Sukses

Psikopat adalah gangguan kepribadian dengan gejala kurangnya empati dan kebiasaan melanggar peraturan. Ini penyebab, ciri, dan pengobatannya.

Psikopat

Psikopat

Dokter spesialis

Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater)

Gejala

Sulit menunjukkan rasa sayang dan empati pada orang lain,

tidak mampu berada dalam relasi jangka panjang, tidak peduli perasaan orang lain, mengintimidasi orang lain, manipulative, mudah berbohong

Faktor risiko

Perampasan emosional, penolakan orang tua, kurang kasih sayang, ketergantungan alkohol atau narkotika

Cara diagnosis

Wawancara terarah, observasi, tes The Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R), dan the Psychopathic Personality Inventory (PPI)

Pengobatan

Psikoterapi

Obat

-

Komplikasi

Punya kecenderungan untuk bunuh diri atau membunuh, mengalami gangguan mental lain, kecanduan alkohol dan obat terlarang

Kapan harus ke dokter?

Mengalami gejala-gejala psikopat di atas. 

Pengertian Psikopat

Psikopat biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak berperasaan, tidak emosional. Namun, psikopat bukanlah suatu diagnosis yang resmi. Istilah tersebut dalam dunia psikiatri termasuk ke dalam gangguan kepribadian anti-sosial, yang bukan berarti seorang pendiam dan penyendiri. Anti-sosial pada jenis gangguan kepribadian tersebut berarti seseorang yang bertentangan dengan masyarakat, aturan, dan perilaku lain yang lebih umum. Pengidap gangguan mental ini biasanya tidak bisa berada dalam relasi yang harmonis dengan orang lain, serta cenderung mudah melakukan kekerasan.

Artikel Lainnya: Ciri-ciri Psikopat yang Perlu Anda Ketahui

Penyebab Psikopat

Hingga saat ini, penyebab pasti psikopat belum diketahui dengan jelas. Namun diduga faktor genetik, lingkungan, dan budaya berperan dalam membentuk seseorang menjadi psikopat.

Penelitian juga menunjukkan kaitannya terhadap hubungan orang tua dan anak.

Gejala Psikopat

Ciri utama dari orang yang memiliki gangguan kepribadian psikopat atau anti-sosial adalah kecenderungannya untuk melanggar peraturan. Orang tersebut biasanya sangat kesulitan untuk menaati peraturan.

Selain itu, seorang psikopat biasanya memiliki tanda berikut:

  • Kesulitan atau tidak mampu menunjukkan rasa sayang dan kebaikan pada orang lain
  • Sering berurusan dengan hukum karena melakukan tindakan kriminal
  • Tidak mampu berada dalam relasi jangka panjang
  • Mudah melakukan kekerasan pada keluarga dan orang terdekat
  • Tidak memedulikan perasaan orang lain
  • Mengintimidasi orang lain
  • Sering melakukan hal yang manipulatif agar keinginannya terpenuhi
  • Mudah berbohong
  • Mudah marah pada hal sepele
  • Melakukan tindakan berbahaya tanpa memikirkan risikonya dengan matang

Meskipun karakter dan perilakunya terkesan buruk dan sulit diterima, psikopat biasanya nyaman dengan dirinya sendiri serta tidak merasa butuh pertolongan.

Artikel Lainnya: Kenali Perbedaan Pribadi Psikopat dan Sosiopat

Faktor Risiko Psikopat

Ada beberapa faktor risiko psikopat, yakni:

  • Perampasan emosional
  • Penolakan orang tua
  • Kurangnya kasih sayang
  • Ketergantungan alkohol atau narkotika

Diagnosis Psikopat

Seorang dokter umumnya mempertimbangkan adanya diagnosis gangguan kepribadian anti-sosial pada orang yang sering berurusan dengan penegak hukum. 

Begitu juga dengan orang yang tidak memiliki hubungan dekat dengan orang lain dan orang yang memiliki riwayat kekerasan pada masa kecilnya.

Dokter atau psikiater akan memastikan diagnosis psikopat melalui wawancara terarah, observasi yang dilakukan terhadap penderita, serta melakukan tes menggunakan The Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R) dan the Psychopathic Personality Inventory (PPI). 

Pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang biasanya tidak diperlukan dalam hal ini.

Pengobatan Psikopat

Seorang psikopat sangat jarang mencari pertolongan ke psikiater atas inisiatif sendiri. Umumnya, psikopat berobat karena perintah dari kepolisian atau pengadilan akibat tindak kriminal yang dilakukannya.

Pengobatan psikopat utamanya adalah psikoterapi. Dalam psikoterapi, psikiater akan membantu penderita untuk menyadari gangguan kepribadian yang dialami dan mendiskusikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya. 

Untuk bisa memperbaiki perilaku, psikoterapi membutuhkan waktu cukup panjang hingga bisa berbulan-bulan. Selain itu, penderita gangguan kepribadian anti-sosial yang mengalami ketergantungan terhadap alkohol atau narkoba perlu menjalani pengobatan terhadap ketergantungan tersebut. 

Ini merupakan langkah penting untuk mengatasi masalah berlanjut.

Artikel Lainnya: Penyebab dan Faktor Risiko Seseorang Menjadi Psikopat

Pencegahan Psikopat

Hingga saat ini belum ada hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan psikopat. Namun demikian, setiap keluarga idealnya bisa menciptakan suasana yang penuh kasih sayang, jauh dari kekerasan, dan menumbuhkan kondisi yang baik untuk kesehatan mental saat membesarkan anak. 

Hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko seseorang, baik yang menyimpan faktor genetik ataupun tidak, menjadi psikopat di masa mendatang.

Komplikasi Psikopat

Psikopat yang tidak ditangani bisa memicu beberapa komplikasi, seperti:

  • Punya kecenderungan untuk bunuh diri atau bahkan membunuh orang lain.
  • Ada kecenderungan untuk melakukan tindak kriminal
  • Mengalami gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan atau depresi
  • Melecehkan atau menelantarkan anak dan pasangan
  • Kecanduan alkohol atau obat terlarang
  • Mengalami kematian dini, biasanya karena tindakan kekerasan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari bantuan profesional, seperti dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater), jika Anda mengalami gejala-gejala psikopat di atas. 

Manfaatkan layanan LiveChat 24 Jam untuk mengetahui berita lainnya seputar psikopat. 

[HNS]

Terakhir diperbaharui: 11 April 2022

Diperbaharui: dr. Adeline Jacklyn

Ditinjau Oleh: dr. Adeline Jacklyn

Referensi:

https://www.verywellmind.com/what-is-a-psychopath-5025217

https://www.healthline.com/health/psychopath#diagnosis

https://www.psychologytoday.com/us/basics/psychopathy