Terapi psikodrama adalah bentuk psikoterapi yang dilakukan dengan cara bermain peran. Dalam terapi ini, Anda akan bermain peran menjadi diri sendiri, dengan mengeksplorasi permasalahan atau peristiwa yang pernah terjadi di hidup Anda.
Terapi peran masa lalu ini sebenarnya bertujuan untuk mengatasi akar permasalahan yang Anda alami. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai terapi ini, simak penjelasan dari psikolog berikut.
Teknik Terapi Psikodrama
Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, psikodrama dilakukan secara berkelompok. Setiap anggota dalam kelompok akan berperan dalam membantu proses pemulihan dari setiap individu.
“Dalam kelompok akan terjalin interaksi sosial antar anggota. Namun, meski dilakukan berkelompok, terapi ini tetap menekankan interaksi interpersonal (interaksi dengan diri sendiri) dalam pemecahan masalah,” ucap Ikhsan.
Melansir Very Well, terapi ini dapat dilakukan sekali dalam seminggu dan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 8 hingga 12 orang. Tiap sesi biasanya berlangsung sekitar dua jam.
Artikel Lainnya: Cek Dulu, Ini Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog
Selama sesi berlangsung, terapi fokus pada satu orang sementara anggota lain menjadi pemeran pendukung. Dilakukan dengan tiga komponen dasar, di antaranya:
-
Sesi Pemanasan
Sesi pemanasan adalah sesi pertama dalam terapi ini. Pada sesi ini, setiap anggota kelompok akan memperkenalkan diri mereka dan saling mengenal satu sama lain.
Tujuan sesi pemanasan adalah membangun rasa percaya serta kekompakan dalam kelompok.
-
Sesi Aksi
Dalam sesi aksi, para anggota kelompok akan bermain peran. Sementara, terapis akan bertindak sebagai sutradara untuk membimbing setiap anggota kelompok.
Anggota yang menjadi pemeran utama akan duduk di bangku dan dihadapkan pada pemeran pembantu.
Kemudian, terapis akan mengajak pemeran utama untuk kembali ke masa lalu yang menjadi permasalahannya.
Pemeran utama lalu akan berperan sebagai dirinya di masa lalu. Mengutarakan atau melakukan semua yang menjadi permasalahannya pada pemeran pembantu.
Setelah pemeran utama menyelesaikan aksinya, terapis akan mengganti posisi pemeran utama sebagai pemeran pembantu dan sebaliknya.
Artikel Lainnya: Berteman dengan Klien, Apakah Melanggar Kode Etik Psikolog?
-
Sesi Berbagi
Pada sesi terakhir yaitu sesi berbagi, terapis akan membantu individu mengenali emosi yang muncul saat memainkan peran.
Pada sesi berbagi, anggota lain (pemeran pembantu) dalam kelompok akan memberikan pendapat mereka menyangkut masalah yang dihadapi pemeran utama.
Dengan begitu, pemeran utama akan lebih memahami masalahnya yang kemudian akan membantunya mengatasi masalah tersebut.
Manfaat dari Terapi Psikodrama
Psikolog Ikhsan menjelaskan, terapi ini dapat membantu seseorang untuk meningkatkan keyakinan akan diri mereka sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan yang ada.
“Dengan bermain peran di masa lalu, ia akan mengetahui masalah-masalah yang sudah dilewati. Kemudian, mampu memahami kekuatan dalam dirinya untuk mengatasi permasalahan yang ada,” ucap Ikhsan.
Selain itu, individu juga akan memiliki pandangan diri yang lebih baik dan juga cara mengatasi permasalahan yang lebih baik dari sebelumnya.
Karena saat melakukan peran, individu akan mengevaluasi diri dan juga mendapatkan masukan dalam menghadapi permasalahan mereka.
Artikel Lainnya: Hal yang Perlu Anda Pahami Seputar Psikoterapi
Melakukan terapi psikodrama bermanfaat bagi Anda yang mengalami kondisi yang berkaitan dengan kepribadian dan emosi, seperti:
- Suasana hati yang tidak menentu.
- Duka.
- Isu identitas.
- Trauma masa lalu.
- Gangguan kepribadian.
- Kebiasaan makan yang buruk.
- Masalah dalam hubungan.
- Citra diri yang negatif.
Terapi psikologi ini juga telah digunakan dalam pengobatan untuk penderita skizofrenia dan gangguan penggunaan zat tertentu.
Studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menyatakan bahwa psikodrama yang berfokus pada trauma dapat membantu dalam pengobatan gangguan stres pasca trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Pasien PTSD yang menerima terapi kemudian menunjukkan pengurangan 25% dari gejala PTSD yang mereka alami.
Itulah tadi serba serbi mengenai terapi psikodrama. Jika Anda ingin mencobanya, lakukan di lembaga konseling terpercaya yang memiliki program terapi ini.
Sebelum melakukan terapi ini, Anda juga dapat berkonsultasi dengan psikolog melalui layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.
(PUT/AYU)
Referensi:
Wawancara Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog
Very Well. Diakses 2021. What Is Psychodrama?
Psychology Today. Diakses 2021. What Is Psychodrama?
Good Therapy. Diakses 2021. Psychodrama.
:format(webp)/article/JLyPb8_FIBDvmBf-V-Zba/original/023867600_1640068517-Manfaat_Terapi_Psikodrama_Untuk_Atasi_Gangguan_Mental.jpg)