Sukses

Pengertian Tranexid

Tranexid merupakan obat yang mengandung asam traneksamat, traneid mempunyai beberapa sediaan seperti tablet dan injeksi. Asam traneksamat bekerja sebagai antiplasmin yang menghambat aktivator plasminogen dan plasmin, sebagai aktivitas hemostatis yaitu mencegah degradasi fibrin, pemecahan platelet, dan pemecahan faktor koagulasi. Tranexid dapat digunakan untuk fibrinolisis lokal seperti epistaksis (mimisan), prostatektomi (operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat akibat adanya penyakit kanker prostat atau benign prostate hyperplasia (BPH)), konisasi servik (mengangkat jaringan yang mengandung selaput lendir serviks dan epitel serta kelenjarnya), perdarahan abnormal sesudah operasi secara umum, perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita haemofilia (penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah), menoragia (haid berlebihan adalah keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak)

Keterangan Tranexid

  1. Tranexid Injeksi 50mg/mL
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Hemostatis
    • Kandungan : Injeksi : Asam traneksamat 50 mg / ml
    • Bentuk : Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan : Ampul @ 5 mL
    • Kemasan : Box, 10 Ampul @ 5ml
    • Farmasi : Dexa Medica
  2. Tranexid Injeksi 100 mg/mL
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Hemostatis
    • Kandungan : Injeksi : Asam traneksamat 100 mg / ml
    • Bentuk : Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan : Ampul @ 5 mL
    • Kemasan : Box, 10 Ampul @ 5 mL
    • Farmasi : Dexa Medica

Kegunaan Tranexid

Tranexid diguakan untuk fibrinolisis lokal seperti epistaksis (mimisan), prostatektomi (operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat akibat adanya penyakit kanker prostat atau benign prostate hyperplasia (BPH)), konisasi servik (mengangkat jaringan yang mengandung selaput lendir serviks dan epitel serta kelenjarnya), perdarahan abnormal sesudah operasi secara umum, perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita haemofilia (penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah), menoragia (haid berlebihan adalah keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak)

Dosis & Cara Penggunaan Tranexid

Tranexid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan tranexid juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan tranexid injeksi sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  • Injeksi :
    • 250-500 mg disuntikkan melalui intravena (disuntikkan melalui intravena) atau intramuskular (disuntikkan pada otot)
    • 500 - 2.500 mg dengan cara drip infus bila diperlukan
  • Menoragia/keluar darah haid secara berlebihan
    • 1 gram (2 tablet) 3 kali sehari

Efek Samping Tranexid

Efek samping yang terjadi apabila mengkonsumsi kalnex adalah mual dan muntah, mengantuk, sakit kepala, diare, anoreksia (kehilangan berat badan secara drastis), terdapat ruam kemerahan pada kulit, gatal

Kontraindikasi:

  • Pasien yang sedang menerima terapi trombin
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap asam traneksamat

Interaksi Obat
Perhatian bila diberikan bersamaan dengan obat-obat: hemokoagulasi, batroxobin, obat-obat faktor koagulasi (eptacog-alfa, dan yang lainnya)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tranexid ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait