Sukses

Pengertian Soltralin

Soltralin adalah sediaan obat dalam bentuk kapsul yang diproduksi oleh Solas Langgeng Sejagtera Indonesia. Soltralin digunakan untuk mengobati infeksi, seperti infeksi saluran nafas, infeksi saluran pencernaan, infeksi yang disebabkan oleh bakteri ricketsia, limfogranuloma venereum (salah satu penyakit menular seksual); infeksi meningokokus (infeksi pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang), gonokokus (penyakit menular seksual ), dan penyakit yang di sebabkan oleh bakteri T pallidum. Setiap kapsul Soltralin mengandung Tetracycline Hydrochoride 500 mg.

Keterangan Soltralin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Tetrasiklin
  • Kandungan: Tetracycline Hydrochoride 500 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera Indonesia
  • Harga: Rp8.500 - Rp15.000/ Strip

Kegunaan Soltralin

Soltralin digunakan untuk mengobati infeksi, seperti infeksi saluran nafas, infeksi saluran pencernaan, infeksi yang disebabkan oleh bakteri ricketsia, infeksi penyakit menular seksual.

Dosis & Cara Penggunaan Soltralin

Soltralin merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Dewasa: dosis 1 - 2 gram per hari.
  • Anak 8-12 tahun: 10 - 15 mg/kg berat badan perhari. Maksimal : 1 gram. Diberikan dalam 2 - 4 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Soltralin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Soltralin, antara lain:

  • Gangguan saluran cerna
  • Rasa panas pada uluhati, embung, mual, diare
  • Hepatotoksisitas (pada penggunaan dosis besar)
  • Fotosensitif
  • Gatal
  • Pada anak: karies gigi, gigi berwarna kecoklatan

Kontraindikasi 
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan dari Soltralin 

Interaksi Obat

  • Penyerapan dapat terganggu oleh kation divalen dan trivalen (misalnya Al, Ca, Mg, Fe, Zn), Na bikarbonat, bismut subsalisilat, kaolin-pektin, sukralfat, colestipol dan colestyramine.
  • Dapat membentuk kompleks bila diberikan secara bersamaan dengan strontium ranelat, mengakibatkan penurunan penyerapan tetrasiklin.
  • Dapat mengganggu aksi bakterisida penisilin.
  • Dapat memperpanjang efek antikoagulan.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko hipertensi intrakranial jinak bila diberikan bersamaan dengan retinoid (misalnya acitretin, tretinoin, isotretinoin). Penggunaan bersamaan metoksifluran dapat menyebabkan toksisitas ginjal.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Soltralin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Tetrasiklin diekskresikan ke dalam ASI dalam konsentrasi rendah. Penggunaan tetrasiklin dalam jangka pendek dapat diterima pada ibu menyusui. Tetap konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait