Sukses

Kenali dan Waspadai Penyakit Jantung Koroner

Untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit jantung koroner, kenali terlebih dahulu gejalanya di sini.

KlikDokter.com - Penyakit jantung koroner masih menjadi masalah, baik di negara maju maupun negara berkembang.

Menurut National Institutes of Health (NIH), penyakit jantung koroner adalah penyebab utama kematian bagi pria dan wanita di Amerika Serikat. 17,6 juta orang Amerika diperkirakan memiliki kondisi ini pada tahun 2006. National Health Service (NHS) juga melaporkan bahwa penyakit jantung koroner menyebabkan kematian 1 dari 4 pria, dan 1 dari 6 perempuan di Inggris.

Sementara itu, hasil survei Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, kecenderungan penyebab kematian di Indonesia bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit kardiovaskular (termasuk penyakit jantung koroner) dan degeneratif.

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah nadi yang memasok darah ke otot-otot jantung.

Penyakit jantung koroner sering ditandai dengan rasa tidak nyaman atau sesak di dada, gejala seperti ini hanya dirasakan oleh sepertiga penderita. Rasa nyeri terasa pada dada bagian tengah, lalu menyebar ke leher, dagu dan tangan. Namun beberapa menit kemudian rasa tersebut akan menghilang.

Gejala lain yang menyertai penyakit jantung koroner akibat penyempitan pembuluh nadi jantung adalah rasa tercekik (angina pektoris). Kondisi ini timbul secara tidak terduga dan hanya timbul jika jantung dipaksa bekerja keras. Misalnya, berolahraga terlalu keras atau mengalami tekanan emosional. Pada usia lanjut gejala serangan jantung sering tidak disertai keluhan apa pun, sebagian hanya merasa tidak enak badan.

Tata laksana untuk penyakit jantung koroner bersifat umum dan khusus. Berikut info selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Kenali dan Waspadai Penyakit Jantung Koroner

Nutrive Benecol

Untuk tata laksana umum, yang terpenting adalah perubahan gaya hidup yang dapat mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memperberat penyakit. Pemeriksaan jantung berkala sangat penting dilakukan untuk pasien yang berisiko maupun tidak.

Sedangkan tata laksana khusus diberikan untuk pasien yang sudah mengalami gejala penyakit jantung koroner. Pemberian obat-obatan vasodilator dan trombolitik bisa dilakukan untuk mengurangi serangan jantung.

Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa penyakit jantung koroner erat kaitannya dengan gaya hidup dan dapat dicegah. Beberapa prinsip utama untuk menghindari penyakit jantung koroner di antaranya dengan tidak merokok, mengonsumsi makan sehat, menjaga berat badan ideal, berolahraga, serta menghindari stres. 

0 Komentar

Belum ada komentar