Sukses

Pengertian

Kram otot terjadi apabila seseorang mengalami kontraksi otot tiba-tiba, tidak segera mereda dan terasa sangat nyeri. Walaupun dapat terjadi pada otot mana pun, kram otot lebih sering menyerang otot-otot berikut ini:

  • Otot betis (gastrocnemius)
  • Otot paha bagian belakang (Hamstring)
  • Otot paha bagian depan (quadriceps)

Beberapa orang memiliki faktor risiko lebih besar terkena kram otot, yaitu:

  • Anak-anak dan lansia
  • Orang yang sedang sakit
  • Obesitas
  • Olahraga tanpa pemanasan
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Diagnosis

Diagnosis kram otot didasarkan pada adanya keluhan kontraksi otot tiba-tiba, yang terjadi hanya pada satu atau beberapa area tubuh.

Untuk mencari tahu penyebabnya, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan, misalnya pemeriksaan elektrolit darah. Pemeriksaan ini diperlukan bila terdapat kecurigaan adanya ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh sebagai pemicu terjadinya kram otot.

Penyebab

Penyebab pasti kram otot tidak diketahui pasti (idiopatik). Walau demikian, beberapa hal diketahui dapat menjadi pemicunya, seperti:

  • Tidak adekuatnya pemanasan sebelum berolahraga

Kurangnya pemanasan sebelum berolahraga dapat membuat otot lebih mudah lelah. Kelelahan otot ini akan berdampak pada penumpukan zat buang yang kemudian dapat mengacaukan koordinasi otot–saraf dan memicu terjadinya kontraksi otot terus menerus.

  • Cedera otot

Cedera otot yang dialami dapat membuat kerusakan dalam struktur otot itu sendiri dan memicu terjadinya kontraksi yang tidak diinginkan.

  • Beraktivitas di lingkungan yang sangat panas

Suhu lingkungan yang panas saat beraktivitas dapat membuat seseorang rentan mengalami dehidrasi dan kram otot.

  • Dehidrasi

Untuk dapat bekerja dengan baik, otot memerlukan pasokan darah yang cukup sebagai sumber oksigen dan nutrisi. Bila tubuh mengalami dehidrasi, pasokan darah ke otot akan berkurang dan memicu terjadi kram otot.

  • Kekurangan elektrolit dalam tubuh

Selain oksigen dan nutrisi, darah juga mengandung elektrolit yang diperlukan untuk mengatur kerja otot. Bila jumlah elektrolit dalam darah ini tidak mencukupi, kerja otot akan terpengaruh dan sebagai efeknya sampingnya dapat terjadi kram otot.

Gejala

Otot yang kontraksi tiba-tiba, tidak kunjung reda adalah gejala utama kram otot. Bila dilihat, area otot yang terkena terlihat menegang dan teraba keras. Kram otot dapat terjadi beberapa kali sebelum keluhan benar-benar hilang.

Pengobatan

Umumnya kram otot tidak memerlukan penanganan serius oleh dokter. Seseorang yang mengalami kram otot dapat melakukan beberapa hal agar nyeri yang dirasakan lebih cepat mereda.

  • Hentikan kegiatan yang sedang dilakukan
  • Luruskan otot yang sedang mengalami kram secara perlahan dan pijat dengan lembut
  • Gunakan kompres hangat pada otot yang tegang atau kompres dingin bila pemicunya adalah benturan yang menyebabkan cedera otot.

Walau dapat sembuh dengan sendirinya, penanganan oleh dokter tetap dibutuhkan pada kasus berikut ini:

  • Kram otot yang menyebabkan nyeri hebat, tidak kunjung mereda dengan langkah yang dilakukan sendiri
  • Otot terlihat merah, bengkak dan teraba hangat
  • Terjadi kelemahan otot setelahnya
  • Sangat sering dialami

Komplikasi

Kram otot umumnya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang sifatnya sesaat. Tidak ada komplikasi berbahaya yang timbul setelahnya.

Pencegahan

Untuk mencegah kram otot terjadi, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan:

  • Hindari dehidrasi dengan minum air putih yang cukup
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Berolahraga dengan gerakan-gerakan yang dapat meningkatkan kelenturan otot.