Sukses

Si Kecil Siap Makan? Ini Langkah Awal yang Wajib Diketahui

Ada beberapa tanda kesiapan bayi untuk menerima MPASI, diantaranya dipaparkan di sini.

Klikdokter.com – Seiring dengan bertumbuhnya bayi, tingkat kebutuhan gizinya juga semakin meningkat. Mau tak mau ia membutuhkan tambahan sumber nutrisi selain Air Susu Ibu (ASI), yakni Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Usia ideal dimulainya pemberian MPASI adalah ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Karena umumnya pada usia tersebut, tubuh bayi sudah berkembang dan sudah siap untuk menerima tambahan asupan nutrisi selain ASI.

Namun, tetap perlu diingat pemberian MPASI ini hanya sebagai pelengkap dan persiapan untuk tumbuh kembang bayi selanjutnya, jadi ASI harus tetap diberikan.

Ada beberapa tanda kesiapan bayi untuk menerima MPASI, di antaranya:

  1. Bayi masih merasa lapar walaupun sudah diberikan ASI yang cukup
  2. Bayi tertarik dan mencoba mengambil makanan yang dikonsumsi orangtua
  3. Bayi sudah bisa duduk sendiri dan mengangkat kepalanya
  4. Hilangnya refleks mendorong makanan keluar pada bayi. Umumnya bayi akan mendorong keluar benda (makanan) yang dimasukkan ke mulutnya, kecuali yang berbentuk cair. Pada usia 6 bulan, gerakan refleks ini perlahan menghilang sehingga makanan padat bisa diterima oleh bayi

Yang perlu diingat, jangan sampai Anda salah mengenali tanda-tanda kesiapan bayi di atas. Ada kalanya tanda-tanda yang sama muncul pada bayi berusia 4 bulan. Dianjurkan Anda tetap mulai memberikan MPASI ketika usia bayi sudah mencapai 6 bulan.

Untuk langkah awal, Anda perlu memperhatikan bahan-bahan MPASI dengan cermat demi mencegah terjadinya gangguan pencernaan pada bayi. Berikut ini beberapa kiat dalam memilih bahan MPASI:

Halaman berikut selengkapnya:

1 dari 3 halaman

Kiat Memilih Bahan MPASI untuk Balita

Untuk langkah awal, Anda perlu memperhatikan bahan-bahan MPASI dengan cermat demi mencegah terjadinya gangguan pencernaan pada bayi. Berikut ini beberapa kiat dalam memilih bahan MPASI:

  1. Jangan memberikan makanan yang berbumbu tajam. Pencernaan bayi yang belum sempurna belum bisa mencerna bumbu yang terlalu tajam, sehingga bisa menyebabkan gangguan seperti kembung dan diare pada bayi
  2. Sayuran dan buah yang mempunyai rasa tajam sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan kembung pada bayi
  3. Pilihlah sayuran muda yang bertekstur lembut dan buah-buahan yang matang sempurna karena rasanya yang manis akan disukai bayi
  4. Pastikan masakan untuk bayi matang dengan sempurna. Masakan bayi yang diolah dengan baik akan menghindarkan munculnya bakteri penyebab penyakit
  5. Disarankan untuk memilih bahan makanan organik yang sehat dan bebas dari kandungan pestisida
2 dari 3 halaman

Cara Menyiapkan MPASI yang Bersih dan Sehat

Dalam mempersiapkan MPASI, Anda juga harus selalu memperhatikan kebersihan agar kesehatan bayi tetap terjaga. Bagaimana caranya mengolah MPASI dengan tepat? Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Biasakan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih
  2. Jangan membiarkan bahan makanan mentah berada terlalu lama di suhu ruangan. Jika terlalu lama, bakteri patogen yang menyebabkan penyakit bisa menempel pada bahan makanan
  3. Pastikan bahan makanan dan alat masak sudah bersih sebelum digunakan
  4. MPASI sebaiknya diolah dengan tingkat kematangan yang baik agar terbebas dari pencemaran bakteri patogen
  5. Gunakan alat masak dan alat saji berlabel food grade yang aman untuk bayi
  6. Gunakan bahan berkualitas untuk mendapatkan MPASI yang juga berkualitas
  7. Cuci bersih semua peralatan masak setelah selesai digunakan
  8. Segera sajikan masakan agar kualitas nutrisi tetap prima. Jika ada sisa makanan bayi dan akan diberikan di waktu makan berikutnya, maka simpanlah di dalam kulkas dalam wadah tertutup rapat

0 Komentar

Belum ada komentar