Kesehatan Mental

Sulit Katakan Tidak, Jangan-jangan Anda Seorang People Pleaser

Tamara Anastasia, 24 Jul 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Apakah Anda termasuk orang yang sulit mengatakan tidak? Jika iya, jangan-jangan Anda sudah menjadi people pleaser. Berikut penjelasannya.

Sulit Katakan Tidak, Jangan-jangan Anda Seorang People Pleaser

Rasanya tidak ada yang salah jika Anda ingin membuat orang lain senang. Tapi jika keinginan ini terus timbul bahkan sampai merugikan diri sendiri? Bisa jadi Anda sudah tergolong sebagai people pleaser.

Meski punya niat baik untuk membuat orang lain senang, people pleaser berdampak merugikan bagi kesehatan mental diri sendiri.

1 dari 2

Apa Itu People Pleaser?

lain di sekitarnya. Mereka biasanya bersedia melakukan apa pun agar orang lain terus merasa senang, tidak kecewa dengan dirinya, dan bisa diterima orang lain.

Tidak diketahui pasti apa penyebab seseorang bisa menjadi people pleaser. Namun, trauma masa lalu atau sikap insecure dicurigai jadi salah satu penyebabnya.

Artikel lainnya: Kenali Gejala Erotomania, Delusi Cinta yang Tak Nyata

Adapun beberapa tanda Anda seorang people pleaser, seperti: 

  1. Setuju dengan Pendapat Siapa pun

Bagi people pleaser, pendapat orang lain sangat berarti bagi mereka. Karena itu, mereka akan selalu setuju dengan segala macam saran, kritik, atau pendapat orang lain yang dekat dengan mereka. 

  1. Meminta Maaf untuk Hal yang Bukan Kesalahannya

Para people pleaser sering membuat diri mereka bertanggung jawab atas respons emosional orang lain.

Jika seseorang merasa tidak enak, people pleaser mungkin menyalahkan diri sendiri atau takut orang itu menganggap ialah sumber masalahnya.

  1. Sulit Mengatakan Tidak 

Anda bisa jadi termasuk people pleaser apabila sulit mengatakan tidak pada seseorang yang meminta bantuan.

Meskipun bantuan tersebut sulit untuk dilakukan atau merugikan diri sendiri, Anda akan tetap berusaha membantu orang tersebut demi membuat mereka senang. 

  1. Ubah Kepribadian di Depan Orang Lain 

Untuk menyenangkan orang lain, seorang people pleaser bisa berubah jadi orang lain atau sosok yang orang lain itu kagumi. Hal ini dilakukan untuk menyenangkan dan memuaskan orang lain, sekaligus agar diterima masyarakat. 

2 dari 2

Dampak Jadi People Pleaser

Rasanya pasti lelah ketika Anda terpaksa harus mengalah untuk kesenangan orang lain. Beberapa dampak berikut mungkin akan terjadi ketika Anda terus-menerus menjadi people pleaser, yakni:

  • Tidak Percaya Diri 

Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi menjelaskan dampak pertama yang mungkin dirasakan people pleaser adalah menjadi tidak percaya diri.

Orang tersebut juga lebih mudah minder dan merasa tidak berharga di depan orang lain. Terlebih, jika orang sekitar tidak merespons apa yang Anda katakan atau lakukan.

  • Mementingkan Penilaian Orang Lain

“Dampak lainnya adalah mereka jadi tidak menampilkan diri apa adanya serta cenderung mementingkan penilaian orang lain dibandingkan diri sendiri,” kata psikolog Ikhsan.

“Di satu sisi, Anda tidak bisa menolak meskipun sebenarnya tidak menyukai hal tersebut. Hal inilah yang bisa membuat individu jadi stres dan merasa cemas,” dia menambahkan.

Artikel lainnya: Penyebab Kelelahan Mental yang Mesti Anda Kenali dan Waspadai

  • Muncul Rasa Benci 

Seseorang yang menyadari dirinya people pleaser, bisa saja memendam benci kepada orang lain. Mereka merasa dimanfaatkan oleh orang sekitar.

Hal ini bisa membuat Anda melontarkan komentar pasif-agresif dan menunjukkan tanda-tanda frustrasi. Nantinya, para people pleaser dapat mulai menarik diri dari komunitas dan lingkungan pergaulan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk berhenti menjadi people pleaser? Psikolog Ikhsan Bella Persada menjelaskan, “Cobalah untuk lebih asertif untuk berkata ‘tidak’.” 

“Ungkapkan yang Anda rasakan agar orang lain pun mengetahui kalau Anda enggak selalu suka melakukan suatu tindakan yang diminta orang,” kata dia. 

Selain itu, cobalah untuk membuat gratitude journal untuk merekap hal-hal baik apa saja yang sudah pernah Anda lakukan. Hal ini untuk menunjukan bahwa Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menjadi baik.

Cobalah bersikap baik pada diri sendiri terlebih dahulu. Cari tahu dalam hal apa saja Anda sudah bersikap baik dan menyenangkan bagi diri sendiri. 

“Membuat gratitude journal diharapkan bisa membantu menyadarkan Anda bahwa ada hal-hal yang positif sudah dilakukan,” kata Ikhsan.

Bila ingin menolak permintaan orang lain, ungkapkan dengan bahasa yang sopan. Misalnya, lanjut dia, diawali kata maaf. Namun, jika masih sulit mengatasinya, cobalah berkonsultasi kepada psikolog untuk mencari akar permasalahan Anda.

Dapatkan informasi kesehatan mental lainnya lainnya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter. Gratis! 

[HNS/JKT]

kesehatan mental