Sukses

Anemia Pada Bayi dan Balita

Bukan hanya orang dewasa saja yang dapat terkena Anemia, bayi dan balita juga dapat mengalaminya. Oksigen dalam sel darah merah berperan penting pada fungsi organ dan jaringan tubuh mereka, jika ini terganggu maka efeknya dapat mempengaruhi pertumbuhan da

Klikdokter.com - Bukan hanya orang dewasa saja yang dapat terkena Anemia, bayi dan balita juga dapat mengalaminya. Oksigen dalam sel darah merah berperan penting pada fungsi organ dan jaringan tubuh mereka, jika ini terganggu maka efeknya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka di masa depan. Sayangnya para orangtua sering tidak menyadari bahwa buah hatinya menderita Anemia.

Waspadailah jika buah hati Anda mulai menunjukkan gejala seperti ini:

  • Sering rewel
  • Kulitnya berwarna pucat, terutama bagian dalam kelopak mata bawah dan di bawah kuku
  • Cepat merasa lelah dan mengantuk
  • Nafasnya pendek-pendek dan detak jantungnya lebih cepat
  • Tangan dan kakinya bengkak
  • Mudah terdistraksi atau kemampuan berkonsentrasinya pendek
  • Pertumbuhannya lebih lambat dari anak-anak pada umumnya
  • Kemampuan berbicara atau berjalannya lebih lambat dari anak-anak pada umumnya
  • Dalam kasus tertentu, anak bisa ngidam atau bahkan nekat mengkonsumsi benda-benda aneh seperti es batu, tepung maizena, kapur, bahkan tanah (kebiasaan ini biasanya berhenti jika kebutuhan zat besi anak sudah tercukupi, atau jika anak bertambah besar)

Jika buah hati Anda mengalami gejala tersebut, segeralah ke dokter anak untuk menerima perawatan yang tepat, sehingga masalah mental dan perilaku akibat Anemia tersebut dapat segera ditangani.

Berikut ini adalah langkah pencegahan anemia pada balita dan batita:

1 dari 2 halaman

Mencegah Anemia Pada Anak

Anemia pada anak bisa disebabkan karena kurangnya asupan zat besi atau nutrisi penting lain yang pada akhirnya akan mempengaruhi kadar oksigen dalam sel darah merah mereka. Untuk mencegahnya, pastikan buah hati Anda menjalani pola makan sehat seperti berikut:

  • Hindari memberi susu sapi pada anak sebelum mereka berumur 1 tahun
  • Jika Anda masih memberi ASI eksklusif, normalnya bayi telah mendapat asupan zat besi yang cukup. Ketika mulai menyapih, berilah makanan tambahan yang kaya asupan zat besi seperti sereal
  • Untuk buah hati yang diberikan susu formula, pilihlah susu yang kandungan zat besinya tinggi
  • Saat memasuki usia balita, pastikan buah hati Anda mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti sereal, roti dan gandum (untuk lebih pastinya, cek dulu penjelasan pada kemasan makanan). Tambahkan juga telur, daging, kentang dan umbi-umbian, tomat, gula tebu dan kismis yang juga kaya akan zat besi untuk menambah kadar oksigen dalam darah.

Untuk menjaga kadar zat besi dalam makanan, biasakan memasak kentang tanpa mengupas kulitnya dan jangan buang sari buah-buahan yang biasa Anda jadikan jus.

0 Komentar

Belum ada komentar