Sukses

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Nutrisi MPASI?

Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, pemberian MPASI yang sehat adalah mutlak. Lalu, adakah efek jangka panjang yang terjadi jika anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup?

KlikDokter.com - Ketika anak melewati usia 6 bulan, ia sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), mulai dari bentuk cair, halus, hingga yang lebih padat secara bertahap.

Di satu sisi, ASI masih diperlukan karena mengandung zat-zat yang berperan dalam pembentukan sistem imun bayi, yang tidak terkandung pada jenis makanan lainnya. Namun, pemberian MPASI diperlukan untuk mengembangkan kemampuannya mengunyah, memperkaya indra perasa, serta sebagai jembatan untuk mengenalkan variasi makanan. Nutrisi yang terkandung dalam MPASI melengkapi nutrisi yang diberikan oleh ASI dan masing-masing nutrien memiliki peran penting dalam tubuh.

Mengapa kecukupan nutrisi tersebut penting? Kekurangan nutrisi dapat mempermudah terjadinya penyakit ringan hingga fatal. Efek jangka panjang dari kurangnya nutrisi pun dapat terus berdampak sepanjang hidup anak, mulai dari kemampuan belajar yang kurang, produktivitas rendah, hingga gangguan intelektual dan perkembangan sosial. Hal ini dapat dicegah dengan pemberian MPASI yang tepat pada usia 6 bulan ke atas, yang termasuk dalam masa keemasan pertumbuhan bayi Anda.

Lalu kembali ke pertanyaan yang menjadi judul artikel ini, apa yang terjadi jika anak mengalami kekurangan nutrisi MPASI? Halaman berikut penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Nutrisi MPASI?

Bayi Sehat Milna

 Risiko kekurangan nutrisi

Bayi memiliki metabolisme tubuh yang tinggi dan bertumbuh secara cepat. Oleh karena itu. mereka membutuhkan kecukupan nutrisi.

Menurut WHO, 50-70% faktor penyebab penyakit diare, campak, malaria, dan infeksi pada saluran pernapasan pada bayi dan balita di dunia diakibatkan oleh kondisi malnutrisi (kurang gizi).

Dalam pemberian MPASI, yang juga perlu diperhatikan adalah kecukupan vitamin dan mineral pada makanan tersebut. Kejadian defisiensi (kekurangan) mineral seperti zat besi, zinc, yodium, dan defisiensi vitamin A pada anak cukup sering ditemukan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Pada usia 12 bulan pertama, anak membutuhkan zat besi yang cukup. ASI mengandung zat besi, namun penyimpanannya dalam tubuh bayi tidaklah lama karena langsung digunakan dalam proses metabolisme tubuh. Oleh karenanya, dibutuhkan asupan pelengkap yang mengandung cukup zat besi. Kekurangan zat besi dapat mengganggu perkembangan fisik, mental, dan perilaku anak, serta dapat menyebabkan anemia.

Defisiensi vitamin A juga merupakan salah satu kasus kurang gizi anak yang banyak terjadi di Asia Tenggara dan Afrika. Jika tidak ditangani dengan baik, keadaan ini dapat mempermudah terjadinya infeksi seperti diare dan campak, kebutaan, hingga kematian.

Kemudian ada hal lain yang dapat menjadi dampak jika anak kekurangan nutrisi MPASI, yakni risiko masalah kebiasaan makan. Halaman berikut penjelasannya.

2 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Nutrisi MPASI?

Bayi Sehat Milna

Risiko masalah kebiasaan makan

Bila pemberian MPASI terlambat dari usia yang dianjurkan, maka dapat timbul risiko anak susah makan ketika usianya bertambah. Sebagai contoh, anak akan cenderung memilih-milih makanan karena tidak terbiasa dengan rasa suatu makanan. Selain itu, anak juga dapat menolak makanan yang memiliki tekstur lebih keras. Hal ini tentunya dapat menyulitkan orangtua ketika tiba waktunya bagi anak untuk mencoba berbagai jenis makanan baru. Keseimbangan gizinya pun dapat terpengaruh, sehingga perkembangannya kurang baik.

Agar tumbuh kembang buah hati Anda optimal, tugas sebagai orangtua adalah menyediakan makanan yang aman dan sehat. Berikan variasi makanan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi mereka. Jenis makanan seperti daging, ayam, ikan, atau telur perlu dikonsumsi sesering mungkin. Buah dan sayur yang kaya akan vitamin A juga sebaiknya diberikan setiap hari. Sediakan juga makanan yang cukup akan kandungan lemak. Namun, tetap sesuaikan porsi dan cara pemberian makanan tersebut dengan kemampuan dan usia anak.

0 Komentar

Belum ada komentar