HomeIbu Dan anakKesehatan BalitaBerapa Kali Anak Harus Makan di Awal MPASI?
Kesehatan Balita

Berapa Kali Anak Harus Makan di Awal MPASI?

dr. Jessica Florencia, Sp.PK, 03 Agu 2022

Jadwal pemberian makan di masa awal MPASI harus sesuai dengan kebutuhan energi anak. Yuk, ketahui berapa kali sehari bayi perlu diberikan MPASI di artikel ini.

Berapa Kali Anak Harus Makan di Awal MPASI?

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) harus dimulai begitu bayi sudah tidak mendapatkan cukup nutrisi dan energi dari ASI atau susu formula saja. 

Kebanyakan bayi diberikan MPASI pada usia 6 bulan, dan beberapa bisa dimulai pada usia 4 bulan dengan indikasi tertentu. 

Memberikan MPASI lebih cepat dari seharusnya berisiko membuat bayi kekurangan gizi, karena mengurangi pemberian ASI yang lebih dibutuhkan pada usia tersebut. Selain itu, bisa timbul masalah pada pencernaannya. 

Sebaliknya, MPASI yang dimulai terlambat juga berisiko membuat bayi kekurangan gizi karena ASI saja sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Selain waktu dimulainya, MPASI yang baik juga meliputi pilihan makanan yang tepat, konsistensi yang sesuai, aman dan higienis, diberikan dengan responsif, dan jumlah serta frekuensi pemberian yang tepat. 

Nah, tak sedikit orang tua yang bertanya, untuk MPASI pertama perlu diberikan berapa kali sehari? Daripada bingung, mari ketahui jawabannya di bawah ini!

Jadwal Pemberian MPASI Menurut WHO

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar frekuensi pemberian MPASI ditingkatkan secara berkala seiring dengan bertambahnya usia anak. Jadi, MPASI pertama berapa kali sehari? 

Frekuensi pemberian MPASI bergantung dari jumlah yang dimakan dan kepadatan energi dalam MPASI tersebut. 

Perhatikan sinyal lapar dan kenyang anak serta terapkan jadwal makan supaya frekuensi, jumlah, dan kepadatan MPASI bisa disesuaikan sebagaimana mestinya. 

Artikel Lainnya: Kesalahan Menyiapkan MPASI yang Umum Dilakukan Orang Tua

Jadwal MPASI untuk Anak yang Mendapatkan ASI

Berikut ini rekomendasi WHO terkait jadwal pemberian MPASI untuk anak yang mendapatkan ASI:

  • Usia 6–8 bulan 

MPASI diberikan 2–3 kali makan dalam sehari, berupa makanan berat yang dihaluskan atau dilumatkan sesuai kemampuannya. 

Berikan sebanyak 2–3 sendok makan saat pertama kali makan. Tingkatkan berkala sesuai sinyal lapar dan kenyang anak hingga mencapai ½ mangkuk 250 ml.

  • Usia 9–11 bulan

Diberikan 3–4 kali makan dalam sehari, berupa makanan berat yang dicincang atau lunak sesuai kemampuannya. 

Jumlahnya sebanyak ½ mangkuk 250 ml yang ditingkatkan berkala sesuai sinyal lapar dan kenyang anak hingga mencapai ¾ mangkuk 250 ml.

  • Usia 12–23 bulan

Diberikan 3–4 kali makan dalam sehari, berupa makanan berat yang lunak atau makanan keluarga sesuai dengan kemampuannya.

Jumlahnya sebanyak ¾ mangkuk 250 ml yang ditingkatkan berkala sesuai sinyal lapar dan kenyang anak hingga mencapai 1 mangkuk 250 ml.

Tambahan makanan selingan atau camilan bisa diberikan 1–2 kali per hari apabila diinginkan oleh bayi. Makanan selingan adalah makanan yang dikonsumsi di antara jam makan, biasanya dimakan sendiri oleh bayi, praktis dan mudah disiapkan. 

Jadwal MPASI untuk Anak yang Mendapatkan Susu Formula

Berikut ini rekomendasi WHO terkait jadwal pemberian MPASI untuk anak yang mendapatkan susu formula:

  • Usia 6 hingga 23 bulan 

MPASI diberikan 4–5 kali makan dalam sehari, termasuk di dalamnya adalah susu formula, makanan berat, dan kombinasi makanan dengan susu formula. 

Semakin rendah kepadatan MPASI yang diberikan, frekuensi pemberian harus semakin banyak. 

Makanan selingan dapat ditawarkan 1–2 kali sehari sesuai keinginan bayi. Tekstur dan jumlah pemberian per usia adalah sama dengan anak yang mendapatkan ASI. 

Artikel Lainnya: Berapa Porsi MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan?

Jadwal Pemberian MPASI Menurut Kemenkes

Kalau menurut pemerintah Indonesia, bayi makan berapa kali sehari? 

Kementerian Kesehatan Indonesia juga memberikan anjuran mengenai pemberian makan bayi dan anak melalui Standar Emas Pemberian Makan Bayi dan Anak. 

Standar ini meliputi Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MPASI setelah 6 bulan, dan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih.

Tidak berbeda jauh dengan rekomendasi yang diberikan oleh WHO, secara lengkap, rekomendasi jadwal pemberian MPASI berdasarkan Standar Emas Pemberian Makan Bayi dan Anak oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dapat dilihat berikut ini:

  • Usia 6–8 bulan 

MPASI diberikan 2-3 kali makan dalam sehari secara bertahap, mulai dari bubur halus lalu dapat ditingkatkan menjadi bubur saring hingga bubur kasar. 

Jumlah yang diberikan setiap makan adalah sekitar 125 ml atau ½ gelas, tetapi tidak boleh dipaksakan. 

  • Usia 9–11 bulan 

Diberikan 3–4 kali makan dalam sehari, dan secara bertahap mulai dari tim saring lalu dapat ditingkatkan menjadi nasi tim 3–4 kali per hari. 

Jumlah yang diberikan setiap makan adalah 125 ml atau ½ gelas, tetapi harus tetap disesuaikan dengan keinginan anak.

  • Usia 12–24 bulan 

Diberikan 3 – 4 kali makan dalam sehari, mulai dari nasi tim hingga makanan keluarga. Jumlah yang diberikan dapat ditingkatkan menjadi 175-250 ml atau ¾ sampai 1 gelas, dengan memperhatikan kemampuan dan keinginan anak.

Rekomendasi makanan yang diberikan adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mengandung zat besi, dan bervariasi. 

Buah yang dihaluskan atau makanan selingan dapat diberikan 1-2 kali per hari. Pemberian ASI dapat diteruskan hingga usia 24 bulan.

Pemberian MPASI yang tepat jumlah dan jadwal dapat membuat anak lebih sehat dan membentuk kebiasaan makan yang baik. 

Dengan pemberian MPASI yang baik sejak awal, maka diharapkan masalah makan pada anak di kemudian hari dapat dihindari.

Untuk #JagaSehatmu dan keluarga, baca artikel kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam. Gratis!

[RS]

Referensi:

United Nations International Children's Emergency Fund https://www.unicef.org/media/93981/file/Complementary-Feeding-Guidance-2020.pdf diakses pada 22 Juli 2022.

World Health Organization. https://who.int/publications-detail-redirect/9241593431 diakses pada 22 Juli 2022.

World Health Organization. http://iris.paho.org/xmlui/handle/123456789/752 diakses pada 22 Juli 2022.

Gizi Kemkes. PowerPoint Presentation (kemkes.go.id) diakses pada 23 Juli 2022.

Artikel Terkait

Lihat Semua
Amankah Jika Obat Cetirizine Dikonsumsi Balita?

Amankah Jika Obat Cetirizine Dikonsumsi Balita?

Kesehatan Balita11 Mei 2022

Meski umum digunakan untuk mengatasi alergi, mungkin Anda masih ragu memberikan cetirizine untuk anak balita. Mari kita ulas keamanan cetirizine untuk anak balita dari sisi medis.

Alasan Mengapa Telanjang Kaki Baik bagi Balita

Alasan Mengapa Telanjang Kaki Baik bagi Balita

Kesehatan Balita08 Mar 2022

Tak sedikit orang tua yang melarang anaknya bermain tanpa alas kaki. Padahal, ada banyak manfaat telanjang kaki bagi balita. Apa saja?

Segudang Manfaat Chia Seed untuk Balita, Apa Saja?

Segudang Manfaat Chia Seed untuk Balita, Apa Saja?

Kesehatan Balita28 Jan 2022

Chia seed untuk balita bermanfaat mendukung tumbuh kembang hingga melancarkan pencernaan si kecil. Kenali selengkapnya tentang manfaat chia seed untuk balita di sini!

Aqua Panas Ujan
Pepsodent Sensitive Mineral Expert