Sukses

Amankah Jika si Kecil Tidur Tengkurap?

Kemampuan motorik bayi untuk tengkurap harus diwaspadai terutama saat tidur. Mengapa? Simak bahaya bayi tidur tengkurap di sini.

Tidur yang yang berkualitas amat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Agar bayi dapat tidur dengan nyenyak, serangkaian pengaturan lingkungan harus dilakukan oleh orang tua. Lalu, posisi tidur apa yang paling cocok untuk bayi? Bolehkah bayi tidur tengkurap?

Perbincangan mengenai hal ini memang tidak ada habisnya. Banyak testimoni orang tua yang menyatakan bahwa bayi tidur tengkurap menghasilkan tidur yang lebih nyenyak. Tentunya, pandangan medis penting untuk mengklarifikasi hal ini. Sebab, faktanya terdapat beberapa bahaya bayi tidur tengkurap yang perlu Anda waspadai. 

1 dari 3 halaman

Bahaya Tidur Tengkurap pada Bayi

Bayi yang tidur nyenyak tentu merupakan dambaan setiap orang tua. Hormon pertumbuhan keluar saat bayi sedang tidur nyenyak. Selain itu, saat bayi bisa tidur tanpa terputus, orang tua juga dapat beristirahat tenang untuk mengembalikan energi.

Tapi awas, sebaiknya jangan posisikan bayi tidur tengkurap. Berikut beberapa bahaya bayi tidur tengkurap yang perlu Anda ketahui:

  • Risiko Mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Pada bayi di bawah usia 1 tahun, posisi tengkurap dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi secara mendadak). Ini adalah kondisi kematian bayi yang tidak diketahui penyebabnya, sekalipun telah diperiksa menyeluruh.

Kaitan antara SIDS dengan tidur tengkurap belum sepenuhnya terungkap. Namun, diyakini bahwa bayi tidur tengkurap memperoleh asupan oksigen lebih rendah.

Artikel lainnya: Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

Hipotesis lain berkaitan dengan belum sempurnanya perkembangan bagian otak yang berperan untuk membangunkan diri sendiri ketika berada dalam situasi berbahaya (dalam hal ini bila asupan oksigen berkurang). Oleh sebab itu, sebaiknya hindari bayi tidur tengkurap.

Namun tidak hanya posisi tengkurap, faktor risiko lain yang dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS, antara lain ibu perokok, perawatan antenatal yang buruk, ibu hamil usia muda, bayi kurang bulan atau dengan berat lahir rendah, jenis kelamin bayi laki-laki, dan alas tidur yang sangat lembut.

  • Risiko Terbekap

Bayi kurang dari 6 bulan umumnya belum memiliki kekuatan otot punggung dan perut untuk berguling sendiri. Maka, ketika bayi tidur tengkurap, bayi memiliki risiko terbekap akibat tidak mampu berguling sendiri ketika hidungnya tertutup.

Hal ini akan semakin tinggi risiko terjadinya pada bayi di bawah 1 bulan, di mana kekuatan otot lehernya belum sempurna. Bayi akan kesulitan memindahkan kepalanya ketika merasa tidak nyaman akibat oksigen berkurang.

Kondisi ini juga semakin mudah terjadi ketika banyak barang tambahan di sekitar tempat tidur bayi, seperti selimut, bantal dan boneka. Hidung bayi dapat tertutup oleh perabotan yang tanpa sengaja terletak di dekat kepala bayi.

  • Tidur Tidak Berkualitas Akibat Rasa Panas

Bayi tidur tengkurap lebih mungkin mengalami rasa tidak nyaman akibat kepanasan. Akibatnya, tidur kurang nyenyak dan mungkin saja terbangun-bangun, terutama ketika suhu ruangan tidak diatur dengan baik.

Dilansir dari IDAI, bayi yang berada di lingkungan panas juga meningkatkan risiko SIDS. Namun, perlu diperhatikan dampaknya jika Anda memutuskan untuk menyalakan AC agar si Kecil tidur nyenyak.

Artikel lainnya: Berapa Lama Sebaiknya Bayi Tidur dalam Sehari?

2 dari 3 halaman

Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap?

Melihat poin-poin bahaya bayi tidur tengkurap di atas, maka jelaslah bahwa sebaiknya bayi ditidurkan dalam posisi telentang. Hal ini sesuai dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics yang menyatakan bahwa bayi sebaiknya tidur telentang hingga usia 1 tahun.

Untuk itu, sebaiknya menunggu bayi berusia 1 tahun untuk menidurkannya dalam posisi tengkurap. Bayi usia 1 tahun umumnya bisa berguling sendiri dari posisi tengkurap, sehingga relatif aman. Ketika merasa tidak nyaman akibat hidungnya tertutup oleh barang, bayi dapat dengan aktif mengubah posisinya.

Selain itu, bila ingin menidurkan bayi berusia 1 tahun dalam posisi tengkurap, perhatikan juga lingkungannya. Hindari menaruh boneka, bantal, atau selimut di sekitar tempat tidur bayi. Selain itu, jangan gunakan sprei yang longgar. Sprei yang berlipat juga dapat menyebabkan hidung bayi tertutup ketika tidur tengkurap.

Pastikan juga suhu ruangan terasa nyaman bagi bayi. Bila suhu terasa panas, hindari penggunaan pakaian yang terlalu tebal. Segera ganti baju bayi ketika bayi berkeringat dan gelisah, serta sesuaikan kembali suhu ruangan. Sekali lagi, ingatlah bahwa suhu panas juga berkaitan dengan SIDS.

Bila disimpulkan, tidur dalam posisi telentang merupakan rekomendasi posisi paling aman untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Selain memperhitungkan posisi tidur yang aman, orang tua juga diharapkan untuk mengkondisikan lingkungan tidur bayi.

Dengan begitu, bayi dapat tidur dengan nyenyak, berkualitas, serta tumbuh kembangnya berlangsung dengan baik.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai posisi tidur yang baik untuk bayi, tumbuh kembang anak, atau lainnya? Tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

Catat tumbuh kembang si Kecil dengan menggunakan layanan tumbuh kembang anak persembahan dari KlikDokter. Selamat mencoba!

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar