Sukses

Pengertian

Othematoma merupakan kondisi gangguan pada daun telinga yang ditandai dengan adanya kumpulan darah pada daun telinga.

Secara anatomis, daun telinga terbentuk dari tulang rawan yang dibungkus dengan jaringan lunak dan kulit. Bentuk daun telinga yang fleksibel memang membuatnya lebih rentan mengalami cedera. Adanya cedera pada daun telinga bisa menyebabkan menumpuknya darah pada celah antara tulang rawan dan kulit. Kondisi inilah yang menyebabkan othematoma. Secara medis, kadang othematoma disebut juga sebagai hematoma aurikula.

Jika hematoma aurikula tak diatasi segera, lama kelamaan bisa menyebabkan komplikasi berupa perikondritis. Ini merupakan peradangan pada perikondrium (jaringan lunak yang membungkus tulang rawan pada daun telinga).

Penyebab

Pada prinsipnya, othematoma disebabkan karena adanya cedera pada daun telinga. Pencetus cederanya bisa berbagai macam. Hal yang paling sering terjadi adalah kecelakaan dan akibat olahraga, seperti tinju, gulat, dan olahraga lain yang melibatkan kontak fisik yang berat.

Diagnosis

Memastikan adanya othematoma tidaklah sulit. Diagnosis bisa ditentukan baik oleh dokter umum, maupun oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Dokter akan melakukan wawancara menyeluruh. Informasi perlu dikumpulkan khususnya menyangkut adanya cedera yang baru saja terjadi di telinga dan mekanisme terjadinya cedera.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lebih rinci khususnya di daerah telinga. Pada othematoma, daun telinga terlihat merah, bengkak, dan nyeri. Jika dilakukan perabaan pada area daun telinga, daun telinga akan terasa lebih hangat dibandingkan kulit di sekitarnya.

Umumnya tidak perlu dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan adanya othematoma. Namun jika dokter menduga adanya kelainan pembekuan darah yang memperburuk othematoma, pemeriksaan darah berupa pemeriksaan trombosit, bleeding time, clotting time, activated partial thromboplastin time (aPTT), dan prothrombin time (PT) bisa dilakukan untuk memastikannya.

Jika diduga ada komplikasi ke tulang telinga atau telinga bagian tengah dan dalam, pemeriksaan foto rontgen telinga juga dapat dilakukan untuk memastikannya.

Gejala

Gejala utama othematoma adalah perubahan pada daun telinga yang terlihat membengkak, merah atau kebiruan, hangat atau panas pada saat diraba, dan terasa nyeri. Keluhan ini umumnya muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah cedera pada daun telinga terjadi. Dapat terlihat pula darah menetes dari daun telinga, namun hal tersebut tidak sering terjadi.

Jika dibiarkan terlalu lama, othematoma dapat menyebabkan komplikasi berupa perikondritis, yaitu peradangan akibat infeksi pada perikondrium (jaringan lunak yang membungkus tulang rawan pada daun telinga). Bila terjadi perikondritis, bentuk daun telinga akan serupa dengan kondisi othematoma, yaitu daun telinga terlihat bengkak, merah, nyeri, dan hangat bila diraba.

Hal yang membedakan adalah, pada kondisi perikondritis, bukan darah saja yang menumpuk pada daun telinga, melainkan nanah. Terkadang nanah tersebut juga bisa sampai terlihat menetes keluar dari daun telinga.

Bila perikondritis juga tak segera diatasi, akan terjadi perubahan struktur daun telinga secara permanen. Daun telinga akan terlihat menguncup dan berlipat seperti bunga kol (cauliflower ear).

Pengobatan

Othematoma sebaiknya ditangani dalam waktu kurang dari tujuh hari. Pengobatan utamanya adalah dengan mengeluarkan darah dari daun telinga. Tindakan ini secara medis disebut sebagai insisi dan drainase, yaitu tindakan membuat sayatan kecil pada daun telinga untuk mengalirkan darah keluar dari daun telinga. Setelah darah keluar sepenuhnya, dilakukan pembalutan dan penekanan dengan kasa dan plester.

Jika othematoma sudah terjadi selama lebih dari tujuh hari, maka pengobatannya bukan lagi dengan tindakan insisi dan drainase. Umumnya diperlukan tindakan debridement, yaitu tindakan semacam operasi yang bertujuan untuk membersihkan jaringan-jaringan mati dan kotor di daun telinga.

Pencegahan

Untuk mencegah othematoma, sebisa mungkin hindari terjadinya cedera pada daun telinga. Jika memungkinkan, gunakan pelindung kepala dan telinga jika akan melakukan olahraga dengan kontak fisik yang berat.