Sukses

Pengertian

Hiperaktivitas merupakan suatu kondisi di mana seseorang menjadi lebih aktif dari biasanya. Kondisi ini dapat ditandai dengan adanya peningkatan gerakan, perilaku agresif, perilaku impulsif, dan mudah terusik.

Orang dengan hiperaktivitas umumnya dapat mengalami masalah lainnya akibat dari kesulitan yang dialami untuk duduk dengan tenang dan berkonsentrasi. Misalnya, hiperaktivitas dapat menyebabkan kesulitan dalam beraktivitas di sekolah atau tempat kerja, dan juga dapat memengaruhi hubungan dengan keluarga dan teman.

Hiperaktivitas bukanlah sebuah penyakit tersendiri, melainkan salah satu tanda dan gejala dari suatu kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut guna menentukan adanya kondisi kesehatan yang mendasari terjadinya hiperaktivitas.

Penyakit Hiperaktivitas (Tatyana Dzemileva/Shutterstock)

Penyebab

Hiperaktivitas dapat terjadi akibat adanya masalah kesehatan tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya hiperaktivitas adalah:

  • Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
  • Hipertiroidisme, suatu kondisi di mana terdapat peningkatan hormon tiroid
  • Kelainan pada sistem saraf atau otak
  • Gangguan jiwa tertentu
  • Masalah psikologis

Gejala

Pada anak-anak, hiperaktivitas dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi di sekolah. Selain itu, anak dengan hiperaktivitas juga dapat menunjukkan perilaku impulsif seperti:

  • Berbicara tanpa menunggu giliran
  • Mengatakan hal-hal secara spontan
  • Memukul temannya
  • Tampak lebih aktif secara signifikan dibandingkan teman-temannya

Pada orang dewasa, hiperaktivitas dapat ditandai dengan adanya tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Kesulitan berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan
  • Kesulitan mengingat nama, angka, atau potongan-potongan informasi lainnya

Diagnosis

Penentuan diagnosis mengenai adanya hiperaktivitas dapat ditentukan dari wawancara medis yang mendetail dan pemeriksaan fisik secara langsung dengan dokter. Dokter dapat menanyakan mengenai awal timbulnya tanda dan gejala serta adanya perubahan lain pada dirinya dari sisi kesehatan.

Dokter juga akan menanyakan adanya obat-obatan tertentu yang dikonsumsi secara rutin. Selain itu, karena hiperaktivitas dapat menjadi salah satu tanda dari kondisi kesehatan lain yang mendasari, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan kemungkinan adanya kondisi kesehatan lainnya.

Penanganan

Bila dokter menyimpulkan bahwa hiperaktivitas disebabkan oleh adanya penyakit yang mendasari, maka dapat diberikan penanganan sesuai kondisi kesehatan tersebut. Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan hiperaktivitas, seperti gangguan pada tiroid, sistem saraf dan otak, gangguan kesehatan jiwa, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi kesehatan yang mendasari.

Hiperaktivitas juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis gangguan kesehatan jiwa. Pada kondisi tersebut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa, yang akan mengevaluasi tanda dan gejala yang dialami guna menentukan kondisi yang dialami. Setelah terdiagnosis, dapat dilakukan pengobatan atau terapi sesuai anjuran dari dokter spesialis kesehatan jiwa untuk mengontrol hiperaktivitas yang dialami.

Terapi perilaku kognitif juga merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk penanganan hiperaktivitas. Terapi jenis ini ditujukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang berkaitan dengan hiperaktivitas.

Pencegahan

Karena penyebab dari timbulnya hiperaktivitas belum diketahui secara pasti, belum terdapat metode yang efektif secara sepenuhnya dalam mencegah timbulnya kondisi ini.