Masalah THT

Othematoma

dr. Sara Elise Wijono MRes., 06 Januari 2023

Icon ShareBagikan
Icon Like

Othematoma adalah kelainan pada telinga dimana terdapat darah yang mengumpul karena terjadi benturan pada telinga. Bagaimana cara mengobati othematoma?

Othematoma 

Dokter spesialis

Spesialis THT

Gejala 

Telinga bengkak, berubah warna menjadi merah kebiruan, nyeri

Faktor risiko

Aktivitas rawan benturan seperti contact sports, kecelakaan kendaraan bermotor

Cara diagnosis

Pemeriksaan langsung oleh dokter

Pengobatan

Tindakan insisi dan drainase untuk mengeluarkan kumpulan darah

Obat 

Obat tidak dapat mengeluarkan kumpulan darah pada othematoma

Komplikasi 

Cauliflower ear, infeksi, terbentuk jaringan parut

Kapan harus ke dokter?

Jika terdapat keluhan telinga setelah terjadi benturan telinga

Pengertian

Othematoma adalah kondisi gangguan pada daun telinga yang ditandai dengan adanya kumpulan darah pada daun telinga yang disebut perikondrium.

Secara anatomis, daun telinga terbentuk dari tulang rawan yang dibungkus oleh jaringan lunak dan kulit. 

Bentuk daun telinga yang fleksibel memang membuatnya lebih rentan mengalami cedera. Adanya cedera pada daun telinga bisa menyebabkan menumpuknya darah pada celah antara tulang rawan dan kulit. 

Kondisi inilah yang menyebabkan othematoma. Secara medis, kadang othematoma disebut juga sebagai hematoma aurikula.

Jika hematoma aurikula tak diatasi segera, lama-kelamaan bisa menyebabkan komplikasi berupa perikondritis, yaitu peradangan pada perikondrium (jaringan lunak yang membungkus tulang rawan daun telinga).

Artikel lainnya: Penyebab Telinga Sakit yang Jarang Diketahui 

Penyebab

Pada prinsipnya, penyebab othematoma adalah cedera pada daun telinga. Pencetus cedera tersebut bisa berbagai macam. 

Yang tersering adalah kecelakaan kendaraan bermotor dan cedera akibat olahraga, seperti tinju, gulat, serta olahraga lain yang melibatkan kontak fisik yang berat.

Selain itu, pemasangan anting yang tidak benar juga bisa memicu othematoma.

Faktor Risiko

Mereka yang melakukan aktivitas dengan risiko trauma pada telinga akan lebih berpeluang terkena othematoma. Misalnya saja hobi aktivitas contact sports.

Gejala

Gejala othematoma yang utama adalah perubahan pada daun telinga, seperti bengkak, merah atau kebiruan, hangat atau panas pada saat diraba, dan terasa nyeri. 

Keluhan ini umumnya muncul beberapa menit hingga beberapa jam setelah cedera/trauma pada daun telinga terjadi. 

Selain itu, dapat terlihat pula darah menetes dari daun telinga, meskipun hal tersebut tidak sering terjadi.

Jika dibiarkan terlalu lama, othematoma dapat menyebabkan komplikasi berupa perikondritis. 

Bila terjadi perikondritis, bentuk daun telinga akan serupa dengan kondisi othematoma, yaitu daun telinga terlihat bengkak, merah, nyeri, dan hangat bila diraba.

Hanya saja, pada kondisi perikondritis, bukan darah saja yang menumpuk pada daun telinga, tapi juga nanah. Terkadang, nanah juga bisa sampai terlihat menetes keluar dari daun telinga.

Bila perikondritis juga tak segera diatasi, akan terjadi perubahan struktur daun telinga secara permanen. Daun telinga akan terlihat menguncup dan berlipat seperti bunga kol (cauliflower ear).

Artikel lainnya: Gangguan Telinga yang Paling Sering Terjadi, Apa Saja? 

Diagnosis

Memastikan adanya othematoma tidaklah sulit. Diagnosis bisa ditentukan baik oleh dokter umum maupun oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Dokter akan melakukan wawancara menyeluruh. Informasi perlu dikumpulkan khususnya menyangkut adanya cedera yang baru saja terjadi di telinga dan mekanisme terjadinya cedera.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lebih rinci, khususnya di daerah telinga. Pada othematoma, daun telinga terlihat merah, bengkak, dan nyeri. 

Jika dilakukan perabaan, daun telinga akan terasa lebih hangat dibandingkan kulit di sekitarnya.

Umumnya tidak perlu dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan adanya othematoma. 

Namun, jika dokter menduga ada kelainan pembekuan darah yang memperburuk othematoma, pemeriksaan darah berupa pemeriksaan trombosit, bleeding time, clotting timeactivated partial thromboplastin time (aPTT), dan prothrombin time (PT) bisa dilakukan.

Jika diduga ada komplikasi ke tulang telinga atau telinga bagian tengah dan dalam, pemeriksaan foto rontgen telinga juga dapat dilakukan untuk memastikannya.

Pengobatan

Othematoma sebaiknya ditangani dalam waktu kurang dari tujuh hari. Pengobatan utamanya adalah dengan mengeluarkan darah dari daun telinga. 

Tindakan ini secara medis disebut sebagai insisi dan drainase, yaitu tindakan membuat sayatan kecil pada daun telinga untuk mengalirkan darah keluar dari daun telinga. 

Setelah darah keluar sepenuhnya, dilakukan pembalutan dan penekanan dengan kasa dan plester.

Nah, jika othematoma sudah terjadi selama lebih dari tujuh hari, pengobatannya bukan lagi dengan tindakan insisi dan drainase. 

Pada umumnya, diperlukan tindakan debridement, yaitu tindakan semacam operasi yang bertujuan untuk membersihkan jaringan-jaringan mati dan kotor di daun telinga.

Artikel lainnya: Telinga Sering Berdengung, Apa yang Salah? 

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit othematoma, sebisa mungkin hindari terjadinya cedera pada daun telinga. 

Gunakan pelindung kepala dan telinga jika akan melakukan olahraga dengan kontak fisik yang berat.

Komplikasi

Bila tidak ditangani dengan tepat dan segera, beberapa kemungkinan komplikasi othematoma antara lain:

  • Infeksi
  • Nyeri, sensasi tertusuk atau terbakar pada telinga (parestesia)
  • Terbentuk jaringan parut 
  • Jika tidak ditangani berpotensi menyebabkan kelainan bentuk telinga yang dikenal dengan cauliflower ear, yakni benjolan abnormal yang terbentuk dari jaringan lunak pada daun telinga

Kapan Harus ke Dokter?

Karena pengobatan othematoma sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat perubahan pada telinga yang muncul setelah ada benturan pada telinga.

Apabila sakit di daun telinga memberat, konsultasi dengan dokter spesialis THT di KlikDokter. Jangan tunggu sakit memberat. #JagaSehatmu setiap hari.

[HNS/NM]

Artikel Terkait

Tanya Dokter