Sukses

Pengertian Xorin

Xorin adalah obat yang mengandung Roxithromisin dan merupakan antibiotik golongan makrolidum yang mempunyai spektrum luas. Roxithromisin aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif meskipun dibandingkan eritromisin, roxithromisin lebih aktif terhadap bakteri gram negatif. Roxithromisin bersifat bakteriostatik yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri.

Keterangan Xorin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Makrolida
  • Kandungan: Roxithromisin 150 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Pyridam Farma.

Kegunaan Xorin

Xorin digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, antara lain:

  • Infeksi telinga hidung dan tenggorokan (THT).
  • Infeksi saluran genital (kecuali infeksi gonococcus).
  • Infeksi kulit dan struktur kulit.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.

Dosis & Cara Penggunaan Xorin

Xorin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Xorin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Xorin:

  • Dewasa: 150 mg diminum dua kali sehari atau 300 mg diminum sekali sehari.
  • Anak-anak: 2.5-5 mg/kg berat badan/hari, diberikan dalam dua dosis terbagi 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Xorin

Efek samping Xorin yang mungkin terjadi:

  • Mual, muntah, diare, kembung, nyeri dada, dan nyeri pada perut.
  • Insomnia (susah tidur).
  • Reaksi alergi (seperti ruam kulit dan anafilaktik).
  • Sakit kepala.

Kontraindikasi
Xorin sebaiknya tidak digunakan pada pasien hipersensitif (alergi) dan porfiria (kelainan genetik).

Interaksi obat

  • Jika Xorin diberikan bersamaan dengan teofilin, terjadi peningkatan konsentrasi teofilin pada plasma sehingga meningkatkan efek sampingnya.
  • Xorin juga berinteraksi dengan warfarin dan agen anti koagulan lainnya sehingga jika diberikan bersamaan berpotensi terjadi perdarahan.
  • Sebaiknya Xorin tidak diberikan bersamaan dengan ergotamine dan sejenisnya.
Artikel
    Penyakit Terkait