Sukses

Pengertian

Sindrom Cushing merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat kadar hormon kortisol yang meningkat. Dalam kondisi normal, hormon kortisol dihasilkan oleh kelenjar adrenal (kelenjar yang terletak dekat dengan ginjal).

Hormon kortisol sering disebut hormon stres karena dikeluarkan oleh tubuh sebagai respons atas stres. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan gula darah, membantu meningkatkan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein, serta menekan daya tahan tubuh.

Penyebab

Terdapat banyak penyebab sindrom Cushing. Namun secara umum, penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Penyebab eksogen (dari luar tubuh)
    Adanya hormon kortisol dari luar tubuh yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan terjadinya sindrom Cushing. Hal ini umumnya terjadi pada orang yang mengonsumsi obat kortikosteroid (misalnya prednison, deksametason, atau metilprednisolon) dalam jangka waktu yang panjang. Orang yang memerlukan kortikosteroid dalam jangka panjang antara lain adalah penderita asma, lupus, rheumatoid arthritis, atau penyakit autoimun lainnya.
  • Penyebab endogen (dari dalam tubuh)
    Umumnya penyebab endogen dari sindrom Cushing adalah adanya tumor yang merangsang kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih banyak dari seharusnya. Tumor tersebut bisa berasal dari hipofisis di otak (disebut sebagai penyakit Cushing), bisa juga berasal dari pankreas atau paru-paru.

Penyakit Sindrom Cushing - KlikDokter.com (Joshya/Shutterstock)

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis sindrom Cushing, penderita akan dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam ahli endokrin. Dokter akan menyarankan pemeriksaan darah atau air seni untuk mengukur kadar kortisol. Bila ditemukan peningkatan kadar kortisol, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut memang mengalami sindrom Cushing.

Penderita sindrom Cushing perlu melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan darah untuk menilai kadar hormon ACTH (adrenocorticotropin hormone), CT scan, MRI, dan sebagainya.

Gejala

Peningkatan berat badan yang signifikan adalah tanda yang utama dari sindrom Cushing. Terjadi juga penumpukan lemak, khususnya di daerah perut, wajah, dan tengkuk. Penumpukan lemak di wajah menyebabkan wajah terlihat bulat seperti bulan (moon face).

Gejala sindrom Cushing juga dapat terlihat di kulit. Kulit menjadi tipis, mudah berdarah, muncul stretch mark berwarna keunguan di perut dan tungkai, kaki bengkak, dan tumbuh rambut secara berlebihan.

Otot dan tulang juga dipengaruhi oleh sindrom Cushing. Otot menjadi melemah. Tulang mudah rapuh, rentan mengalami osteoporosis, dan menjadi mudah patah.

Selain itu, sindrom Cushing dapat memengaruhi psikis seseorang. Penderita penyakit ini jadi lebih mudah mengalami depresi dan kecemasan. Gangguan seks berupa penurunan libido dan disfungsi ereksi dapat terjadi.

Penderita penyakit ini juga cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi dan kadar gula darah yang tinggi. Selain itu mereka juga mudah haus dan berkeringat.

Pengobatan

Pengobatan sindrom Cushing tergantung pada penyebabnya. Namun secara umum, tujuan pengobatannya adalah untuk menurunkan kadar hormon kortisol dalam darah.

Jika penyebab sindrom Cushing adalah penggunaan kortikosteroid jangka panjang untuk asma atau penyakit autoimun, maka pengobatannya dilakukan dengan cara mengganti kortikosteroid dengan obat lain yang tidak menyebabkan peningkatan hormon kortisol.

Bila penyebabnya tumor, maka pengobatan yang dilakukan adalah operasi pengangkatan tumor.

Pencegahan

Belum ada hal yang dapat dilakukan untuk sepenuhnya mencegah sindrom Cushing. Bila seseorang perlu mengonsumsi kortikosteroid secara jangka panjang atas indikasi medis, maka kortikosteroid tersebut harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter agar sindrom Cushing dapat dicegah atau dideteksi dini.