Kesehatan Mental

Kenali Tanda dan Pencegahan Bunuh Diri pada Pengidap Bipolar

FIRISA ARDIANTI, 10 Sep 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Ternyata, pengidap gangguan bipolar memiliki kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi. Kenali tandanya dan ketahui cara mencegahnya di sini!

Kenali Tanda dan Pencegahan Bunuh Diri pada Pengidap Bipolar

Bunuh diri bukanlah suatu hal yang pantas untuk diremehkan. Kondisi ini sungguh memprihatinkan dan nyata terjadi di masyarakat.

Menurut data WHO Global Health Estimates, Indonesia memiliki angka kematian akibat bunuh diri pada 2016 sebanyak 3,4/100.000 penduduk. Pria memiliki angka lebih tinggi untuk bunuh diri (4,8/100.000 penduduk) dibanding wanita (2,0/100.000 penduduk).

Terdapat beberapa kondisi psikologis yang bisa memunculkan niat bunuh diri, salah satunya gangguan bipolar (bipolar disorder).

Karena emosinya yang begitu mudah bergejolak, tanda atau kecenderungan bunuh diri pada orang dengan gangguan bipolar tidak boleh diabaikan.

1 dari 3

Faktor Risiko Bunuh Diri pada Pengidap Bipolar

Dalam studi Suicide in Bipolar Disorder: Risks and Management, hampir 30 persen pengidap gangguan bipolar pernah berpikir untuk mengakhiri nyawanya paling tidak satu kali dalam hidupnya.

Kecenderungan untuk bunuh diri pada pengidap bipolar pun lebih tinggi dibanding orang yang tidak mengalaminya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya isu bunuh diri pada penderita bipolar.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengatakan, “Bipolar adalah gangguan mood. Jadi ketika awalnya dia sedang mania, dia senang banget bahkan sampai melakukan apa pun. Nah, ketika perubahan mood-nya secara tiba-tiba menjadi depresi, itu yang membuat dia punya pikiran untuk bunuh diri.”

“Ditambah pula dengan ketidakstabilan emosi yang tidak bisa ia kontrol. Makanya punya kecenderungan yang lebih besar untuk bunuh diri,” lanjutnya.

Salah satu faktor risiko yang memicu keinginan bunuh diri pada penderita bipolar adalah treatment bipolar yang berhenti. Melansir Everyday Health, pengobatan bipolar dengan lithium yang dihentikan menghasilkan risiko bunuh diri yang lebih besar.

Beberapa faktor risiko lainnya ialah:

  • Alkohol dan narkoba.
  • Gangguan kecemasan.
  • Masalah hukum dan hubungan sosial.
  • Memiliki senjata di rumah.
  • Isolasi.
  • Adanya riwayat bunuh diri dalam keluarga.
  • Riwayat gangguan psikologis dalam keluarga.
  • Pernah mencoba bunuh diri sebelumnya.

Artikel Lainnya: Jenis-jenis Bipolar yang Perlu Anda Kenali

2 dari 3

Tanda Ingin Bunuh Diri pada Penderita Bipolar

Terkadang, Anda tidak bisa menebak kapan keinginan bunuh diri pada pengidap bipolar akan muncul. Namun, terdapat beberapa tanda yang bisa Anda cermati.

Profesor psikiatri di Case Western Reserve School of Medicine, Amerika Serikat, Keming Gao, MD, PhD, mengatakan,”Hati-hati terhadap perubahan yang tidak biasa pada perilakunya, misalnya tiba-tiba bepergian ke tempat tertentu atau memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain.”

Berikut ini beberapa tanda lainnya yang mesti diwaspadai:

  • Merasa tidak ada lagi rasa atau alasan untuk tetap hidup.
  • Hilang harapan.
  • Berbicara dan menulis tentang kematian.
  • Kemarahan tidak terkontrol atau ingin sekali balas dendam.
  • Terlalu gelisah saat tidur.
  • Mood swing yang parah.
  • Terlibat dalam aktivitas yang bersifat sembrono dan nekat.

“Aktivitas sembrono yang dilakukan orang bipolar termasuk dalam tahap mania. Ketika ia depresi, jadi tidak bersemangat beraktivitas,” jelas Ikhsan.

Menurutnya, baik saat mania maupun depresi, ide untuk bunuh diri bisa saja muncul. Namun, risikonya lebih besar terjadi saat kondisi depresi.

“Umumnya, hal-hal itulah tanda-tanda orang ingin bunuh diri. Namun, sering kali kita juga kurang aware dengan kondisi orang tersebut, sehingga tampaknya orang yang ingin bunuh diri kesannya tidak menunjukkan tanda-tanda,” ungkap Ikhsan.

Artikel Lainnya: Kebiasaan Bohong Gejala Bipolar?

3 dari 3

Bagaimana Cara Mencegah Bunuh Diri pada Pengidap Bipolar?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah orang terdekat yang menderita bipolar agar tidak bunuh diri. Berikut penjelasannya dari Psikolog Ikhsan:

  • Pastikan diri Anda tenang saat berhadapan dengan orang yang ingin bunuh diri. Karena kalau panik, nanti akan memengaruhi emosi orang yang ingin bunuh diri tersebut.
  • Coba mulai bertanya ke orang tersebut apa yang bisa dibantu.
  • Dengarkan saja ceritanya, jangan terburu-buru dalam memberikan saran. Karena, banyak dari penderita yang hanya butuh untuk didengarkan.

Pusatkan perhatian juga kepadanya agar ia merasa memang ada yang perhatian atau peduli dengannya.

“Ketika sudah sadar ada sesuatu yang berbeda dari penderita, boleh Anda tanya ada yang bisa dibantu atau apa yang lagi dirasakan. Lalu, saat ia mulai banyak cerita permasalahan yang sedang dialami, Anda bisa mulai menaruh perhatian lebih.”

  • Sembunyikan barang-barang yang dapat melukai dirinya atau yang bisa digunakan untuk bunuh diri.
  • Cari tenaga profesional untuk mengatasi pikiran bunuh dirinya itu.

Keinginan bunuh diri yang terbersit dalam benak pengidap bipolar harus ditindaklanjuti. Jangan abaikan tanda-tandanya dan segera cari bantuan ahli.

Bila Anda menemukan kecurigaan terhadap keinginan bunuh diri atau masalah kejiwaan pada orang di sekitar, jangan ragu hubungi RSJ Dr. Soeharto Heerdjan di (021) 568-2841

Konsultasi seputar gangguan psikologis juga bisa dilakukan lebih mudah lewat fitur Chat Premium dengan psikolog dan spesialis kedokteran jiwa di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
Gangguan Bipolar