Sukses

Olahraga untuk Penderita Diabetes Tipe 1

Olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan setiap orang, tak terkecuali penderita diabetes tipe 1.

KlikDokter.com - Olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, mempertahankan berat badan ideal, dan meningkatkan rasa percaya diri. Untuk penderita diabetes melitus (DM), berolahraga dapat membantu untuk menurunkan kadar gula darah, menimbulkan perasaan “sehat”, serta meningkatkan sensitivitas terhadap insulin sehingga mengurangi kebutuhan insulin.

Pada beberapa penelitian terlihat bahwa olahraga dapat meningkatkan kapasitas kerja jantung dan mengurangi terjadinya komplikasi DM jangka panjang. Bukan tidak mungkin bagi penderita DM untuk menjadi atlet olahraga profesional. Banyak olahragawan terkenal di dunia yang ternyata adalah penderita DM tipe 1. Namun, untuk penderita DM, terutama bagi yang tidak terkontrol dengan baik, olahraga dapat menyebabkan timbulnya keadaan yang tidak diinginkan seperti hiperglikemia hingga ketoasidosis diabetikum.

Sekitar 40% kejadian hipoglikemia pada penderita DM dicetuskan oleh olahraga. Oleh karena itu, penderita DM tipe 1 yang memutuskan untuk berolahraga teratur, terutama olahraga dengan intensitas sedang-berat diharapkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawatnya sebelum memulai program olahraga. Mereka diharapkan memeriksakan status kesehatannya dengan cermat dan menyesuaikan intensitas, serta lama olahraga dengan keadaan kesehatan saat itu.

Bagi penderita DM tipe 1 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan setelah berolahraga, antara lain, dijelaskan pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Olahraga untuk Penderita Diabetes Tipe 1

Diabetasol

Bagi penderita DM tipe 1 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum, selama, dan setelah berolahraga, antara lain:

1. Sebelum berolahraga

  1. Tentukan waktu, lama, jenis, intensitas olahraga. Diskusikan dengan pelatih atau guru olahraga dan konsultasikan dengan dokter. 
  2. Asupan karbohidrat dalam 1-3 jam sebelum olahraga.
  3. Cek kontrol metabolik, minimal 2 kali sebelum berolahraga.
  4. Jika Gula Darah (GD) 250 mg/dL dan keton urin/darah (+), tunda olahraga sampai GD normal dengan insulin.
  5. Bila olahraga aerobik, perkirakan energi yang dikeluarkan dan tentukan apakah penyesuaian insulin atau tambahan karbohidrat diperlukan.
  6. Bila olahraga anaerobik atau olahraga saat panas atau olahraga kompetisi, insulin dapat dinaikkan. 
  7. Pertimbangkan pemberian cairan untuk menjaga hidrasi (250 mL pada 20 menit sebelum olahraga).

2. Selama berolahraga

  1. Monitor GD tiap 30 menit. 
  2. Teruskan asupan cairan (250 ml tiap 20-30 menit). 
  3. Konsumsi karbohidrat tiap 20-30 menit, bila diperlukan.

3. Setelah berolahraga

  1. Monitor GD, termasuk sepanjang malam (terutama bila tidak biasa dengan program olahraga yang sedang dijalani).
  2. Pertimbangkan mengubah terapi insulin. 

0 Komentar

Belum ada komentar