa berat badan bayi akan meningkat dua kali lipat dari berat lahirnya ketika ia menginjak usia 6 bulan. Dan meningkat tiga kali lipat dari berat lahirnya ketika berusia 12 bulan. Apabila peningkatan berat badannya di bawah angka tersebut, atau berat badannya rendah jika dibandingkan dengan panjang badan dan lingkar kepalanya, maka dapat dicurigai adanya keadaan gagal tumbuh yang perlu segera dicari penyebabnya.

1. Lakukan evaluasi medis.

Apabila berat Si Kecil selalu berada di bawah kurva normal, lakukan pemeriksaan pada tubuhnya. Perhatikan apakah terdapat gangguan pada saluran pencernaannya, seperti adanya kesulitan ketika makan (misalnya akibat tongue-tie) atau hilangnya nutrisi akibat muntah dan diare. Adakah keluhan lain seperti sesak napas (akibat penyakit paru atau penyakit jantung bawaan), demam, dan sebagainya. Penilaian ini perlu segera dilaporkan ke dokter agar masalah medis yang ditemukan dapat ditangani dengan optimal.

2. Evaluasi pemberian makanan untuk Si Kecil.

Perhatikan kembali, apakah selama ini teknik pemberian makan tidak tepat, jumlah makanan tidak cukup, frekuensi makan kurang, atau jenis makanan tidak sesuai usia. Catat dan diskusikan dengan dokter untuk memperoleh penilaian yang tepat.

3. Optimalkan pemberian ASI.

ASI eksklusif mampu mendukung pertumbuhan Si Kecil selama 6 bulan pertama atau lebih, termasuk pada penambahan berat badannya. Bayi yang diberikan ASI eksklusif cenderung memiliki kurva pertumbuhan yang normal dibanding bayi yang tidak memperoleh ASI eksklusif.

4. Tingkatkan jumlah dan frekuensi pemberian makanan.

Prinsip penambahan berat badan adalah agar asupan makanan lebih tinggi daripada energi yang keluar. Misalnya, setelah Si Kecil makan menu MPASI, selingi dengan camilan bernutrisi, ASI, atau susu formula. Dengan bertambahnya usia Si Kecil, tingkatkan juga porsi makannya, namun selalu lakukan secara bertahap.

0 Komentar

Belum ada komentar