Sukses

Pengertian Ventolin

Ventolin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit pada saluran pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Zat aktif yang menjadi kandungan ventolin adalah salbutamol. Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan kapsul, tablet, sirup, inhaler, dan nebules.

Obat ini bekerja dengan bronkodilatasi (melebarkan saluran pernapasan) karena otot bronkus (saluran pernapasan) mengalami relaksasi (pengenduran saraf).

Ventolin adalah pilihan yang sesuai untuk mengobati bronkospasme, atau penyempitan pada dinding saluran pernapasan pada pasien yang juga menderita penyakit jantung dan hipertensi.

Keterangan Ventolin

Sebelum menggunakan obat ventolin dalam sediaan apapun, bacalah keterangan-keterangan ini terlebih dahulu:

1. Ventolin Sirup

Ventolin Sirup

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol 2 mg/5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 100 mL
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: Rp. 57.800 - Rp. 74.000/ Botol

Artikel Lainnya: Pertolongan Tanpa Obat Saat Asma Kambuh Mendadak

2. Ventolin Expectorant Sirup

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol 1 mg, Guaifenesin 50 mg Per 5 ml
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 100 mL
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: Rp. 77.811 - Rp. 111.577/ Botol

3. Ventolin Tablet

Ventolin Tablet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: Rp. 26.700 - Rp. 50.000/ Strip

4. Ventolin Kapsul

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @4 Kapsul
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: -

5. Ventolin Inhaler

Ventolin Inhaler

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol
  • Bentuk: Inhaler
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @200 Dosis
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: Rp. 154.700 - Rp.258.900/ Botol

6. Ventolin Nebules

Ventolin Nebules

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik
  • Kandungan: Salbutamol
  • Bentuk: Botol
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 4 x 5 Botol @ 2.5 mL
  • Farmasi: GlaxoSmithKline Indonesia
  • Harga: Rp. 49. 500 - Rp. 100.320/ Strip

Artikel Lainnya: Mengenal Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Kegunaan Ventolin

Ventolin digunakan sebagai obat pereda asma, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Obat ini juga dapat digunakan untuk pencegahan serangan asma.

Selain itu, obat ventolin juga dapat digunakan untuk menghilangkan bronkospasme pada asma bronkial, bronkitis kronis, dan emfisema.

Dosis dan Cara Penggunaan Ventolin

Ventolin termasuk dalam golongan OBAT KERAS, maka dari itu penggunaannya harus dengan anjuran dan resep dokter.

1. Aturan Penggunaan Ventolin Sirup

  • Dewasa: 10 mL, 3-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 20 mL.
  • Anak > 12 tahun: 5 mL-10 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun: 5 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 2-6 tahun: 2.5 mL-5 mL, 3-4 kali sehari.
  • Pasien usia lanjut atau pasien yang sensitif terhadap stimulan beta adrenergik: Dosis awal 3-4 kali sehari 5 mL. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap sampai maksimal 4 kali sehari sebanyak 20 mL.

2. Aturan Penggunaan Ventolin Expectorant

  • Dewasa dan anak > 12 tahun, 10-20mL, diminum 2-3 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 10 mL, diminum 2-3 kali sehari.
  • Anak usia 2-6 tahun: 5-10 mL, diminum 2-3 kali sehari.

Artikel Lainnya: Sering Pakai Inhaler Bikin Asma Tambah Parah?

3. Aturan Penggunaan Ventolin Tablet dan Kapsul

  • Dewasa dan anak > 12 tahun: Dosis awal 3-4 kali sehari 2-4 mg. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap sampai maksimum 4 kali sehari 8 mg. Dosis maksimal harian adalah 32 mg/ hari (dalam dosis bagi).
  • Anak 6-12 tahun: Penggunaan adalah sebanyak 3 kali sehari 2 mg. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap sampai dosis maksimal harian sebanyak 24 mg/ hari (dalam dosis terbagi).
  • Anak 2-6 tahun: Berikan 3 kali sehari 1 mg.
  • Pasien usia lanjut atau pasien yang sensitif terhadap stimulan beta adrenergik: Dosis awal 3-4 kali sehari 2 mg. Dosis dapat dinaikkan secara bertahap sampai maksimum 4 kali sehari 8 mg.

4. Aturan Penggunaan Ventolin Inhaler

  • Dewasa: 100 atau 200 mcg.
  • Anak-anak: 100 mcg.
  • Terapi kronis dewasa dan anak-anak: 200 mcg 4 kali sehari.

5. Aturan Penggunaan Ventolin Nebules

Dewasa dan anak diberi dosis awalnya sebanyak 2.5 mg, kemudian dapat ditingkatkan menjadi 5 mg. Penggunaan dapat diulangi sebanyak 4 kali sehari.

Simpan Ventolin pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Ventolin

Efek samping ventolin yang mungkin terjadi selama penggunaan, antara lain:

  • Palpitasi (denyut jantung tidak teratur), nyeri dada, denyut jantung cepat, tremor terutama pada tangan, kram otot, sakit kepala, dan gugup.
  • Urtikaria atau biduran.
  • Angiodema (pembengkakan di bawah kulit).
  • Hipotensi.
  • Hipokalemia dalam dosis tinggi.

Artikel Lainnya: PPOK, Penyakit Berbahaya Akibat Rokok

Overdosis

Gejala dan tanda: hipokalemia (kadar kalium dalam darah kurang dari normal) dapat terjadi setelah overdosis salbutamol. Kadar kalium serum harus dipantau.

Pengobatan: Obat penawar yang paling sering digunakan untuk overdosis salbutamol adalah agen penghambat beta-kardioselektif. Namun, obat penghambat beta harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat bronkospasme. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan ventolin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif atau alergi.
  • Tidak digunakan untuk aborsi yang terancam dan persalinan prematur.

Interaksi Obat

Obat ventolin tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat penghambat β yang tidak selektif misalnya:

  • Propranolol.
  • Golongan obat monoamin oksidase inhibitor.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah memperlihatkan adanya efek negatif pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada manusia. Obat boleh diberikan pada ibu hamil hanya jika manfaat yang didapat lebih besar dari potensi risiko pada janin.