Sukses

Pengertian Zoloral

Zoloral adalah obat antijamur berbentuk tablet, krim, dan sampo. Obat ini mengandung zat aktif ketoconazole sehingga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang dipicu oleh jamur.

Cara kerja Zoloral adalah dengan menghentikan enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM) yang berperan dalam membentuk sterol, pembentuk dinding jamur.

Artikel Lainnya: Jamur Kulit Hanya Bisa Diatasi dengan Sabun Antiseptik?

Keterangan Zoloral

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, krim, dan sampo. Sebelum penggunaan, ada baiknya mengetahui keterangan obat, mulai dari golongan obat hingga harga Zoloral.

  1. Zoloral Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antijamur.
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.
  • Harga: Rp. 17.000 - Rp. 30.000/ Strip.
  1. Zoloral Krim

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antijamur dan Antiparasit Topikal.
  • Kandungan: Ketoconazole 20 mg/ g.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Dus, Tube @ 10 gram.
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.
  • Harga: Rp. 23.500 - Rp. 40.700/ Tube.
  1. Zoloral SS

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antijamur dan Antiparasit Topikal.
  • Kandungan: Ketoconazole 20 mg/ g.
  • Bentuk: Sampo.
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik.
  • Kemasan: Dus, Botol Plastik @ 80 ml.
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.
  • Harga: Rp. 59.900 - Rp. 108.500/ Botol.

Artikel Lainnya: Infeksi Jamur Juga Bisa Menular Lewat Sentuhan

Kegunaan Zoloral

Manfaat Zoloral adalah mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur di dalam tubuh dan infeksi jamur di kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Zoloral

Zoloral adalah obat keras. Oleh sebab itu, setiap pemakaian dan penggunaan memerlukan rekomendasi dan resep dari dokter.

Dosis dan cara penggunaan obat Zoloral adalah sebagai berikut.

  1. Zoloral Tablet

  • Dewasa: satu tablet setiap hari. Untuk kandidiasis vagina, dosisnya adalah dua tablet diminum sekali sehari selama lima hari.
  • Anak-anak usia 2 tahun: dosis harian tunggal lima mg per kg berat badan.
  1. Zoloral Krim

  • Oleskan Zoloral Krim sebanyak satu kali sehari untuk menutupi area yang terkena pada pasien dengan kurap, kutu air, kandidiasis kulit, dan panu.
  • Infeksi yang resistan dapat dioleskan dua kali sehari.
  1. Zoloral SS

  • Perawatan Panu: Basahi kulit kepala dengan air, lalu aplikasikan Zoloral SS sebanyak satu kali sehari (maksimal lima hari). Pencegahan: Basahi kulit kepala dengan air, lalu aplikasikan Zoloral SS sebanyak satu kali sehari (maksimal tiga hari). 
  • Perawatan Dermatitis Seboroik dan Ketombe: Basahi kulit kepala dengan air, lalu aplikasikan sebanyak dua kali seminggu (lakukan 2-4 minggu). Pencegahan: Basahi kulit kepala dengan air, lalu aplikasikan sebanyak satu kali tiap minggunya. Diamkan selama tiga hingga lima menit, kemudian bilas.

Cara Penyimpanan Zoloral

  • Zoloral Tablet: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.
  • Zoloral Krim dan Zoloral SS: Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celsius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Artikel Lainnya: Awas, Infeksi Jamur Juga Bisa Bermula dari Sepatu!

Efek Samping Zoloral

Efek samping selama penggunaan Zoloral yang mungkin saja terjadi, di antaranya:

  • Mual dan muntah.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Trombositopenia.
  • Biduran.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Penurunan jumlah trombosit.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Nyeri otot dan sendi.

Overdosis

Gejala overdosis Zoloral tablet adalah sebagai berikut:

  • Mual parah.
  • Muntah.
  • Gangguan makan.
  • Lemas.
  • kelelahan parah.

Kasus overdosis perlu segera dilakukan penanganan oleh tenaga profesional di rumah sakit.

Kontraindikasi

Obat Zoloral tidak boleh digunakan pada mereka yang memiliki kondisi di bawah ini:

  • Hipersensitif.
  • Penderita gangguan hati.
  • Kehamilan (dengan sindrom Cushing).
  • Ibu menyusui.

Artikel Lainnya: Anda Mudah Berkeringat? Hati-hati Infeksi Jamur!

Interaksi Obat

Agar manfaat Zoloral dapat diperoleh secara optimal, hindari penggunaan obat bersamaan dengan jenis obat di bawah ini:

  • Eplerenone.
  • Clarithromycin.
  • Felodipine.
  • Paracetamol.
  • Antasida.
  • Rifabutin.
  • Warfarin,
  • Sildenafil.
  • Haloperidol.
  • Dan lainnya.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah memperlihatkan bahwa obat ini bisa membahayakan janin. Namun, penelitian serupa terhadap janin manusia masih terbatas.

Peringatan Menyusui

Zoloral tablet dapat terserap ke dalam ASI. Jadi, konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait