Sukses

Pengertian

Transient tachypneu of newborn merupakan kondisi ketika terjadi frekuensi napas bayi yang sangat cepat pada bayi baru lahir. Kondisi ini hanya berlangsung singkat. Kurang dari 24 jam setelah kelahiran bayi umumnya gejala akan mereda dan frekuensi napas akan berangsur normal.

Bayi yang mengalami transient tachypneu of newborn umumnya perlu dirawat secara intensif di rumah sakit untuk mendapatkan oksigen dan pemantauan ketat. Walaupun kerap membuat cemas orang tua, umumnya transient tachypneu of newborn tidak berbahaya dan tidak berpengaruh pada tumbuh kembang sang bayi.

Penyebab

Saat berada di dalam rahim, paru-paru janin memproduksi cairan yang penting untuk perkembangan paru. Saat lahir, produksi cairan ini terhenti. Cairan yang sudah ada akan diserap kembali oleh paru dan kemudian diganti dengan udara pernapasan.

Pada kondisi tertentu, cairan yang berada di paru itu tidak terserap sempurna dan tersisa sebagian. Sisa cairan di paru-paru inilah yang mempercepat cara napas bayi karena paru-parunya sedang berusaha mengeluarkan cairan.

Transient tachypnea banyak terjadi pada bayi dengan kondisi sebagai berikut:

  • Lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu
  • Dilahirkan melalui operasi Caesar
  • Lahir dari ibu dengan diabetes
  • Bayi laki- laki

Gejala

Gejala dan tanda-tanda yang muncul pada transient tachypneu of newborn meliputi:

  • Kulit yang berwarna kebiruan
  • Napas sesak dengan frekuensi yang meningkat
  • Suara merintih
  • Tarikan otot dada terlihat jelas sebagai usaha bayi bernapas
  • Adanya napas cuping hidung
  • Gejala-gejala tersebut umumnya segera terlihat pada 1–2 jam setelah bayi dilahirkan.

Diagnosis

Penentuan diagnosis transient tachypneu of newborn dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Tachipneu artinya frekuensi pernapasan yang cepat, di atas 60 kali per menit. Transient berarti sementara karena umumnya gangguan ini berlangsung singkat, kurang dari 24 jam.

Jadi diagnosis transient tachypneu of newborn dapat ditentukan dengan terjadinya peningkatan frekuensi napas bayi yang berlangsung kurang dari 24 jam. Diagnosis ini kemudian dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain:

  • Rontgen dada, biasanya hasilnya akan menunjukkan adanya gambaran cairan di paru. Walau demikian, sebagian kasus menunjukkan hasil rontgen dada yang normal.
  • Oxymetri, atau tes mengukur kadar oksigen dalam darah.  Pada kasus Transient tachypneu of newborn, umumnya kadar oksigen darah dalam tubuh hanya sedikit menurun. Penurunan ini dapat diperbaiki dengan pemberian oksigen tambahan melalui masker.
  • Pemeriksaan darah, dilakukan untuk memastikan ada tidaknya infeksi.

Pengobatan

  1. Pemberian oksigen

Pengobatan utama transient tachypneu of newborn adalah pemberian tambahan oksigen agar kadar oksigen dalam darah tetap terjaga stabil.

Pemberian oksigen umumnya perlahan dapat dikurangi pada 12–24 jam setelah lahir, saat kondisi mulai membaik dan gejala mereda. Walau demikian, pada beberapa kasus, pemberian oksigen harus diteruskan hingga beberapa hari setelah kelahiran.

  1. Pemberian cairan dan nutrisi

Sesak napas kerap kali membuat bayi sulit menyusu dan berpotensi membuatnya dehidrasi. Untuk mencegahnya, pemasangan infus berisi cairan dan pemberian nutrisi lewat pembuluh darah dapat menjadi solusinya.

  1. Antibiotik

Antibiotik akan diberikan pada bayi bila terdapat kecurigaan infeksi.

Komplikasi

Sebagian besar kasus transient tachypneu of newborn akan membaik dalam kurun waktu 24 jam tanpa menyisakan komplikasi bermakna. Walau demikian, sebagian kasus dapat berkembang menjadi lebih berat.

Biasanya membuat bayi mengalami hipoksia (kadar oksigen tubuh jauh di bawah normal), menyebabkan pH darah cenderung asam, dan kemudian berpotensi mengakibatkan gagal napas.

Pencegahan

Transient tachypneu of newborn dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang paling mudah dikendalikan, yaitu menghindari persalinan Caesar. Bilamana persalinan Caesar memang sangat perlu dilakukan, sedapat mungkin lakukan persalinan ini dilaksanakan setelah minggu ke-39 kehamilan.