Sukses

Pengertian

Dermatitis numularis merupakan kondisi kulit langka yang ditandai dengan adanya bercak berbentuk koin pada kulit. Penyakit ini umumnya merupakan kondisi jangka panjang yang dapat berlangsung hingga beberapa tahun. Walaupun penyebab dari dermatitis numularis belum diketahui secara pasti, kondisi kulit ini umumnya diamati pada individu yang memiliki riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik.

Dermatitis numularis sering kali timbul akibat terdapat cedera pada kulit, seperti luka bakar, baret, atau gigitan serangga. Kondisi ini dapat menyebabkan satu atau lebih bercak dengan lesi menyerupai bentuk koin, yang dapat berlangsung selama beberapa bulan. Dermatitis numularis lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Penyebab

Penyebab dari dermatitis numularis tidak diketahui secara pasti. Namun, banyak orang dengan dermatitis numularis memiliki riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik, atau riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Orang dengan dermatitis numularis juga umumnya memiliki kulit yang sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Beberapa faktor juga diduga berkontribusi terhadap timbulnya dermatitis numularis, seperti:

  • Perubahan suhu
  • Stres
  • Kulit kering
  • Iritan dari lingkungan, seperti sabun, besi, dan zat kimia tertentu

Dermatitis Numularis - KlikDokter.com (ARTFULLY PHOTOGRAPHER/Shutterstock)

Gejala

Bercak pada kulit yang timbul pada dermatitis numularis umumnya berawal dari bintik merah kecil dan luka yang menyerupai melepuh dan mengeluarkan cairan. Luka-luka ini dapat bertumbuh dan menyerupai bercak berbentuk koin.

Tanda khas dari dermatitis numularis adalah lesi yang berbentuk koin pada kulit. Keluhan tersebut paling sering diamati pada lengan atau tungkai, namun dapat menyebar ke tubuh dan tangan. Warna dari lesi dapat coklat, merah muda, atau merah.

Terkadang, lesi dapat disertai dengan rasa gatal atau terbakar, atau mengeluarkan cairan dan disertai oleh krusta. Kulit di sekitar lesi dapat juga mengalami kemerahan, krusta, atau peradangan.

Diagnosis

Diagnosis dari dermatitis numularis dapat ditentukan dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang bila dibutuhkan. Bila dokter mencurigai lesi timbul akibat reaksi alergi, dapat juga dilakukan tes alergi.

Penanganan

Tanda dan gejala yang timbul akibat dermatitis numularis dapat menjadi sulit untuk teratasi. Untuk itu, penderita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Penanganan dari dermatitis numularis mencakup:

  • Melindungi kulit dari goresan, robekan, atau luka. Cedera pada kulit dapat memperburuk keluhan dari dermatitis numularis.
  • Menjaga status hidrasi kulit. Hal ini dapat dilakukan dengan berendam atau mandi dengan air hangat setidaknya selama 20 menit, minimal satu kali sehari.
    Dalam waktu sekitar 3 menit setelah mandi, gunakan pelembab untuk kulit. Tujuannya untuk menjaga agar kulit tidak kering serta mengatasi rasa gatal dan krusta pada kulit.
  • Gunakan pengobatan sesuai saran dari dokter. Obat-obatan yang dapat diresepkan untuk dermatitis numularis mencakup krim tertentu serta salep antiradang.
    Hal ini dapat mengatasi peradangan (kemerahan dan pembengkakan) serta rasa gatal. Bila dinilai juga terdapat infeksi bakteri pada kulit, dokter juga dapat meresepkan antibiotik.

Pencegahan

Untuk mencegah dermatitis numularis, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Menggunakan pelembab. Gunakan pelembab setidaknya satu kali sehari, dan waktu yang terbaik adalah saat kulit tidak kering.
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan keluhan pada kulit. Hal yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau mengalami iritasi dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengalami keluhan kulit. Untuk mencegah timbulnya keluhan, dapat dilakukan berendam atau mandi air hangat selama 20 menit.
  • Gunakan pembersih yang cocok bagi kulit. Gunakan jenis pembersih atau sabun kulit yang tidak mengandung bahan iritatif.
  • Gunakan jenis pakaian yang tidak iritatif bagi kulit. Kulit lebih jarang mengalami iritasi akibat pakaian bila menggunakan pakaian longgar. Selain itu, hindari penggunaan bahan yang kasar, seperti wol, yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.