Sukses

Pengertian Suprafenid

Suprafenid adalah salah satu sediaan suppositoria yang mengandung Ketoprofen dan diproduksi oleh Meprofarm. Suprafenid digunakan untuk osteoartritis (nyeri sendi), artritis reumatoid (nyeri yang diakibatkan oleh rematik), selain itu obat ini dapat meredakan nyeri sedang hingga berat, dan nyeri pasca operasi.

Suprafenid atau Ketoprofen termasuk dalam golongan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS). Ketoprofen bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase-1 dan -2 yang berfungsi untuk menurangi pembentukan prostaglandin (senyawa yang menyebabkan reaksi peradangan pada tubuh sebagai upaya untuk mengeluarkan zat asing seperti bakteri), sehingga dapat meredakan nyeri. 

Keterangan Suprafenid

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti Inflamasi Non-Steroid.
  • Kandungan: Ketoprofen 100 mg
  • Bentuk: Suppositoria.
  • Satuan Penjualan: Suppositoria.
  • Kemasan: Strip @5 Suppositoria.
  • Farmasi: Meprofarm
  • Harga: Rp12.000 - Rp19.000/ Suppositoria

Kegunaan Suprafenid

Suprafenid digunakan sebagai terapi untuk pasien yang memiliki indikasi osteoartritis, reumatoid artritis.

Dosis & Cara Penggunaan Suprafenid

Suprafenid merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Dewasa: 1 suppositoria diberikan 1-2 kali sehari. Maksimal: 2 suppositoria setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Suprafenid

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Suprafenid, yaitu:

  • Gangguan Pencernaan: Mual dan muntah, Nyeri lambung, Diare, Nyeri saat menelan.
  • Peningkatan tekanan darah
  • Gangguan fungsi hati
  • Sesak nafas
  • Infeksi kulit bernanah

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Suprafenid pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif atau reaksi terhadap Aspirin atau AINS lainnya.
  • Penderita asma
  • Pembengkakan pada pembuluh
  • Infeksi hidung
  • Luka atau pendarahan pada saluran cerna
  • Gangguan fungsi hati berat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Peradangan pada dubur atau pendarahan pada dubur

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Suprafenid:

  • Lithium, Methotrexate dapat meningkat kadar efek terapi.
  • Antihipertensi dapat menurunkan efek terapi.
  • Warfarin dapat meningkatkan resiko pendarahan pada saluran cern
  • Aspirin dan NSAID lain.
  • Meningkatkan resiko gangguan pencernaan
  • Diuretik dapat meningkatkan resiko kegagalan ginjal
  • Kortikosteroid dapat meningkatkan resiko tukak dan pendarahan sistem pencernaan
  • Probenecid dapat meingkatkan kadar dalam darah
  • Salisilat dapat mengurangi eliminasi obat

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Suprafenid ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).