Sukses

Pengertian

Penyakit Whipple merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini cukup langka dan jarang terjadi. Masalah yang ditimbulkan dari penyakit ini sering kali menyerang saluran pencernaan. Meski demikian, terbuka pula potensi menimbulkan infeksi pada organ lainnya.

Penyakit ini lebih sering menyerang laki-laki berusia 40–60 tahun. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat memburuk dan mengancam nyawa.

Penyebab

Penyakit Whipple disebabkan oleh infeksi bakteri Tropheryma whipplei. Infeksi ini menyebabkan luka pada dinding dalam usus halus, penebalan jaringan, dan kerusakan vili (bagian usus yang berfungsi membantu penyerapan nutrisi dari makanan).

Penyakit ini lebih umum ditemukan pada petani, mereka yang bekerja di luar ruangan, dan mereka yang sering kontak dengan tanah dan air limbah. Belum dipastikan cara bakteri T. whipplei menginfeksi seseorang, namun ditemukan kondisi bahwa:

  • Bakteri ini ditemukan pada tanah dan air limbah
  • Bakteri juga ditemukan pada manusia karier penyakit Whipple (manusia sehat yang membawa bakteri dalam tubuhnya, namun tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit)
  • Penyakit Whipple ditularkan dari seseorang kepada orang lainnya

Diagnosis

Penentuan diagnosis terhadap penyakit Whipple didapatkan berdasarkan wawancara medis secara mendetail, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada pasein. Lewat rangkaian pemeriksaan dokter dapat berusaha menyingkirkan penyakit dengan gejala serupa Whipple, seperti inflammatory rheumatoid disease, celiac disease, masalah neurologis, limfoma intra-abdomen, dan Mycobacterium avium complex.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan darah. Tujuannya adalah untuk menilai malabsorpsi (akibat kerusakan vili usus), kelainan elektrolit (akibat diare), anemia (akibat kurangnya nutrisi), DNA T. Whipplei.
  • Endoskopi dan biopsi pada usus.

Gejala

Terdapat empat gejala utama penyakit Whipple, yaitu arthralgia atau nyeri sendi, diare, nyeri perut, dan penurunan berat badan. Selain itu, dapat timbul berbagai gejala lainnya, seperti BAB berlemak atau berdarah, kram atau perasaan kembung pada perut, pembesaran kelenjar getah bening, demam, kelelahan, hingga kulit yang berwarna lebih gelap.

Ada pula kemungkinan munculnya gejala-gejala yang berkaitan dengan sistem saraf. Misalnya gangguan penglihatan, ganguan memori, perubahan sifat, baal pada wajah, sakit kepala, kelemahan pada otot atau kedutan pada otot, kesulitan berjalan, kehilangan pendengaran atau telinga terasa berdenging, dan demensia. Gejala lainnya yang mungkin dirasakan, walaupun jarang, adalah batuk kronis, nyeri dada, perikarditis atau peradangan selaput pembungkus jantung, dan gagal jantung.

Seseorang dengan penyakit Whipple dapat terkena malnutrisi akibat kerusakan vili usus sehingga penyerapan makanan menjadi kurang efektif. Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, orang tersebut dapat mengalami defisiensi nutrisi jangka panjang, kerusakan jantung dan katup jantung, dan kerusakan otak. 

Pengobatan

Penyakit Whipple dapat ditangani dengan pemberian antibiotik. Selama dua minggu pertama pengobatan, mungkin diperlukan antibiotik yang dimasukkan melalui suntikan intra-vena. Jenis antibiotik yang mungkin digunakan antara lain ceftriaxone, meropenem, penicillin G, dan streptomycin.

Setelah itu, diperlukan antibiotik oral (antibiotik yang diminum) yang dikonsumsi dalam jangka panjang. Waktu konsumsinya bisa mencapai satu hingga dua tahun. Antibiotik yang mungkin diberikan adalah trimethoprim/sulfamethoxazole atau doxycycline. Anda perlu menyelesaikan pengobatan ini untuk menjamin semua bakteri T. whipplei dalam tubuh sudah dihancurkan. Seseorang bisa saja merasa sudah sehat atau sembuh, walaupun masih terdapat bakteri tersebut dalam tubuhnya.

Walaupun sudah diobati, penyakit Whipple dapat kembali kambuh. Kekambuhan bisa terjadi bahkan setelah bertahun-tahun menyelesaikan pengobatan. Jika penyakit ini kambuh kembali maka memerlukan pengobatan ulang. Pengobatan ulang dapat dengan penambahan jenis antibiotik yang dikonsumsi, ataupun penggunaan jenis antibiotik yang baru.

Pencegahan

Menjaga daya tahan tubuh merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya penyakit Whipple. Apalagi bila Anda termasuk golongan orang yang sering bekerja di luar ruangan dan banyak melakukan kontak dengan air, tanah, dan limbah.

Lengkapi daya tahan tubuh Anda dengan mengonsumsi suplemen multi-vitamin, vitamin D, dan mineral yang baik seperti asam folat, kalsium, besi, dan magnesium. Tujuannya untuk memastikan Anda mendapat nutrisi yang cukup.