Sukses

Pengertian

Tremor merupakan penyakit gangguan gerak yang ditandai dengan bergetarnya bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah tangan.

Secara umum, terdapat dua jenis tremor, yaitu:

  • Resting tremor, yaitu tremor yang terjadi saat otot-otot sedang mengalami relaksasi atau istirahat. Pada tremor ini, getaran anggota tubuh, khususnya tangan atau kaki, lebih terasa saat istirahat.
  • Action tremor, yaitu tremor yang terlihat saat otot berkontraksi dan bergerak. Misalnya saat seseorang sedang berjalan, ketidakseimbangan tubuh akibat tremor baru terlihat.

Berdasarkan penyebabnya, tremor juga dapat dibagi menjadi tremor esensial (tremor yang tak diketahui dengan jelas penyebabnya) dan tremor yang terjadi sebagai gejala dari penyakit lainnya. Pada artikel ini, yang akan dibahas adalah tremor esensial.

Kejadian tremor esensial meningkat seiring dengan pertambahan usia. Studi menunjukkan bahwa orang berusia 65 tahun ke atas yang paling sering mengalaminya. Penderitanya lebih banyak wanita dibandingkan dengan pria.

Tremor bukanlah penyakit yang membahayakan nyawa, namun sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Penyebab

Tremor esensial tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Namun diketahui bahwa faktor genetik turut berperan dalam terjadinya tremor. Diketahui bahwa pada sekitar 50-70 persen kasus tremor esensial, terdapat anggota keluarga yang mengalaminya juga.

Diagnosis

Pada tahap awal, dokter akan melakukan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan fisik yang lengkap, termasuk pemeriksaan saraf.  Jika hasil pemeriksaan saraf jelas menunjukkan gejala tremor esensial dan terdapat riwayat keluarga yang mengalami penyakit yang sama, umumnya tak diperlukan pemeriksaan tambahan lain untuk memastikan penyakit tremor esensial.

Namun jika pemeriksaan fisik dan riwayat keluarga yang mengalami tremor esensial tak terlalu jelas, maka umumnya dibutuhkan beberapa pemeriksaan untuk memastikan penyakit.

Pemeriksaan tersebut di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan darah, terutama pemeriksaan kadar elektrolit, ureum, kreatinin, fungsi ti (SGOT, SGPT).
  • CT-scan atau MRI (magnetic resonance imaging) kepala kadang diperlukan untuk memastikan bahwa tremor bukan disebabkan karena masalah lain di otak.

Gejala

Tremor dapat terjadi di bagian tubuh mana saja.  Namun pada sebagian besar kasus tremor esensial, gejala tremor dimulai dari lengan dan tangan. Bisa hanya satu sisi, bisa juga pada kedua sisi lengan dan tangan. Tak jarang, lama kelamaan tremor juga dialami oleh tungkai dan kaki.

Getaran yang terjadi pada tremor esensial umumnya pada awalnya terjadi sewaktu-waktu, terutama saat penderitanya mengalami emosi, stres, atau kelelahan. Namun seiring berjalannya waktu, tremor dapat terjadi setiap saat, kecuali saat tidur.

Pada sekitar 30 persen kasus, tremor bisa terjadi pada otot di daerah kepala dan leher, seperti di otot wajah, rahang, atau pita suara.

Pengobatan

Kasus tremor esensial diobati oleh dokter spesialis saraf. Umumnya pemberian obat-obatan, seperti primidone atau propranolol, dapat membantu untuk mengurangi tremor. Lama konsumsi obat tersebut tergantung dengan kondisi penderita.

Jika tremor hanya dialami pada situasi tertentu, maka obat hanya dikonsumsi pada saat tremor terjadi saja. Namun jika tremor terjadi terus menerus, maka obat pun dikonsumsi terus menerus untuk mencegah gejala tremor muncul.

Pada kondisi seperti ini, terkadang operasi diperlukan. Jenis operasi yang dilakukan adalah operasi talamotomi (thalamotomy), yaitu tindakan mendestruksi bagian kecil talamus di otak yang bertanggung jawab menimbulkan stimulus untuk terjadinya tremor.

Alternatif tindakan operasi lainnya adalah deep brain stimulation. Pada tindakan ini, dokter akan meletakkan alat bernama neurostimulator di otak. Neurostimulator berfungsi untuk mengatur adanya sinyal listrik abnormal di otak. Jika ada sinyal listrik abnormal yang menimbulkan tremor, neurostimulator akan mengendalikannya.

Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya tremor esensial.