Masalah Gigi dan Mulut

Epulis

dr. Arina Heidyana, 06 Jan 2023

Ditinjau Oleh

Epulis adalah pertumbuhan jaringan yang abnormal membentuk massa atau tumor pada gusi. Ada beberapa jenis epulis. Apa saja? Ini penjelasan lengkapnya.

Epulis

Epulis

Dokter Spesialis

Dokter gigi

Gejala

Benjolan lunak di gusi berwarna merah muda hingga tua yang mudah berdarah

Faktor Risiko

Kebersihan mulut yang buruk, cedera, kehamilan, pemasangan gigi palsu

Cara Diagnosis

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, rontgen, biopsi

Pengobatan

Pembedahan dan kuretase

Komplikasi

Kesulitan makan, terganggunya proses napas

Kapan harus ke dokter?

Jika mengalami gejala-gejala epulis


Pengertian Epulis

Epulis adalah tumor atau benjolan yang tumbuh pada gusi (gingiva). Biasanya, kondisi tersebut ditandai dengan munculnya luka pada gusi penderita.

Secara umum, epulis disebabkan oleh faktor hormonal, terkena iritasi, dan trauma fisik yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan yang berlebihan.

Terdapat berbagai jenis epulis, yaitu epulis kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT), epulis fibromatosa, epulis granulomatosa, epulis fissuratum, epulis gravidarum, epulis angiomatosa, dan epulis gigantoselulare.

Apa perbedaan masing-masing jenis epulis tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Artikel lainnya: Ada Benjolan di Gusi, Kapan Perlu ke Dokter Gigi?

Penyebab Epulis

Penyebab epulis sangat beragam, tergantung dari jenis epulis itu sendiri. Berikut beberapa jenis epulis dan penyebabnya masing-masing:

1. Epulis Kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT)

Jenis epulis yang satu ini terbentuk sejak lahir. Penyebabnya masih belum diketahui dengan jelas hingga saat ini. 

Namun, epulis kongenital diduga berasal dari sel-sel epitel bakal benih gigi dan banyak ditemui pada area depan gusi rahang atas.

2. Epulis Fibromatosa

Ini adalah jenis epulis yang paling sering dijumpai di antara semua jenis epulis lainnya. 

Epulis fibromatosa disebabkan oleh iritasi atau luka pada gusi di tempat sama yang terjadi secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. 

Hal ini kemudian menyebabkan pertumbuhan jaringan yang berlebihan.

3. Epulis Granulomatosa

Epulis granulomatosa biasa terjadi pada lubang bekas gigi dicabut atau bekas operasi akibat kemasukan kotoran sisa makanan setelah selesai pencabutan. 

Epulis jenis ini terletak pada gusi, tepatnya di antara gigi.

4. Epulis Fissuratum

Jenis yang satu ini merupakan suatu epulis yang terbentuk akibat pemakaian gigi tiruan yang tidak baik. 

Luka yang timbul akibat iritasi atau gesekan dengan gigi palsu yang terlalu keras dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan epulis ini.

5. Epulis Gravidarum

Epulis gravidarum merupakan pembesaran gusi yang berkembang selama kehamilan. 

Sebanyak 0,2–5 persen ibu hamil mengalami epulis gravidarum. Faktor hormonal adalah yang menjadi penyebab epulis pada kehamilan ini.

Faktor Risiko Epulis

Faktor risiko epulis antara lain meliputi:

  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga
  • Trauma atau cedera pada gusi
  • Kehamilan
  • Penggunaan gigi palsu yang tidak sesuai
  • Adanya penyakit mulut dan gigi
  • Riwayat epulis sebelumnya

Artikel lainnya: 13 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya

Gejala Epulis

Tanda dan gejala epulis dapat bervariasi, tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa gejala yang dapat dikenali sesuai dengan jenisnya:

1. Epulis Kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT)

Biasanya, epulis kongenital terlihat seperti benjolan yang menonjol pada gusi bayi yang baru lahir. 

Kondisi ini terkadang dapat menghambat pernapasan dan asupan makanan bayi.

Benjolan epulis berwarna merah muda dan terasa lunak saat disentuh. Benjolan ini dapat mengecil secara spontan, seiring dengan bertambahnya usia. 

Untuk terapi, dapat dilakukan pemotongan jaringan bila dibutuhkan.

2. Epulis Fibromatosa

Benjolan epulis fibromatosa berwarna merah muda pucat dan biasanya terletak di bagian permukaan depan tepatnya di antara 2 gigi. 

Bentuknya tampak seperti benjolan yang tipis, kenyal, dan padat.

Terkadang, benjolan bisa membentuk luka seperti sariawan. Benjolan juga bisa bertangkai atau tidak, tidak mudah berdarah, dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Umumnya, epulis jenis ini dijumpai pada orang dewasa. Area tempat epulis fibromatosa tumbuh terutama pada bagian gusi (gingiva), bibir, pipi, lidah dan gusi pada sisi luar gigi.

3. Epulis Granulomatosa

Epulis granulomatosa terletak pada gusi, tepatnya di antara gigi. 

Benjolan epulis jenis ini memiliki bentuk yang tidak beraturan, berwarna merah kebiruan, lunak dan mudah berdarah, serta bertangkai.

4. Epulis Fissuratum

Benjolan epulis jenis ini biasanya benjolan terlihat seperti lipatan gusi dan tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali bila terkena infeksi.

Pada umumnya, epulis ini tidak menimbulkan peradangan.

5. Epulis Gravidarum

Epulis gravidarum tampak seperti tonjolan gusi dengan warna bervariasi. Mulai dari merah muda, merah tua hingga keunguan. Epulis ini paling sering ditemui di gusi pada gigi atas.

Orang dengan epulis gravidarum umumnya tidak akan merasa sakit. Meski demikian, epulis ini mudah berdarah bila terlibat dalam proses mengunyah dan saat menyikat gigi.

6. Epulis Angiomatosa (Epulis Telangiecticum)

Pertumbuhan epulis angiomatosa sangat cepat. Benjolan memiliki tekstur lunak seperti spons, berwarna merah cerah, dan mudah berdarah.

Epulis ini sering keliru diartikan sebagai epulis granulomatosa dan epulis gravidarum.

7. Epulis Gigantoselulare (Peripheral Giant Cell Granuloma)

Jenis epulis yang satu ini banyak menyerang wanita dan anak-anak. Selain itu epulis ini dapat mengenai jaringan periodontal atau daerah gusi yang tidak bergigi. 

Benjolan epulis berwarna merah tua hingga ungu dan bertangkai lebar, lunak, mudah berdarah, memiliki diameter antara 0,5–1,5 sentimeter atau bisa lebih besar. Terkadang terjadi luka sariawan dan disertai rasa sakit.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Masalah Gusi Hitam

Diagnosis Epulis

Untuk menegakkan diagnosis epulis, dokter gigi akan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik langsung. 

Dengan pemeriksaan fisik, dokter akan menentukan lokasi, ukuran, luas, dan juga jenis epulis yang kamu derita.

Lalu, dokter juga memerlukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen gigi dan biopsi. 

Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan tumor dan diperiksakan ke laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya risiko tumor ganas atau kanker.

Dengan demikian, dokter dapat menentukan jenis epulis yang diderita dan memberikan pengobatan yang tepat.

Pengobatan Epulis

Pengobatan epulis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan pada tumor gusi yang muncul.

Pada epulis kongenital, kebanyakan epulis akan hilang sendiri dalam 8 bulan pertama kehidupan. Oleh karena itu, jika lesinya kecil, tidak dilakukan pengobatan apa pun.

Epulis jenis lainnya biasanya diobati dengan pembedahan dan kuretase untuk mengangkat epulis dari gusi. 

Setelah itu, jaringan epulis akan diperiksa di laboratorium untuk menguji jaringan lebih lanjut.

Lalu, dokter juga akan melihat penyebab epulis tersebut. Misalnya, jika penyebabnya karena gigi palsu, gigi tiruan harus dimodelkan ulang agar pas dengan gusi untuk mencegah iritasi lebih lanjut dan mencegah kekambuhan epulis.

Pencegahan Epulis

Kamu dapat mencegah pembentukan tumor gusi atau epulis dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi 2 kali sehari
  • Segera lakukan pengobatan ke dokter gigi jika mengalami cedera pada gusi atau memiliki masalah pada gigi dan gusi seperti gigi berlubang, gigi retak, dan sebagainya
  • Lakukanlah pemasangan gigi palsu dengan ahlinya dan berkonsultasilah dengan dokter gigi apabila ada pemasangan gigi palsu yang kurang pas
  • Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan menyeluruh

Komplikasi Epulis

Jika tidak ditangani dengan baik, epulis bisa memicu komplikasi, seperti:

  • Kesulitan makan
  • Terganggunya proses pernapasan

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan ada benjolan pada gusi yang bertambah besar dan mudah berdarah, segeralah periksakan diri ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Sekarang kamu sudah tahu apa itu epulis. Apabila kamu masih punya pertanyaan seputar penyakit ini, konsul langsung dengan dokter gigi di fitur Tanya Dokter. 

Jangan tunggu sakit memberat. #JagaSehatmu setiap hari.

[HNS/NM]

  • Stern D. (2021). Epulis Fissuratum. https://emedicine.medscape.com/article/1077440-overview
  • Epulis. (n.d). https://dermnetnz.org/topics/epulis 
  • Truschnegg, A., Acham, S., Kiefer, B. A., Jakse, N., & Beham, A. (2016). Epulis: a study of 92 cases with special emphasis on histopathological diagnosis and associated clinical data. Clinical oral investigations, 20(7), 1757–1764. https://doi.org/10.1007/s00784-015-1665-3 
  • van der Wal, J.E. (2016). Epulis. In: Slootweg, P.J. (eds) Dental and Oral Pathology. Encyclopedia of Pathology. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-319-28085-1_784 
  • Saliou A, Hamza D S, et al. (2019). Epidemiological, Clinical and Therapeutic Issues of Epulis at Campus University Teaching Hospital of Lomé: About 33 Cases. https://pdfs.semanticscholar.org/3c61/8c0818b51e25219de3ba5760de9cb621f46a.pdf