Sukses

Cara Mengatasi Ruam Popok

Kulit bayi yang meradang akibat popok adalah masalah yang umum terjadi. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com – Salah satu gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi dan balita yaitu ruam popok. Hal ini dikarenakan kulit bayi yang lebih sensitif.

Peradangan biasanya terjadi pada daerah yang ditutupi oleh popok atau sekitar popok, seperti kedua belah paha, bokong, perut bagian bawah, sekitar kelamin, serta di sekitar atas bokong dan punggung bawah.

Penanganan ruam popok ringan dapat ditangani dengan terapi non obat, antara lain dengan mengurangi penyumbatan pori, mengurangi kontak kulit dengan urin dan feses, dan mengurangi iritasi. Berikut rinciannya:

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok

  • Mengecek popok secara rutin dan segera ganti bila popok basah atau terkena kotoran bayi

  • Setiap kali bayi buang air besar, bilas anus dan daerah sekitarnya dengan menggunakan pembersih dan air bersih yang mengalir

  • Setelah dibilas, seka kulit bayi perlahan-lahan hingga kering

Beberapa langkah lainnya mengatasi ruam popok:

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Ruam Popok

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Beberapa langkah lainnya mengatasi ruam popok:

  • popok, bayi, Jika ingin menggunakan tisu, pilihlah tisu khusus bayi yang lembut

  • Pastikan kulit bayi sudah bersih kering dan kering sebelum memakaikan popok baru

  • Dan terakhir, sebaiknya jangan terlalu sering memakaikan popok pada bayi agar kulitnya bisa cepat membaik

Ruam popok yang terjadi selama beberapa hari, walaupun tetap rutin diganti, bisa disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jenis ruam popok ini berwarna kemerahan dan tidak begitu jelas, serta muncul bintik-bintik merah di sekitar bagian utama ruamnya.

Umumnya diawali di bagian-bagian lipatan kulit bayi, kemudian meluas ke bagian depan dan belakang tubuhnya. Namun, infeksi ini tidak membahayakan dan biasanya mudah disembuhkan. Obatnya merupakan salep anti jamur seperti nystatin.

1 Komentar