Sukses

Pengertian Mata Juling

Mata Juling

Mata juling atau dalam dunia medis disebut strabismus merupakan kondisi ketika posisi mata tidak berada dalam posisi seimbang atau sejajar antara mata kiri dengan mata kanan.

Satu mata bisa melihat dengan lurus sedangkan mata lainnya melihat ke arah lain, bisa ke dalam, ke luar, ke atas, maupun ke bawah.

Mata juling cukup banyak terjadi pada usia anak-anak. Sebagian kasus merupakan keturunan dari orang tua. Sebagian lain tidak terdapat riwayat mata juling salam sekali dalam garis keturunan kesehatan keluarganya.

Artikel Lainnya: Kelamaan Main Gawai Bisa Jadi Penyebab Mata Juling?

Penyebab Mata Juling

Penyebab Mata Juling

Untuk dapat melihat fokus dan jelas, kedua mata memerlukan kerja otot-otot penglihatan secara sinergis. Bila salah satu dari otot-otot tersebut lemah atau terganggu, fokus pandang ini pun akan terpengaruh.

Pada anak-anak, karena sejak awal terdapat dua fokus pandang, otak pun beradaptasi hanya mengindahkan pandangan dari mata yang lurus. Sedangkan pandangan dari mata yang mengalami gangguan fokus diabaikan.

Mata juling pada anak lebih sering terjadi pada kondisi berikut:

  • Cerebral palsy
  • Sindrom Down
  • Hidrocefalus
  • Tumor otak
  • Prematur
  • Kanker Retinoblastoma
  • Penyakit campak, dengan kondisi kesehatan umum yang buruk

Berbeda halnya bila mata juling terjadi saat dewasa. Otak yang terbiasa menyinergikan dua mata dengan fokus yang sama menjadi kebingungan. Sering kali dua persepsi pandang ini mengakibatkan penglihatan ganda yang sangat mengganggu penderitanya.

Mata juling yang dapat terjadi saat dewasa, antara lain disebabkan oleh:

  • Tumor
  • Penyakit Tiroid (Penyakit Grave)
  • Stroke
  • Cedera otak
  • Cedera pada mata
  • Diabetes
  • Botulisme
  • Penyakit Guillain-Barre
  • Katarak

Artikel Lainnya: Cara Tepat Atasi Sakit Mata pada Anak

Diagnosis Mata Juling

Diagnosis Mata Juling

Diagnosis mata juling ditentukan setelah wawancara medis untuk mengetahui riwayat keluarga kondisi kesehatan secara umum, atau adanya penggunaan obat-obatan tertentu dan atas dasar pemeriksaan fisik.

Pada anak yang mengalami mata juling, biasanya secara fisik terlihat mata yang tidak terfokus pada titik yang sama. Pantulan cahaya yang ada pada tengah pupil pun jatuh pada titik yang berbeda.

Sebagai skrining awal mata juling, anak-anak berusia tiga sampai lima tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Karena pada prinsipnya mata juling dapat diatasi asalkan mendapat rangkaian terapi sedini mungkin.

Selain itu, untuk menegakkan diagnosis mata juling, biasanya dokter melakukan pemeriksaan berikut:

  • Uji mata tertutup dan terbuka untuk melihat pergerakan dan kelainan pada mata.
  • Uji refleks cahaya kornea untuk mengecek mata yang juling
  • Uji dengan menggunakan prisma untuk melihat apakah mata ada dalam posisi sejajar
  • Pemeriksaan visus mata untuk mengetahui ketajaman penglihatan.
  • Pemeriksaan struktur di dalam bola mata yang dilakukan setelah pelebaran pupil.

Jika mata juling juga disertai dengan gejala lainnya yang membahayakan, maka dokter akan memeriksa otak dan sistem saraf untuk memeriksa kemungkinan kondisi lain yang menyertai gejala mata juling. 

Artikel Lainnya: Mengatasi Sakit Mata pada Balita

Gejala Mata Juling

Gejala Mata Juling

Mata juling mudah dikenali dengan adanya perbedaan posisi dan arah pandang antara mata kanan dan kiri. Sebagian anak dengan mata juling harus mengernyitkan satu mata ketika melihat dalam terang atau menengadahkan kepala agar dapat melihat suatu objek dengan jelas.

Berikut ini merupakan gejala lain yang dapat dialami oleh penderita mata juling, yaitu:

  • Mata terlihat tidak sejajar.
  • Kedua mata tidak bergerak secara bersamaan.
  • Memiringkan kepala saat melihat sesuatu.
  • Sering berkedip atau menyipitkan mata, terutama di bawah sinar matahari.
  • Rasa tegang pada mata.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan persepsi atau perkiraan akan jarak.
  • Penglihatan ganda.

Penglihatan ganda tidak berlaku pada anak-anak. Hal ini dikarenakan dua gambar yang terekam oleh mata dan dikirimkan kepada otak anak-anak akan diacuhkan oleh otak dan otak akan memilih gambar dari salah satu mata, biasanya dari mata yang sehat.

Hal ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kemampuan penglihatan salah satu mata menjadi turun, yang disebut dengan mata malas (ambliopia). 

Artikel Lainnya: Benarkah Sakit Mata Bisa Menular Lewat Pandangan?

Pengobatan Mata Juling

Pengobatan Mata Juling

Pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi kedua mata agar dapat melihat dengan jelas dan fokus menggunakan kedua mata tersebut. Jenis pengobatan mata juling tergantung dari tingkat keparahannya.

Berikut beberapa pengobatan yang disarankan:

Tetes mata. Untuk orang dengan gejala mata juling ringan, obat tetes mata diberikan untuk mengaburkan penglihatan mata yang lebih kuat untuk sementara, sehingga kedua mata memiliki fokus yang sama.

  • Latihan mata

Orang dewasa dengan gejala mata juling ringan, akan direkomendasikan pengobatan dengan memberikan latihan khusus terhadap otot-otot yang mengendalikan pergerakan mata.

  • Penutup mata

Pada kasus ketika terjadi mata malas, dokter bisa memberikan penutup pada mata yang sehat agar mata yang mengalami juling dapat ‘dipaksa’ untuk bekerja dengan baik.

  • Kacamata atau lensa kontak

Kacamata atau lensa kontak membantu mengobati mata juling yang disebabkan gangguan penglihatan pada mata, seperti rabun jauh atau rabun dekat.

  • Lensa prisma

Lensa prisma adalah lensa khusus yang dapat membelokkan cahaya yang masuk ke mata dan mengurangi kerja mata untuk membelok ketika perlu melihat suatu benda.

  • Suntik botox ke otot mata yang sehat

Injeksi dilakukan untuk melemahkan otot mata yang lebih kuat, sehingga melatih otot mata yang lemah. Hal ini direkomendasikan apabila mata Anda juling tanpa ada penyebabnya. Namun, efek botox biasanya hanya berlangsung kurang dari 3 bulan.

  • Operasi

Prosedur operasi dilakukan untuk mengencangkan atau melonggarkan otot-otot yang mengendalikan pergerakan mata. Pada kasus tertentu diperlukan operasi untuk memperbaiki otot mata yang terganggu.

Artikel Lainnya: Cegah Penularan Sakit Mata dengan Kacamata Hitam, Mitos atau Fakta? 

Komplikasi Mata Juling

Komplikasi Mata Juling

Salah satu komplikasi yang dapat terjadi bila mata juling tidak ditangani dengan tepat adalah mata malas atau ambliopia. Mata malas terjadi bila otak terbiasa menggunakan hanya satu mata yaitu mata sehat untuk mempersepsikan obyek.

Lama-kelamaan mata yang mengalami juling akan semakin menurun kerjanya dan bukan tidak mungkin kehilangan kemampuan melihat.

Artikel Lainnya: Muncul Urat Merah di Mata? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pencegahan Mata Juling

Pencegahan Mata Juling

Mata juling umumnya tidak dapat dicegah. Namun, pencegahan terhadap komplikasi mata juling dapat dilakukan dengan deteksi dini dan penanganan sesegera mungkin secara tepat.

Bayi yang baru lahir dan anak hingga usia tiga tahun juga harus menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk mengevaluasi kemampuan penglihatannya.

Reporter dan Editor