Sukses

Pengertian

Epulis adalah bentuk suatu tumor atau benjolan yang tumbuh pada gusi (gingiva). Secara umum epulis disebabkan karena faktor hormonal, terkena iritasi, dan trauma fisik, yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan yang berlebihan.

Terdapat berbagai jenis epulis, yaitu epulis kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT), epulis fibromatosa, epulis granulomatosa, epulis fissuratum, epulis gravidarum, epulis angiomatosa, dan epulis gigantoselulare.

Penyebab

Penyebab epulis sangat beragam, tergantung dari jenis epulis itu sendiri. Berikut beberapa jenis epulis dan penyebab masing-masing:

  • Epulis Kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT).
    Jenis epulis yang satu ini terbentuk sejak lahir. Penyebabnya masih belum diketahui dengan jelas hingga saat ini. Namun, epulis kongenital diduga berasal dari sel-sel epitel bakal benih gigi dan banyak ditemui pada area depan gusi rahang atas.
  • Epulis Fibromatosa
    Ini adalah jenis epulis yang paling sering dijumpai di antara semua jenis epulis lainnya. Epulis fibromatosa disebabkan karena iritasi atau luka pada gusi di tempat sama yang terjadi secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Hal ini kemudian menyebabkan pertumbuhan jaringan yang berlebihan.
  • Epulis Granulomatosa
    Biasa terjadi pada lubang bekas gigi dicabut atau bekas operasi akibat kemasukan kotoran sisa makanan setelah selesai pencabutan.  Epulis terletak pada gusi –tepatnya di antara gigi.
  • Epulis Fissuratum
    Jenis yang satu ini merupakan suatu epulis yang terbentuk akibat pemakaian gigi tiruan yang tidak baik. Luka yang timbul akibat iritasi atau gesekan dengan gigi palsu yang terlalu keras dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan epulis ini.
  • Epulis Gravidarum
    Epulis ini merupakan pembesaran gusi yang berkembang selama kehamilan. Sebanyak 0,2–5 persen ibu hamil mengalami epulis gravidarum.

Benjolan biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan. Meski demikian, epulis gravidarum juga bisa saja muncul saat trimester kedua.

Epulis ini berkembang sangat pesat dan bisa berulang di kehamilan berikutnya. Perkembangannya cepat, seiring dengan peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada saat kehamilan.

Hormon progesteron inilah yang memberikan pengaruh besar terhadap terjadinya proses peradangan. Namun proses ini akan mulai menurun pada usia kehamilan sembilan bulan dan beberapa hari setelah melahirkan. Setelah itu kondisi ibu akan kembali normal seperti sebelum hamil.

Terdapat dua penyebab epulis ini, yaitu penyebab primer dan sekunder.

Penyebab primer artinya, faktor penyebab bersifat lokal –seperti iritasi lokal akibat penumpukan plak dan karang gigi. Pada ibu yang tidak hamil atau orang dewasa lainnya juga bisa terbentuk epulis, tetapi dengan adanya perubahan hormonal selama kehamilan yang dapat memperberat peradangan pada gusi.

Iritasi lokal lainnya yang menjadi penyebab epulis gravidarum adalah pengapuran, sisa-sisa makanan, tambalan yang kurang baik sampai gigi tiruan yang kurang baik.

Sedangkan yang menjadi penyebab sekunder adalah faktor kehamilan yang menyebabkan keseimbangan hormonal, terutama estrogen dan progesteron.

Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada masa kehamilan ternyata mempunyai efek lain, yaitu pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah. Akibatnya gusi menjadi lebih merah, bengkak dan mudah berdarah.

  • Epulis Angiomatosa (Epulis Telangiecticum)
    Epulis ini disebabkan karena suatu trauma. Atau bisa juga karena penyebab lain yang belum diketahui, namun diduga terkait dengan hemangioma gingiva yaitu tumor pada pembuluh darah di gusi.
  • Epulis Gigantoselulare (Peripheral Giant Cell Granuloma)
    Jenis yang satu ini disebabkan oleh trauma  pada gusi, akibat pencabutan gigi, iritasi/ luka pada gigi palsu atau infeksi kronis yang banyak menyerang wanita dan anak-anak.

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis epulis, dokter gigi perlu melakukan wawancara medis mendetail dan pemeriksaan fisik secara langsung. Dengan demikian, dokter dapat menentukan jenis epulis yang diderita dan memberikan pengobatan yang tepat.

Gejala

Tanda dan gejala epulis bervariasi, tergantung pada jenis epulis itu sendiri. Berikut beberapa gejala yang dapat dikenai sesuai dengan jenisnya:

  • Epulis Kongenital atau Congenital Granular Cell Tumor (CGCT).
    Jenis epulis yang satu ini terbentuk sejak lahir. Biasanya epulis terlihat seperti benjolan yang menonjol pada gusi bayi yang baru lahir. Kondisi ini terkadang dapat menghambat pernafasan dan asupan makanan bayi.

Benjolan epulis berwarna merah muda dan terasa lunak saat disentuh.  Benjolan ini dapat mengecil secara spontan, seiring dengan bertambahnya usia. Untuk terapi dapat dilakukan pemotongan jaringan bila dibutuhkan.

  • Epulis Fibromatosa
    Ini adalah jenis epulis yang paling sering dijumpai di antara semua jenis epulis lainnya. Benjolan epulis berwarna merah muda pucat dan biasanya terletak di bagian permukaan depan –tepatnya di antara 2 gigi. Bentuknya tampak seperti benjolan yang tipis, kenyal, dan padat.

Terkadang benjolan bisa membentuk luka seperti sariawan. Benjolan juga bisa bertangkai/ tidak, tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Umumnya epulis jenis ini dijumpai pada orang dewasa. Area tempat epulis fibromatosa tumbuh terutama pada bagian gusi (gingiva), bibir, pipi, lidah dan gusi pada sisi luar gigi.

Perawatan terhadap kasus epulis fibromatosa dilakukan dengan pengambilan jaringan epulis. Jika epulis tumbuh semakin besar, maka dapat mengganggu aktivitas mengunyah, mudah tergigit, dan menjadi luka.

  • Epulis Granulomatosa
    Epulis terletak pada gusi –tepatnya di antara gigi. Benjolan epulis memiliki bentuk yang tidak beraturan, berwarna merah kebiruan, lunak dan mudah berdarah, serta bertangkai.
  • Epulis Fissuratum
    Benjolan epulis biasanya benjolan terlihat seperti lipatan gusi dan tidak menimbulkan rasa sakit –kecuali bila terkena infeksi. Umumnya, epulis ini tidak menimbulkan peradangan.
  • Epulis Gravidarum
    Epulis gravidarum tampak seperti tonjolan gusi dengan warna bervariasi. Mulai dari merah muda, merah tua hingga keunguan. Epulis ini paling sering ditemui di gusi pada gigi atas.

Orang dengan epulis gravidarum umumnya tidak akan merasa sakit. Meski demikian epulis ini mudah berdarah bila terlibat dalam proses mengunyah dan saat menyikat gigi.

Besar diameter tonjolan atau benjolan tidak lebih dari dua sentimeter. Namun, pada beberapa kasus benjolan bisa tumbuh sangat besar sampai membuat bibir penderitanya sulit dikatupkan.

  • Epulis Angiomatosa (Epulis Telangiecticum)
    Pertumbuhan epulis angiomatosa sangat cepat. Benjolan memiliki tekstur lunak seperti spons, berwarna merah cerah, dan mudah berdarah. Epulis ini sering keliru diartikan sebagai epulis granulomatosa dan epulis gravidarum.
  • Epulis Gigantoselulare (Peripheral Giant Cell Granuloma)
    Jenis yang satu ini banyak menyerang wanita dan anak-anak. Selain itu epulis ini dapat mengenai jaringan periodontal atau daerah gusi yang tidak bergigi. Benjolan epulis berwarna merah tua hingga ungu dan bertangkai lebar, lunak, mudah berdarah, memiliki diameter antara 0,5–1,5 sentimeter atau bisa lebih besar. Terkadang terjadi luka sariawan dan disertai rasa sakit.

Pengobatan

Perawatan semua jenis epulis pada prinsipnya hampir sama. Karena penyebabnya adalah iritasi kronis dan perubahan hormonal jadi untuk menyembuhkannya harus menghilangkan faktor iritan atau penyebabnya. Setelah itu bisa ditambahkan dengan tindakan kuretase dan pengangkatan jaringan epulis itu sendiri.