Sukses

Mengapa Sakit Kepala Bisa Muncul Tiba-Tiba?

Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami sakit kepala yang muncul tiba-tiba. Apakah ini normal dari kacamata medis?

KlikDokter.com - Kemunculan sakit kepala di sela aktivitas sehari-hari tentunya akan sangat mengganggu kegiatan. Bagi mereka yang bekerja, sekolah, atau sedang melakukan aktivitas apa pun, hal ini akan mempengaruhi kinerja. Sayangnya, sakit kepala sering kali dianggap sepele, meski faktanya dalam jangka panjang bisa berdampak pada kualitas hidup seseorang.

Di Amerika Serikat, pada penelitian Lipton dkk., migrain terjadi pada sekitar 18,2% wanita dan 6,5% laki-laki. Dari penelitian yang sama disebutkan adanya migrain menurunkan produktivitas mereka selama bekerja atau bersekolah setidaknya 50%. Bukan hanya produktivitas yang terpengaruh, namun sakit kepala bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi. Mengejutkan, bukan?

Lalu, mengapa sakit kepala bisa tiba-tiba muncul? Halaman berikut penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Mengapa Sakit Kepala Bisa Muncul Tiba-Tiba?

Ternyata sakit kepala primer, khususnya tipe tension type headche (TTH), memiliki fase diurnal. Apakah yang dimaksud fase diurnal? Fase diurnal adalah fase di mana pada suatu waktu tertentu gejala penyakit lebih baik atau lebih buruk dibanding waktu lainnya.

Pada penelitian Kikuchi dkk. disebutkan bahwa sakit kepala tipe TTH memiliki variasi diurnal yang signifikan; pada pagi hari kondisi sakit kepala terasa “ringan”, dan akan memberat pada siang hingga sore hari.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit kepala muncul tiba-tiba. Yakni stres psikologis, kondisi emosional, suara tertentu, bau-bauan tertentu (parfum, bensin, zat kimia lain), kelelahan, musim tertentu, makanan (alkohol, keju, dan cokelat), ketegangan mata, kurang tidur, perubahan hormon (menstruasi, menopause, ovulasi), terlambat makan, menangis, obat tertentu, kekurangan cairan (dehidrasi), dan rokok.

Untuk mengatasi keluhan ini, Anda dapat menggunakan obat, relaksasi, akupunktur, dan berolahraga. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) seperti ibuprofen, asam mefenamat, dan metampiron yang dapat dibeli secara bebas di apotek. Relaksasi, akupuntur, dan olahraga juga terbukti dapat menurunkan ketegangan pada seseorang, sehingga dengan cara ini diharapkan gejala sakit kepala akan berkurang.

0 Komentar

Belum ada komentar