Sukses

Pengertian Zoloral

Zoloral merupakan obat berbentuk tablet yang mengandung Ketoconazole. Zoloral merupakan obat antijamur yang di gunakan untuk mengobati infeksi yang di sebabkan oleh jamur, sindrom Cushing (kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh). Zoloral bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Keterangan Zoloral

  1. Zoloral Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas
  2. Zoloral Krim

    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antijamur dan Antiparasit Topikal
    • Kandungan : Ketoconazole 20 mg/ g
    • Bentuk : Krim
    • Satuan Penjualan : Tube
    • Kemasan : Dus, Tube @ 10 gram
    • Farmasi : Ikapharmindo Putramas
  3. Zoloral SS
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antijamur dan Antiparasit Topikal
    • Kandungan : Ketoconazole 20 mg/ g
    • Bentuk : Shampo
    • Satuan Penjualan : Botol Plastik
    • Kemasan : Dus, Botol Plastik @ 80 ml
    • Farmasi : Ikapharmindo Putramas

Kegunaan Zoloral

Zoloral di gunakan untuk mengobati infeksi yang di sebabkan oleh jamur, sindrom Cushing.

Dosis & Cara Penggunaan Zoloral

Zoloral merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter:

  • Infeksi Berat: 2 tablet per hari.
    Dewasa: 1 tablet per hari.
    Anak usia > 2 tahun: 5 mg/ kg berat badan/ hari.
  • Kandidiasis Kulit, Tinea cruris, Tinea corporis, Tinea manus, Tinea pedis, dan Tinea (pityriasis) versicolor
    Oleskan pada bagian yang terinfeksi 1 x sehari

  • Oleskan 5 mL cairan sampo ke rambut dan biarkan selama 3-5 menit sebelum dibilas. Oleskan 2 x seminggu selama 2-4 minggu, kemudian 1 x setiap 1 atau 2 minggu.

Efek Samping Zoloral

  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Mual, muntah, diare, sembelit
  • Pencernaan yang terganggu
  • Urtikaria (biduran)
  • Peningkatan enzim hati, penurunan jumlah trombosit.
  • Mialgia (nyeri otot)
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk

Kontra Indikasi:

  • Hipersensitif.
  • Penggunaan bersamaan dengan substrat CYP3A4 (misalnya: Cisapride, dofetilide, dronedarone, quinidine, disopyramide, pimozide, sertindole, mizolastine, lizidastone, quetiapine, metadon, ranolazine, eplerenone, halofantrine, triazolam, alprazolam, midazolam, nisoldipine, felodipine, irinotecan, everolimus, sirolimus, paritaprevir/ombitasvir, saquinavir/ritonavir), HMG-CoA reductase (misalnya simvastatin, lovastatin), alkaloid ergot (misalnya ergotamine, ergometrine); colchicine, telithromycin, clarithromycin, fesoterodine dan solifenacin.
  • Penderita gangguan hati akut atau kronis.
  • Kehamilan (dengan sindrom Cushing) dan menyusui.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan risiko hiperkalemia dan hipotensi jika di berikan bersamaan dengan eplerenone.
  • Peningkatan risiko hepatotoksisitas dan perpanjangan interval QTc jika di berikan bersamaan dengan telithromycin dan clarithromycin
  • Peningkatan risiko edema dan CHF jika di berikan bersamaan dengan felodipine dan nisoldipine.
  • Peningkatan risiko kerusakan hati jika di berikan bersamaan dengan parasetamol. Dapat mengurangi absorpsi dengan antasida, antimuskarinik, PPI, antagonis reseptor H2.
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma jika di berikan bersamaan dengan induser CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, rifabutin, carbamazepine, fenitoin, isoniazid, nevirapine, mitotane).
  • Dapat meningkatkan tingkat serum dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Darunavir dan fosamprenavir yang dikuatkan dengan ritonavir).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma buprenorfin, alfentanil, fentanyl, oxycodone, digoxin, apixaban, warfarin, cilostazol, repaglinide, praziquantel, saxaliptin, isavuconazole, eletriptan, buspirone, aripiprazole, midolidolid, medol, molidol, molidol, molidol, IV, molidol, IV verapamil, aliskiren, bosentan, domperidone, naloxegol, ciclosporin, budesonide, deksametason, fluticasone, sildenafil, vardenafilet, cinacalcet, ibrutinib, busulfan, docetaxel, vinca alkaloid (misalnya vincristine).
  • Dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QTc jika di berikan bersamaan dengan haloperidol, salmeterol, ebastine, pasireotide, dan tolterodine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Zoloral ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait